04/07/2026
Imaratus Sufaha’ (Kepemimpinan Orang yang Bodoh) ….
Muncul berbagai macam bentuk kepemimpinan yang berbeda-beda namun tetap dalam satu muara, yaitu muncul pemimpin bodoh yang memegang urusan ummat. Mereka adalah orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah no. 4036).
Betapa banyak negeri-negeri sekarang yang penduduknya terdhalimi gara-gara pemimpin bodoh semacam ini. Padahal kebanyakan mereka adalah muslim, tapi dengan begitu aneh menjadikan sebagaian mereka.
Sudah banyak bukti dan contohnya. Kasus suap dan korupsi semakin menjadi dan tak terkendali. Walaupun lembaga-lembaga anti korupsi didirikan, toh pada akhirnya mereka juga yang terjerat kasus korupsi. Hal ini akan berakibat pada permasalahan kemiskinan yang tidak kunjung terselesaikan. Krisis akhlak dan adab begitu memprihatinkan. Serta masih banyak kerusakan-kerusakan lain akibat dari kepemimpinan ini. Benarlah jika sebuah pepatah mengatakan, “Ketika pemimpin sebuah negeri telah rusak, maka rakyatnya pun akan ikut menjadi rusak”.
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, penghianat dipercaya sedangkan orang yang jujur malah didustakan, penghianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai penghianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara. (HR. Ibnu Majah no. 4036)
Dengan ilmu, para pemimpin memperlakukan rakyatnya layaknya manusia yang merdeka, bukan sebagai budak yang diperas keringatnya untuk memenuhi keinginan dan ambisi syahwat penguasa. Dengan ilmu, para pemimpin mengelola sumber daya manusia ataupun kekayaan alam untuk kesejahteraan dan memberantas kemiskinan. Sehingga, dengan pemimpin yang berilmu sebuah negeri akan tercipta dan layak disematkan padanya label baldatun thayibatun wa rabbun ghafur. Wallahu a’lam.