Insan Hutan Indonesia

Call Directions Website Contact the organization

Insan Hutan Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Insan Hutan Indonesia, Nonprofit Organization, Jalan Simpei Karuhei IV No. 2, Palangkaraya.

www.insanhutan.org >> YIHUI Insan Hutan Indonesia ««®»» Selamatkan Hutan Hujan Indonesia ««®»» Menjaga Kelestarian Hutan Jaminan untuk Kehidupan yang Lebih Baik. Hutan, Menyelamatkan Masa Depan.

Ya Rabb...Sungguh telah kami kerahkan segala daya dan upaya yang kami punya untuk memadamkan api di hutan dan lahan gamb...
26/08/2026

Ya Rabb...
Sungguh telah kami kerahkan segala daya dan upaya yang kami punya untuk memadamkan api di hutan dan lahan gambutMu ini. Meskipun berjalan dengan beban berat, sesaknya nafas, panasnya bara, dan dalamnya gambut, kami merasa upaya kami amat kecil dan tak berarti..

​Kami sadar, Ya Rabb.. pada situasi saat ini, tak ada selang dan alat pemadam kmi yang mampu menjangkau seluruh penjuru lahan gambut dan hutan Mu yang luas, tak mampu kami menyelamatkan jutaan mahluk ciptaan mu yg hidup didalamnya.

Ya Allah.. Hanya Engkaulah yang dapat menurunkan tentara air dari langitMu, hujan yang melimpah nan penuh Rahmat, yang merata membasahi seluruh Kalimantan hingga ke pelosok bumi yang tak terjangkau oleh kami, hujan yang memadamkan api, yang menyejukkan bumi, yang membersihkan langit kami dari malapetaka kabut asap ini,, bukan hujan yang membawa murka.

Ya Rahman.. hanya dengan kemurahanMu lah kami mengharapkan pertolongan.

Dan untuk mereka yang karena kerakusan dan ketamakannya sengaja membakar dan merusak alam titipanMu, juga untuk mereka yang diberi amanah kekuasaan namun lalai dan abai menjaga ciptaanMu, kami serahkan sepenuhnya kepada keadilanMu, Ya Adl.. Ya Haqq.. Bukakanlah hati mereka dengan hidayahMu, atau hentikanlah kezaliman mereka dengan caraMu yang paling adil, agar hutan kami selamat.

Ya Rahim.. ​Ampunilah dosa kami yang mungkin menjadi sebab tertahannya rahmat hujanMu.. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

dijalan HM. Arsyad : Sampit - Samuda 26 Agustus 2026

21/08/2026

Hutan-hutan di wilayah Desa Kubung samapai saat ini masih tetap Asri dan Bebas dari bencana Kebakaran berkat Penjagaan Masyarakat Adat Dayak Tomun

Kondisi ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat adat Dayak Tomun Kubung yang secara turun-temurun menjaga dan merawat hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka.

Bagi masyarakat Dayak Tomun, hutan bukan hanya sekadar hamparan pohon. Hutan adalah sumber kehidupan, dan penghasilan bagi mereka; berburu, meramu, mencari ikan, rotan, damar, bahkan buah kembang semangkok yang sekarang lagi trend dan harganya cukup tinggi dan aktifitas berladang di area yang oleh masyarakat Dayak Tomun disebut Penyaduan. Karena ketergantungan itulah, masyarakat memiliki tanggung jawab secara moril dan spritual untuk menjaga hutan agar tetap lestari sepanjang masa.

Sistem penjagaan dilakukan secara kolektif. Setiap keluarga besar memiliki penyaduan yang ditandai dengan potungguan atau pondok kecil dan pengampung berupa pohon buah-buahan. Melalui sistem angguhan atau marga, batas dan tanggung jawab pengelolaan hutan sudah jelas sejak dulu.

Berbeda dengan banyak wilayah lain yang sering mengalami kebakaran hutan dan pembukaan lahan secara besar-besaran, di Desa Kubung praktik tersebut tidak terjadi. Masyarakat menolak keras segala bentuk perusakan hutan. Mereka percaya, jika hutan rusak maka sumber pangan, air, dan identitas budaya mereka juga akan hilang.

Menjaga hutan berarti menjaga masa depan. Dan di Kubung, masa depan itu dijaga oleh tangan-tangan terampil Masyarakat Adat Dayak Tomun.

Setelah Durian, Warga Laman Kubung Kini Diberkahi Buah Lapik Butung Yang Bernilai EkonomiLAMAN KUBUNG, KALIMANTAN TENGAH...
11/08/2026

Setelah Durian, Warga Laman Kubung Kini Diberkahi Buah Lapik Butung Yang Bernilai Ekonomi

LAMAN KUBUNG, KALIMANTAN TENGAH — Suasana hutan di sekitar Laman Kubung kembali ramai. Setelah sebelumnya warga sibuk menyambut musim durian, kini mereka kembali memasuki hutan dengan tujuan yang berbeda. Bukan lagi durian yang dicari, melainkan buah yang selama bertahun-tahun nyaris tidak pernah dianggap penting: lapik butung.
Buah yang bagi sebagian warga dulu hanya dipandang sebagai bagian biasa dari kekayaan hutan itu kini berubah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Harganya disebut mencapai sekitar Rp100.000 per kilogram, membuat warga berbondong-bondong mencarinya hingga ke dalam hutan.
Pemandangan itu sekaligus menghadirkan kesadaran baru bagi masyarakat Laman Kubung. Hutan yang selama ini mereka pertahankan ternyata menyimpan begitu banyak sumber kehidupan, bahkan dari pohon-pohon yang sebelumnya tidak pernah mereka anggap bernilai secara ekonomi.
“Saya baru menyadari bahwa ternyata ini salah satu manfaat hutan yang selama ini kami jaga,” tutur Derio, seorang guru di Laman Kubung.
Derio tidak hanya mengajar. Setelah menyelesaikan kewajibannya di sekolah, ia ikut masuk hutan bersama warga mencari lapik butung. Dalam satu kali masuk hutan, ia bisa memperoleh sekitar 4–5 kilogram.
Jika dihitung dengan harga Rp100.000 per kilogram, hasil tersebut dapat mencapai sekitar Rp400.000–Rp500.000 dalam sekali mencari.
“Hasilnya cukup,” kata Derio.
Bagi masyarakat kota, angka itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang hidup dekat dengan hutan, hasil tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar. Mereka tidak perlu menebang pohon, membuka lahan baru, atau mengubah hutan menjadi perkebunan untuk mendapatkan penghasilan.
Mereka cukup mengambil apa yang sedang diberikan hutan.
Musim lapik butung kali ini seolah menjadi pengingat bahwa nilai sebuah hutan tidak selalu dapat dihitung dari kayu yang bisa ditebang atau luas lahan yang bisa dibuka. Ada buah-buahan, madu, rotan, tanaman obat, air, serta berbagai sumber pangan yang tumbuh dan berkembang ketika hutan tetap berdiri.
Bagi warga Laman Kubung, menjaga hutan bukan sekadar persoalan mempertahankan pepohonan. Hutan adalah ruang hidup yang terus memberikan kejutan.
Kemarin durian.
Hari ini lapik butung.
Dan mungkin, besok akan ada lagi hasil hutan lain yang baru mereka sadari nilainya.
Apa yang terjadi di Laman Kubung memperlihatkan satu hal sederhana: hutan yang dijaga tidak pernah benar-benar diam. Ia terus bekerja, memberi kehidupan, dan pada waktunya memberikan hasil kepada mereka yang memilih untuk merawatnya.

Happy International Day of the World's Indigenous Peoples!!!Today, on August 9th, we honor the wisdom, resilience, and d...
09/08/2026

Happy International Day of the World's Indigenous Peoples!!!

Today, on August 9th, we honor the wisdom, resilience, and deep connection of Indigenous Peoples "the true guardians of our forests".

Yayasan Insan Hutan Indonesia (YIHUI) stand in solidarity with forest communities who have protected biodiversity for generations. Their knowledge is not just heritage,,, it's our future!!!

Let's protect their rights, preserve their culture, and secure their forests.

Photo by: Safrudin Mahendra, taken in the customary territory of the Dayak Tomun community in Kubung Village, where the indigenous people are still fighting for recognition from the Government.

Hutan di pandang pelan namun pasti  terus menunjukan cintaNya.Masyarakat Adat laman Kubung di hebohkan dengan buah yang ...
07/08/2026

Hutan di pandang pelan namun pasti terus menunjukan cintaNya.
Masyarakat Adat laman Kubung di hebohkan dengan buah yang satu ini,

06/08/2026
06/08/2026

Ironisnya, di tengah berbagai pidato tentang pembangunan hijau, penebangan dan pembukaan lahan masih terus terjadi. Kita sering memuji kekayaan alam Kalimantan, tetapi lupa bahwa kekayaan itu tidak akan berarti bila yang tersisa hanya cerita dan kenangan. Anak cucu kelak mungkin hanya mengenal hutan Kalimantan dari foto, lagu, dan tuturan para tetua.
Sisa hutan Kalimantan adalah peringatan keras bagi manusia.
Alam memiliki batas kesabaran. Jika hutan terakhir ini gagal dijaga, maka banjir, kekeringan, udara panas, dan hilangnya sumber kehidupan akan menjadi warisan yang kita tinggalkan. Karena itu, setiap pohon yang masih berdiri hari ini sesungguhnya sedang meminta satu hal sederhana kepada kita, jangan biarkan ia menjadi pohon terakhir.

Buah kembayau adalah buah hutan khas Kalimantan yang memiliki bentuk lonjong, kulit berwarna ungu kehitaman atau hitam k...
06/08/2026

Buah kembayau adalah buah hutan khas Kalimantan yang memiliki bentuk lonjong, kulit berwarna ungu kehitaman atau hitam kebiruan, serta daging buah bertekstur lembut dengan rasa gurih berlemak.





04/08/2026

Negara Api yang membawa serta pasukan asap dan partikel2 beracun (PM2.5, CO, CO2, dll) mengepung kota Sampit semingguan ini.. diharap seluruh warga melindungi diri dengan masker, tidak keluar rumah, atau ungsikan dulu anak anak balita dan orang tua rentan ketempat yang aman..

Address

Jalan Simpei Karuhei IV No. 2
Palangkaraya
73112

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Insan Hutan Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Insan Hutan Indonesia:

Share