Yang menyejukkan matamu ketika engkau memandangnya? Yang menentramkan hatimu ketika engkau mencintainya? Yang mencukupi dan melayani segala keperluanmu dengan setulus hatinya? Lalu sudahkah engkau belajar menjadi shalih/shalihah? Sehingga Allah menilai engkau layak mendapat pasangan yang shalih/shalihah. Sudahkah engkau
bersabar menjaga pandanganmu? Agar kelak hanya dia yang menjadi penyejuk matam
u. Sudahkah engkau bersabar menjaga hatimu dari hasrat cinta yang belum halal? Agar Allah membesarkan cintamu kepadanya yang telah halal. Dan sudahkah engkau belajar mandiri, mencukupi dan melayani keperluanmu sendiri? Agar kelak engkau mampu mencukupi dan melayani keperluannya dengan baik. Yaa Akhii, Yaa Ukhtii.. Bagaimana mungkin Allah memberikan pasangan yang shalih/shalihah? Sementara shalatmu kau tunda-tunda. Al-Qur'anmu yang berdebu jarang kau buka. Bagaimana mungkin Allah memberimu pasangan yang menyejukkan mata? Sedangkan pandanganmu tak pandai kau jaga. Dari sesuatu yang tidak halal bagimu memandangnya. Bagaimana mungkin Allah akan memberi pasangan yang menentramkan hatimu? Sedangkan hatimu tak pernah tentram, tenggelam dalam laut rindu yang berlebihan. Terlena dalam buai asmara yang belum halal engkau rasakan. Dan bagaimana mungkin Allah memberi pasangan yang akan mencukupi dan melayani keperluanmu? Sementara bekas tidurmu tak pernah kau rapikan. Piring bekas makanmu dan pakaian kotormu masih ibumu yang mencucikan. Berjanjilah pada diri sendiri. Perbaiki ibadah pada Ilahi. Jaga pandangan agar tetap suci. Jaga kesucian diri, jiwa dan juga hati. Serta belajarlah mandiri, meringankan beban orangtuamu sehari-hari. Insya Allah,.