Yayasan Tambuhak Sinta

Yayasan Tambuhak Sinta YTS works to create sustainable, balanced and equitable development. https://tambuhaksinta.com/

YTS was established in 1997 by the mineral exploration company, PT Kalimantan Surya Kencana, together with representatives of local Dayak people. The company has been working with local communities since it began exploring in the area over 30 years ago. Establishing the foundation was a means of formalizing its commitment to the local people. YTS focuses on strengthening governance and sustainable community development in areas affected by extractive industries. The emphasis is on creating meaningful partnerships between communities, local government, extractive companies, and civil society organisations. YTS works on institutional and capacity development within communities and local government, with a strong emphasis on improving sustainable economic livelihood development. The foundation also has environmental conservation mission, especially though improving the practices of artisanal and small-scale gold mining (ASGM) in Indonesia. In the last 10 years, YTS has conducted a wide range of activities to promote appropriate technology for better ASGM practices and to prevent the release of mercury into the environment in order to protect human health, especially those living in ASGM communities.

Di tanggal 5 September 2026, YTS mengadakan semi-annual board meeting, di mana setiap program dan support unit menyampai...
10/09/2026

Di tanggal 5 September 2026, YTS mengadakan semi-annual board meeting, di mana setiap program dan support unit menyampaikan kegiatan, capaian dan tantangan selama semester pertama.

31/08/2026

Selama satu tahun, YTS bersama mendampingi 14 petani di Bukit Batu menerapkan agroforestri melalui 🌱

Melalui agroforestri, petani belajar memperkuat mata pencaharian sekaligus memulihkan keanekaragaman hayati dan menghadapi dampak cuaca ekstrem terhadap pertanian.

Proyek resmi berakhir melalui lokakarya pada 26 Agustus 2026, namun semangat untuk melanjutkan praktik ini terus tumbuh. Bahkan, beberapa petani mulai melihat hasil panen yang lebih baik dan berencana memperluas lahan agroforestri mereka.

🌿 Proyek boleh berakhir, tetapi perubahan terus tumbuh.

Selama satu tahun, YTS bersama   (YUM) mendampingi 14 petani di Bukit Batu melalui program agroforestri dalam kerangka ....
28/08/2026

Selama satu tahun, YTS bersama (YUM) mendampingi 14 petani di Bukit Batu melalui program agroforestri dalam kerangka . Program ini bertujuan memperkuat mata pencaharian masyarakat melalui pemulihan keanekaragaman hayati, sekaligus membantu petani menghadapi cuaca ekstrem yang semakin memengaruhi hasil pertanian.

Setelah beberapa bulan menerapkan agroforestri, beberapa petani mulai merasakan manfaatnya melalui hasil panen yang lebih baik. Antusiasme untuk melanjutkan praktik ini pun semakin kuat.

Proyek resmi berakhir melalui lokakarya pada 26 Agustus 2026, yang mempertemukan petani, pemangku kepentingan, dan pemerintah Kecamatan Bukit Batu untuk membahas hasil kegiatan dan rencana tindak lanjut. Pemerintah kecamatan juga menyampaikan harapan agar Bukit Batu dapat memiliki komoditas unggulan, seperti kopi Liberika dan kakao.

Bagi Ibu Karlina, agroforestri bukan sekadar bagian dari proyek:
“Saya sangat tertarik dan bersemangat untuk menanam kopi di lahan agroforestri saya sendiri. Setelah memiliki dana, saya berencana membuka bagian lain dari lahan dan mulai menanam kopi.”

🌿 Inilah perubahan yang ingin YTS tumbuhkan—perubahan yang terus berjalan bahkan setelah proyek berakhir. Ketika pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan diberikan kepada masyarakat, mereka menjadi lebih siap untuk membangun masa depan mereka sendiri.

Pagi ini, Wandy Tuturoong, Direktur Yayasan Tambuhak Sinta (YTS), menjadi pembicara dalam side event UNCCD COP17 “From t...
22/08/2026

Pagi ini, Wandy Tuturoong, Direktur Yayasan Tambuhak Sinta (YTS), menjadi pembicara dalam side event UNCCD COP17 “From the Ground Up: Frontline Voices on Land Restoration” di Ulaanbaatar, Mongolia.

Berbekal pengalaman YTS dalam restorasi gambut berbasis masyarakat dan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, Wandy berbagi pengalaman kami dalam menerapkan pendekatan Kemitraan Multipihak (Multi-Stakeholder Partnership/MSP) untuk mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan di lahan gambut. Pendekatan ini mempertemukan masyarakat, pemerintah, dan berbagai mitra untuk bersama-sama melindungi lanskap unik Indonesia sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat. 🌿🤝

Kami berterima kasih kepada @ atas kesempatan untuk berbagi upaya, pengalaman, dan cerita dari lapangan di Indonesia dalam forum internasional. Merupakan kehormatan bagi kami untuk membawa suara dan pengalaman masyarakat yang bekerja langsung di lapangan ke forum global.

Bagi kami di YTS, kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti memiliki kesempatan...
17/08/2026

Bagi kami di YTS, kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti memiliki kesempatan untuk terbebas dari kemiskinan, membangun penghidupan yang layak, dan menentukan masa depan dengan kekuatan sendiri.

Melalui kerja-kerja pengembangan masyarakat dan pemberdayaan, YTS berjalan bersama masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan kapasitas, mengembangkan usaha dan penghidupan yang berkelanjutan, serta mengelola potensi yang ada di lingkungan mereka.

Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah menciptakan ruang agar masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk mengambil keputusan tentang kehidupan dan masa depan mereka sendiri.

Karena bagi kami, kemerdekaan sejati adalah ketika masyarakat memiliki pilihan dan kemampuan untuk menentukan bagaimana mereka ingin hidup—sejahtera, mandiri, dan tetap menjaga tanah air yang menjadi sumber penghidupan.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. 🇮🇩

Pada tahun 1981, Mansur Geiger, seorang geolog muda, menyusuri Sungai Kahayan untuk mencari sumber daya mineral. Beliau ...
13/08/2026

Pada tahun 1981, Mansur Geiger, seorang geolog muda, menyusuri Sungai Kahayan untuk mencari sumber daya mineral. Beliau tiba di Tumbang Mahuroi, desa terakhir di hulu sungai dan membuatnya sebagai basis kegiatannya. Ia tinggal bersama masyarakat, hidup sederhana seperti mereka, dan menjalin persahabatan yang erat dengan warga—termasuk Bue Sumbin, seorang tetua yang yang kelak menjadi salah satu pendiri YTS

Dari pengalaman itu, Mansur Geiger melihat potensi besar yang dimiliki masyarakat. Yang mereka butuhkan bukan sekadar bantuan, tetapi kesempatan, kepercayaan, dan pendidikan untuk mengembangkan potensi mereka. Inilah semangat yang kemudian menjadi bagian dari lahirnya Yayasan Tambuhak Sinta (YTS): berinvestasi pada manusia dan membangun masyarakat melalui hubungan yang dilandasi kepercayaan. Pada 8 Agustus 2026, Mansur Geiger kembali mengunjungi Desa Tumbang Mahuroi setelah 13 tahun tidak berjumpa dengan masyarakat di sana.

Nama Tambuhak Sinta sendiri diberikan oleh Bue Sumbin. Tambuhak berarti tali yang diikatkan pada tiang yang kuat untuk mengamankan barang yang berharga, sementara Sinta berarti cinta. Sebuah nama yang menggambarkan harapan agar YTS menjadi ikatan yang kuat yang menyatukan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Hingga kini, semangat itu tetap menjadi bagian dari cara YTS bekerja: hadir, tinggal bersama masyarakat, mendengarkan, belajar, dan berjalan bersama mereka untuk jangka panjang.

Ketika usaha masyarakat berkembang, kemampuan mengelolanya menjadi sama pentingnya dengan kemampuan memproduksi dan menj...
31/07/2026

Ketika usaha masyarakat berkembang, kemampuan mengelolanya menjadi sama pentingnya dengan kemampuan memproduksi dan menjual hasil usaha.

Pada 28–31 Juli, Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus Forum Usaha Borneo Nusantara (FUBN) di Bukit Batu. FUBN merupakan asosiasi petani yang telah lama didampingi YTS melalui berbagai program, termasuk agroforestri dan penguatan mata pencaharian.

Dengan kepengurusan baru dan unit usaha yang terus berkembang, pelatihan ini membekali peserta dengan materi tentang tata kelola organisasi, administrasi, manajemen usaha, dan pengelolaan keuangan.

Bagi banyak peserta, pelatihan ini membuka wawasan baru sekaligus membantu mereka mengenali kekuatan dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam mengelola organisasi maupun usaha.

Salah satu peserta, Ibu Dadawati, Pokja Pemasaran FUBN, mengatakan:

"Materinya mudah dipahami. Meskipun sebelumnya kami pernah mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menyegarkan kembali pengetahuan kami. Kami jadi lebih memahami apa yang masih perlu kami perbaiki dalam mengelola usaha."

Pelatihan mungkin hanya berlangsung empat hari, tetapi membangun usaha masyarakat yang kuat membutuhkan proses belajar dan pendampingan yang berkelanjutan. 🌱

Bagaimana Bukit Batu dapat menjadi penggerak kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya di Palangka Raya tanpa mengorbankan ke...
24/07/2026

Bagaimana Bukit Batu dapat menjadi penggerak kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya di Palangka Raya tanpa mengorbankan kelestarian lingkungannya?

Pertanyaan tersebut menjadi fokus dalam Green Talk Show bertema "Potensi Bukit Batu sebagai Penggerak Kemajuan Sosial, Ekonomi, dan Budaya di Palangka Raya" yang diselenggarakan oleh Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) pada 18 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian Bukit Batu Festival di Muhammad Subuh Centre, Eco Village.

Dipandu oleh moderator Eva Merdekawati dari YTS, diskusi menghadirkan narasumber dari Bapperida Kota Palangka Raya, Borneo Nature Foundation (BNF), CIMTROP Universitas Palangka Raya, Yayasan Permakultur Kalimantan (YPK), dan PT Bumibaru Indonesia Jaya. Berbagai perspektif dibahas, mulai dari potensi Bukit Batu, arah pembangunan kawasan, pelestarian keanekaragaman hayati, keterlibatan masyarakat lokal, hingga peluang investasi yang tetap menjaga lingkungan dan budaya setempat.

Melalui dialog ini, para narasumber menekankan bahwa pengembangan Bukit Batu memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan semangat tersebut, Bukit Batu diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan yang mampu mendorong kemajuan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.
@

Selamat Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya & ke-69 Kota Palangka Raya! 🏙️✨Sejak tahun 2009, Yayasan Tambuhak ...
17/07/2026

Selamat Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya & ke-69 Kota Palangka Raya! 🏙️✨

Sejak tahun 2009, Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) telah hadir dan berkomitmen mendampingi masyarakat di wilayah Bukit Batu dalam pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, khususnya bersama para petani lokal.

Perjalanan panjang selama belasan tahun ini membuktikan bahwa "Palangka Raya Kota Kolaborasi" bukan sekadar tema, melainkan kerja nyata yang konsisten di lapangan. Penguatan kapasitas KUB dan FUBN, penerapan pertanian ramah lingkungan, dan peningkatan ekonomi kreatif berbasis komunitas merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan sumber daya manusia dalam mewujudkan kemandirian kota ini.

Mari bersama-sama kita jaga semangat gotong royong ini demi mewujudkan Palangka Raya Semakin Keren, mandiri, dan sejahtera dari pinggiran hingga ke pusat kota! 🤝💚💪

Sebagai mitra dalam Program Kemitraan Multipihak (Multi-Stakeholder Partnership/MSP) yang didukung oleh GIZ, Prisilia Ok...
09/07/2026

Sebagai mitra dalam Program Kemitraan Multipihak (Multi-Stakeholder Partnership/MSP) yang didukung oleh GIZ, Prisilia Oktaviyani (Lia) berkontribusi lebih dari sekadar membagikan keahliannya. Melalui perusahaannya, PT Indonesia Tana Utama, Lia mendukung pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan gambut melalui produk pangan bernilai tambah.

Pada 26 Juni 2026, Lia memberikan pelatihan kepada tujuh perempuan dari Desa Pilang tentang pengolahan ikan gabus menjadi produk pangan siap jual. Pelatihan diawali dengan sesi teori mengenai alur produksi, standar kebersihan dan sanitasi, pengendalian mutu, serta potensi bisnis produk olahan ikan gabus. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung, mulai dari mengolah ikan gabus hidup, memfillet, menggiling, hingga mengemas produk menggunakan vacuum sealer.

Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha. Apabila para peserta membentuk kelompok usaha, Lia menyatakan kesediaannya untuk membeli produk yang mereka hasilkan, sehingga membuka akses pasar sejak awal.

Mengenai pentingnya pelatihan ini, Lia mengatakan:

"Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi perempuan di Desa Pilang. Tidak setiap hari masyarakat memperoleh dukungan sekaligus dari pemerintah dan sektor swasta. Melalui kolaborasi ini, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan dalam pengolahan pangan, tetapi juga akses terhadap pendampingan, peluang pasar, dan jaringan para mitra yang berkomitmen mendukung keberhasilan mereka."

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana pendekatan Kemitraan Multipihak (MSP) mempertemukan masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil untuk bersama-sama mengembangkan mata pencaharian yang ramah gambut, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mendukung upaya pelestarian ekosistem gambut.

Address

Jalan Rajawali VII Srikandi III No. 100
Palangkaraya
73112

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+625363237184

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Tambuhak Sinta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Tambuhak Sinta:

Share