JPIC Kalimantan

JPIC Kalimantan Keadilan sebagai Syarat Perdamaian demi Keutuhan Ciptaan dengan Spiritualitas Martabat Manusia, Kesejahteraan

Kearifan lokal seperti manugal kerap disalahpahami sebagai penyebab utama kebakaran hutan dan lahan. Padahal, praktik in...
04/08/2026

Kearifan lokal seperti manugal kerap disalahpahami sebagai penyebab utama kebakaran hutan dan lahan.

Padahal, praktik ini merupakan tradisi masyarakat adat yang dilakukan secara terbatas, mengikuti aturan adat, memperhatikan musim, membuat sekat bakar, serta diawasi bersama agar api tidak merembet.

Menyamakan seluruh kebakaran dengan praktik manugal justru mengabaikan kompleksitas persoalan di lapangan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2024 menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh aktivitas manusia, tetapi penyebabnya beragam, mulai dari pembukaan lahan yang tidak terkendali, kelalaian, hingga kondisi cuaca ekstrem yang mempercepat penyebaran api.

Sejumlah penelitian CIFOR-ICRAF 2023 juga menunjukkan bahwa pengelolaan lahan berbasis pengetahuan lokal dapat menjadi bagian dari solusi jika dijalankan sesuai aturan adat dan didukung pengawasan yang baik.

Karena itu, upaya pencegahan karhutla seharusnya berfokus pada praktik yang benar-benar berisiko, bukan menggeneralisasi kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

(Credit Foto : Rangga, Bakesah Lewu Itah 2024)

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Pengetahuan tradisional masyarakat adat merupakan warisan berharga yang lahir dari hubungan panjang dengan alam. Berbaga...
03/08/2026

Pengetahuan tradisional masyarakat adat merupakan warisan berharga yang lahir dari hubungan panjang dengan alam.

Berbagai jenis tanaman obat dimanfaatkan secara turun-temurun untuk menjaga kesehatan, sementara tanda-tanda alam seperti perubahan arah angin, perilaku satwa, hingga pola berbunga tumbuhan digunakan sebagai petunjuk menghadapi musim ekstrem maupun potensi bencana.

Pengetahuan ini bukan sekadar tradisi, tetapi hasil pengamatan yang diwariskan lintas generasi.

Di tengah krisis iklim, kearifan tersebut semakin relevan. UNESCO (2024–2025) menegaskan bahwa pengetahuan masyarakat adat berperan penting dalam meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim melalui pengelolaan ekosistem, pemanfaatan keanekaragaman hayati, dan strategi adaptasi berbasis lokal.

Sementara itu, IPBES (2025) juga menekankan bahwa penggabungan ilmu pengetahuan modern dengan pengetahuan lokal dan adat dapat memperkuat upaya konservasi serta mitigasi risiko bencana iklim.

Menjaga pengetahuan tradisional berarti menjaga kesehatan masyarakat, melestarikan keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi tantangan iklim di masa depan.

(Credit Foto : Andrey, Festival Lewu Dayak 2019)

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Budaya masyarakat adat hidup melalui hubungan yang erat dengan ruang tempat mereka tinggal. Hutan, sungai, ladang, hingg...
02/08/2026

Budaya masyarakat adat hidup melalui hubungan yang erat dengan ruang tempat mereka tinggal.

Hutan, sungai, ladang, hingga situs leluhur bukan sekadar bentang alam, tetapi juga ruang untuk menjalankan adat, menjaga pengetahuan tradisional, dan mewariskan nilai kepada generasi berikutnya.

Ketika ruang hidup menyempit akibat perubahan bentang alam, berbagai tradisi, bahasa, dan kearifan lokal juga menghadapi tantangan untuk tetap bertahan.

UNESCO menegaskan bahwa budaya dan pengetahuan masyarakat adat merupakan bagian penting dari warisan dunia serta berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) mencatat hingga Agustus 2025 telah diregistrasi 1.633 wilayah adat dengan luas sekitar 33,6 juta hektare, menunjukkan besarnya kekayaan budaya yang masih hidup di berbagai daerah.

Menjaga ruang hidup masyarakat adat berarti ikut menjaga identitas budaya, nilai gotong royong, dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan selama berabad-abad.

(Credit Foto : Yovi, Festival Lewu Dayak 2019)

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Tata nilai hidup masyarakat adat Dayak mengajarkan bahwa manusia, alam, dan leluhur adalah satu kesatuan yang harus diho...
01/08/2026

Tata nilai hidup masyarakat adat Dayak mengajarkan bahwa manusia, alam, dan leluhur adalah satu kesatuan yang harus dihormati.

Nilai seperti gotong royong, musyawarah, menjaga hutan, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pedoman hidup. Bagi masyarakat Dayak, hutan bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga ruang kehidupan, budaya, dan identitas.

Nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan saat ini. UNESCO menegaskan bahwa pengetahuan masyarakat adat berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menjadi bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan mencatat hingga Juli 2025 telah ditetapkan sekitar 333.687 hektare Hutan Adat yang dimanfaatkan oleh masyarakat hukum adat di berbagai daerah Indonesia sebagai bentuk pengakuan terhadap hak dan kearifan lokal mereka.

Mari terus menghormati nilai-nilai adat Dayak sebagai warisan luhur yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Mengenal isi Undang-Undang Perlindungan Anak berarti memahami bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, berpar...
31/07/2026

Mengenal isi Undang-Undang Perlindungan Anak berarti memahami bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta mendapat perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan penelantaran.

Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang menegaskan tanggung jawab negara, pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak.

Perlindungan anak bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga memastikan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pengasuhan yang layak, dan lingkungan yang aman. Tantangan masih besar.

KPAI dalam Laporan Tahunan 2025 menyebut perlindungan anak di Indonesia masih menghadapi persoalan serius, mulai dari kekerasan, pengasuhan, pendidikan, kesehatan, hingga risiko di ruang digital.

Karena itu, mengenal isi undang-undang ini menjadi langkah awal agar setiap orang mampu menghormati, melindungi, dan memenuhi hak anak dalam kehidupan sehari-hari.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Buah-buah lokal yang dijajakan masyarakat di pasar tradisional menjadi bukti bahwa kekayaan alam Indonesia masih memberi...
30/07/2026

Buah-buah lokal yang dijajakan masyarakat di pasar tradisional menjadi bukti bahwa kekayaan alam Indonesia masih memberikan manfaat ekonomi bagi banyak keluarga.

Selain menawarkan cita rasa khas sesuai musim, aktivitas jual beli ini juga menjaga keberlangsungan usaha kecil yang bergantung pada hasil panen dari kebun dan pekarangan. Keberadaan pasar tradisional turut mempertemukan petani, pedagang, dan konsumen dalam rantai pangan yang lebih dekat dan berkelanjutan.

Di tengah berkembangnya pasar modern, buah lokal tetap memiliki daya saing karena kesegarannya dan mendukung perputaran ekonomi daerah. Dengan memilih membeli hasil panen lokal, masyarakat ikut membantu menjaga mata pencaharian petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya setempat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat partisipasi konsumsi buah-buahan masyarakat Indonesia mencapai 91,02% pada 2024, meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengacu pada rekomendasi WHO yang menganjurkan konsumsi 400–600 gram buah dan sayur per hari untuk mendukung kesehatan.

Mari terus bangga mengonsumsi dan mendukung buah-buah lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk nyata mencintai hasil bumi Indonesia.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Di balik setiap anyaman, tersimpan kesabaran, ketelitian, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Men...
29/07/2026

Di balik setiap anyaman, tersimpan kesabaran, ketelitian, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Mengenalkan anak pada kerajinan tradisional bukan sekadar mengajarkan keterampilan tangan, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap budaya serta pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.

Bahan seperti rotan hanya dapat terus dimanfaatkan jika hutan dikelola secara lestari. Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen rotan terbesar di dunia dan memiliki kekayaan hasil hutan bukan kayu yang menjadi sumber penghidupan banyak masyarakat.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hasil hutan bukan kayu berperan penting dalam mendukung ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Sementara itu, UNESCO juga menekankan bahwa pelestarian warisan budaya takbenda, termasuk keterampilan tradisional, memerlukan keterlibatan generasi muda agar tidak hilang dimakan zaman.

Ketika anak belajar menganyam hari ini, mereka sedang merawat budaya, menghargai alam, dan menjaga identitas yang akan diwariskan kepada masa depan.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Di berbagai wilayah Indonesia, sungai masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Perahu digunakan untuk ber...
27/07/2026

Di berbagai wilayah Indonesia, sungai masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Perahu digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, membawa kebutuhan sehari-hari, mencari sumber penghidupan, hingga menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya terhubung melalui jalan darat. Peran jalur air dalam mobilitas masyarakat juga terlihat dalam data nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sepanjang Januari–Desember 2025 meningkat 12,02 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Badan Pusat Statistik Indonesia
Di Kalimantan, transportasi sungai juga masih digunakan masyarakat. Aktivitas angkutan sungai bahkan tetap menjadi pilihan untuk membawa penumpang maupun berbagai kebutuhan pokok di sejumlah wilayah.

Keberadaan sungai karena itu tidak hanya penting dari sisi lingkungan. Sungai juga mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menjaga sungai tetap bersih, aman, dan dapat digunakan berarti turut menjaga jalur kehidupan yang telah dimanfaatkan masyarakat dari generasi ke generasi.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Menjaga lingkungan bukan hanya tentang mempertahankan pepohonan, tetapi juga memastikan generasi berikutnya tetap memili...
26/07/2026

Menjaga lingkungan bukan hanya tentang mempertahankan pepohonan, tetapi juga memastikan generasi berikutnya tetap memiliki ruang hidup yang sehat.

Anak-anak tumbuh dengan melihat perubahan yang terjadi di sekitarnya. Karena itu, mengenalkan persoalan lingkungan sejak dini dapat membantu membangun kepedulian terhadap alam dan kehidupan masyarakat. Tantangan tersebut masih nyata.

Kementerian Kehutanan mencatat luas lahan berhutan Indonesia pada 2024 sekitar 95,5 juta hektare atau 51,1% dari total daratan. Pada tahun yang sama, deforestasi netto tercatat sekitar 175,4 ribu hektare.

Data ini mengingatkan bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga keluarga.

Pendidikan lingkungan juga dapat dimulai melalui hal sederhana: mengenalkan kondisi alam sekitar, membiasakan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga sumber air, serta memahami dampak perubahan penggunaan lahan.

Dengan pengetahuan tersebut, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih memahami pentingnya menjaga alam sekaligus ruang hidup masyarakat untuk masa depan.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Ladang bagi masyarakat bukan hanya sebidang tanah untuk menanam padi, sayuran, atau tanaman pangan lainnya. Di banyak wi...
25/07/2026

Ladang bagi masyarakat bukan hanya sebidang tanah untuk menanam padi, sayuran, atau tanaman pangan lainnya.

Di banyak wilayah Indonesia, kegiatan berladang telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga, sumber pangan, sekaligus pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di Kalimantan, misalnya, sebagian masyarakat masih menerapkan sistem ladang dengan pengetahuan lokal dalam menentukan waktu tanam, mengelola tanah, hingga mengatur masa pemulihan lahan.

Penelitian tentang perladangan tradisional masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang terbit pada 2025 menyebut bahwa berladang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya, bukan sekadar aktivitas pertanian.

Mongabay pada Juni 2025 juga mencatat praktik gilir balik pada masyarakat Haruyan Dayak, yaitu memberikan kesempatan lahan lama untuk pulih sebelum kembali dimanfaatkan.

Karena itu, keberadaan ladang masyarakat perlu dilihat sebagai bagian dari ketahanan pangan dan ruang hidup.

Pengelolaannya perlu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar tanah terus produktif dan dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Address

Jalan Belida 62 Km 6 Cilik Riwut
Palangkaraya
73112

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Tuesday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Wednesday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Thursday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Friday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Saturday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Sunday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00

Telephone

+628115111887

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JPIC Kalimantan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share