JPIC Kalimantan

JPIC Kalimantan Keadilan sebagai Syarat Perdamaian demi Keutuhan Ciptaan dengan Spiritualitas Martabat Manusia, Kesejahteraan

Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas atau teknologi besar, tetapi dari tangan-tangan sederhana yang tet...
13/06/2026

Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas atau teknologi besar, tetapi dari tangan-tangan sederhana yang tetap setia merawat tanah setiap hari.

Di tengah ancaman krisis iklim dan alih fungsi lahan, pertanian rakyat menjadi benteng penting bagi keberlangsungan pangan lokal.

Data Kementerian Pertanian RI tahun 2025 menunjukkan sektor hortikultura dan pertanian kecil masih menyumbang kebutuhan pangan masyarakat di banyak daerah Indonesia.

Sementara kenaikan suhu global terus meningkatkan ancaman kekeringan dan penurunan produktivitas pertanian di wilayah tropis.

Karena itu, menjaga praktik bertani lokal berarti ikut menjaga masa depan lingkungan dan keberlanjutan hidup komunitas. Dari kebun sederhana ini, tumbuh lebih dari sekadar tanaman.

Ada kerja keras, kesabaran, dan harapan agar generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap pangan sehat, tanah yang subur, serta hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Masyarakat adat mewarisi pengetahuan dari generasi ke generasi untuk merawat alam sebagai sumber hidup. Mereka memahami ...
12/06/2026

Masyarakat adat mewarisi pengetahuan dari generasi ke generasi untuk merawat alam sebagai sumber hidup. Mereka memahami ritme hutan, desiran ombak di pesisir dan suara satwa.

Mereka memahami ritme hutan, mengenali sumber pangan alami, serta menjaga keseimbangan lingkungan melalui praktik hidup yang selaras dengan alam.

Menurut laporan terbaru United Nations Environment Programme (UNEP, 2025), dunia kehilangan jutaan hektare ekosistem alami setiap tahun akibat eksploitasi sumber daya dan perubahan tata guna lahan.

Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS, 2024) menunjukkan jutaan masyarakat Indonesia masih bergantung langsung pada kawasan hutan untuk sumber pangan, air, dan penghidupan.

Foto ini merekam keteguhan masyarakat akar rumput yang menjaga hubungan manusia dan alam tetap selaras. Hutan bukan sekadar bentang hijau, tetapi ruang hidup yang menyimpan pengetahuan, budaya, dan masa depan lingkungan.

Ketika masyarakat lokal tetap kuat menjaga hutannya, harapan keberlanjutan alam juga tetap menyala bagi generasi berikutnya.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Menolak monokultur bukan sekadar soal memilih banyak jenis tanaman di ladang, tetapi menjaga daya hidup komunitas di ten...
11/06/2026

Menolak monokultur bukan sekadar soal memilih banyak jenis tanaman di ladang, tetapi menjaga daya hidup komunitas di tengah krisis iklim dan pangan.

Data terbaru United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Penanggulangan Degradasi Lahan tahun 2025 mencatat lebih dari 40% lahan dunia mengalami degradasi akibat eksploitasi berlebihan dan sistem pertanian tidak berkelanjutan.

Sebaliknya, keberagaman tanaman membantu menjaga kesuburan tanah, ketersediaan pangan keluarga, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

Di Kalimantan, masyarakat adat sejak lama menjaga ladang dengan menanam padi lokal, sayur, buah, hingga tanaman obat dalam satu kawasan.

Cara ini membuat pangan lebih beragam dan alam tetap terjaga. Keberagaman tanaman bukan sekadar tradisi, tetapi kekuatan komunitas menghadapi krisis iklim dan pangan.

Saat banyak jenis tanaman tumbuh bersama, komunitas memiliki peluang lebih besar untuk bertahan, mandiri, dan berdaulat atas pangannya sendiri.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Peringatan Hari Media Sosial Indonesia menjadi pengingat bahwa media sosial hari ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi...
10/06/2026

Peringatan Hari Media Sosial Indonesia menjadi pengingat bahwa media sosial hari ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga arena advokasi publik, pendidikan, hingga perlawanan warga terhadap ketimpangan sosial.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 mencatat pengguna internet Indonesia telah mencapai lebih dari 215 juta jiwa atau sekitar 78% populasi nasional, sementara laporan We Are Social 2026 menunjukkan masyarakat Indonesia menghabiskan berjam-jam setiap hari di media sosial.

Advokasi berbasis digital kini semakin cepat menyebarkan solidaritas, mengangkat isu lingkungan, hak masyarakat adat, hingga ketahanan pangan. Namun tantangan juga membesar.

Kementerian Komdigi mencatat ribuan konten hoaks masih beredar di berbagai platform digital, sementara literasi digital masyarakat belum merata.

Penelitian literasi digital 2026 juga menunjukkan rendahnya kemampuan verifikasi informasi membuat masyarakat rentan terhadap disinformasi dan penipuan daring.

Karena itu, media sosial harus terus dijaga sebagai ruang advokasi yang kritis, aman, dan berpihak pada kepentingan publik.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Di balik lestarinya pangan lokal, ada tangan-tangan perempuan tangguh yang menjaga benih, merawat tanah, dan mempertahan...
09/06/2026

Di balik lestarinya pangan lokal, ada tangan-tangan perempuan tangguh yang menjaga benih, merawat tanah, dan mempertahankan keanekaragaman hayati.

Perempuan adat dan petani kecil selama ini menjadi penjaga plasma nutfah melalui tradisi menyimpan, memilih, dan menanam kembali benih lokal yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Data kajian keanekaragaman hayati Indonesia 2026 menyebut perempuan mencakup 41% tenaga kerja global di sektor pangan dan pertanian, sementara di Indonesia sekitar 14,81 juta perempuan bekerja di sektor pertanian atau 38% dari total tenaga kerja pertanian nasional.

Bahkan perempuan pedesaan berkontribusi besar dalam menjaga benih dan germplasm yang digunakan petani lokal. Di tengah ekspansi industri ekstraktif dan ancaman hilangnya varietas pangan lokal, perempuan penjaga benih menjadi benteng terakhir keberlanjutan ekologi.

Menjaga benih lokal berarti menjaga budaya, kedaulatan pangan, dan masa depan generasi mendatang.



dayakvoices dayakbercerita kalimantantengah indonesia dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Agroekologi bukan sekadar cara bertani, tetapi cara hidup yang menjaga hubungan manusia dengan tanah, air, hutan, dan mu...
08/06/2026

Agroekologi bukan sekadar cara bertani, tetapi cara hidup yang menjaga hubungan manusia dengan tanah, air, hutan, dan musim.

Di Kalimantan, masyarakat adat dan komunitas desa telah lama mengenal pola tanam yang mengikuti ritme alam. Mereka mampu membaca arah angin, tinggi air rawa, hingga penanda musim buah dan ikan.

Di tengah ancaman krisis iklim dan alih fungsi lahan, praktik ini justru menjadi jawaban untuk menjaga pangan tetap lestari.

Data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2025 menunjukkan perubahan iklim, banjir, dan kebakaran hutan/lahan menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan di Kalimantan.

Sementara itu, laporan INDEF 2025 mencatat produksi pangan nasional menghadapi tekanan akibat penyusutan lahan pertanian dan cuaca ekstrem.

Agroekologi mengajarkan bahwa tanah bukan objek eksploitasi, melainkan ruang hidup yang harus dipulihkan.

Saat hutan dijaga dan benih lokal tetap ditanam, masyarakat tidak hanya memproduksi pangan, tetapi juga merawat masa depan Kalimantan.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia mengingatkan bahwa ancaman terhadap pangan hari ini tidak hanya datang dari krisis...
07/06/2026

Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia mengingatkan bahwa ancaman terhadap pangan hari ini tidak hanya datang dari krisis iklim, tetapi juga dari meluasnya industri ekstraktif yang mengubah hutan, sungai, dan lahan produksi masyarakat.

Ketika tambang, perkebunan skala besar, dan eksploitasi sumber daya terus berkembang, banyak komunitas kehilangan ruang bertani, sumber air bersih, hingga akses terhadap pangan lokal yang sehat.

Data United Nations Environment Programme (UNEP) 2024, menyebutkan degradasi lahan telah memengaruhi lebih dari 3,2 miliar orang di dunia dan memperbesar risiko krisis pangan global.

Sementara itu, FAO mencatat lebih dari 2,8 miliar orang tidak mampu mengakses pola makan sehat karena tingginya biaya pangan dan rusaknya sistem produksi lokal.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Kedaulatan pangan bukan hanya soal makanan yang tersedia di meja makan atau di pasar. Kedaulatan pangan juga soal hak se...
06/06/2026

Kedaulatan pangan bukan hanya soal makanan yang tersedia di meja makan atau di pasar. Kedaulatan pangan juga soal hak seseorang menentukan apa yang mereka tanam, konsumsi dan kelola dari tanahnya sendiri.

Ketahanan pangan bisa tercapai lewat impor dan distribusi besar-besaran, namun tanpa kedaulatan, petani lokal tetap rentan kehilangan lahan, benih, dan harga yang adil.

Data FAO SOFI 2025, Badan Pangan Nasional 2025 mencatat masih ada 673 juta orang mengalami kelaparan dan 2,6 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketersediaan pangan saja belum cukup jika sistem pangan masih dikuasai pasar dan korporasi besar. Sementara itu, Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa kedaulatan pangan dan kemandirian pangan adalah fondasi utama ketahanan pangan Indonesia.

Komunitas lokal harus menjadi pusat pengambilan keputusan pangan menjaga benih lokal, memperkuat lumbung desa, dan mempertahankan tanah produksi agar pangan tidak hanya tersedia hari ini, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi berikutnya.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa kondisi bumi saat ini sedang menghadapi tekanan se...
05/06/2026

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa kondisi bumi saat ini sedang menghadapi tekanan serius akibat perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan meningkatnya cuaca ekstrem.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui UNEP menyebut dunia berada dalam “climate emergency” dan suhu global berpotensi melampaui kenaikan 2,9°C pada abad ini jika emisi tidak ditekan.

Sementara laporan WMO 2026 memperingatkan peluang besar terjadinya tahun terpanas baru sebelum 2030, disertai ancaman banjir, kekeringan, kebakaran hutan, hingga gelombang panas ekstrem.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung fokus pada aksi iklim global dan perlindungan alam sebagai penyangga kehidupan manusia.

Di tengah berbagai ancaman tersebut, menjaga hutan, mengurangi pencemaran, hemat energi, dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan menjadi langkah penting yang harus dilakukan bersama.

Karena lingkungan yang sehat bukan hanya warisan, tetapi juga penentu masa depan generasi berikutnya.

(Credit Foto : Depri, Festival Lewu Dayak 2019)

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Ekosistem rawa gambut adalah jantung hijau Kalimantan yang diam-diam mengatur napas iklim dunia. Di bawah permukaannya y...
04/06/2026

Ekosistem rawa gambut adalah jantung hijau Kalimantan yang diam-diam mengatur napas iklim dunia. Di bawah permukaannya yang basah dan gelap, tersimpan cadangan karbon raksasa yang mampu menahan laju krisis iklim global.

Penelitian terbaru YKAN 2025, Mongabay Indonesia, BRIN, menunjukkan bahwa lahan gambut dan mangrove di Asia Tenggara mampu memitigasi sekitar 770 megaton CO₂ ekuivalen per tahun melalui konservasi dan restorasi.

Indonesia sendiri memiliki sekitar 13,4 juta hektare lahan gambut, terbesar di kawasan Asia Tenggara. Ketika gambut tetap basah dan terjaga, ia menjadi penyerap karbon alami yang sangat efektif.

Namun saat dikeringkan atau terbakar, karbon yang tersimpan selama ribuan tahun dilepaskan ke atmosfer dalam waktu singkat.

Karena itu, menjaga rawa gambut Kalimantan bukan hanya soal melindungi hutan, tetapi juga menjaga keseimbangan iklim bumi, sumber air, habitat satwa, dan masa depan generasi mendatang.

dayak dayakkalteng lingkunganhidup

Address

Jalan Belida 62 Km 6 Cilik Riwut
Palangkaraya
73112

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Tuesday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Wednesday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Thursday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Friday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Saturday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00
Sunday 09:00 - 17:00
18:00 - 19:00

Telephone

+628115111887

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JPIC Kalimantan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share