04/08/2026
Kearifan lokal seperti manugal kerap disalahpahami sebagai penyebab utama kebakaran hutan dan lahan.
Padahal, praktik ini merupakan tradisi masyarakat adat yang dilakukan secara terbatas, mengikuti aturan adat, memperhatikan musim, membuat sekat bakar, serta diawasi bersama agar api tidak merembet.
Menyamakan seluruh kebakaran dengan praktik manugal justru mengabaikan kompleksitas persoalan di lapangan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2024 menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh aktivitas manusia, tetapi penyebabnya beragam, mulai dari pembukaan lahan yang tidak terkendali, kelalaian, hingga kondisi cuaca ekstrem yang mempercepat penyebaran api.
Sejumlah penelitian CIFOR-ICRAF 2023 juga menunjukkan bahwa pengelolaan lahan berbasis pengetahuan lokal dapat menjadi bagian dari solusi jika dijalankan sesuai aturan adat dan didukung pengawasan yang baik.
Karena itu, upaya pencegahan karhutla seharusnya berfokus pada praktik yang benar-benar berisiko, bukan menggeneralisasi kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
(Credit Foto : Rangga, Bakesah Lewu Itah 2024)
dayak dayakkalteng lingkunganhidup