The Borneo Institute

The Borneo Institute The Borneo Institute is a Non-profit Organization based in Palangka Raya, Central Kalimantan, Indonesia. Our office is in Palangka Raya, Central Kalimantan.

We work together with indigenous people in Central Borneo We, the Borneo Institute, are a platform for people dedicated to the communities of Central Kalimantan (Indonesia), its environment and culture! Closely cooperating with the people of the island, we devise ways to adress the communities' needs with projects focusing on rural development, education and international exchange. We have been wo

rking together since 2004 and in 2007 we established the Borneo Institute to have a framework for our ideas and projects. You can reach us there, learn more about our projects and activities and read our extensive book collection. If we are not in the field, our doors are always open for visitors, so do not hesitate to drop by anytime!

๐ŸŒพ Mengapa Kedaulatan Pangan Itu Penting?Kedaulatan pangan merupakan konsep penting dalam menjawab persoalan sistem panga...
03/06/2026

๐ŸŒพ Mengapa Kedaulatan Pangan Itu Penting?

Kedaulatan pangan merupakan konsep penting dalam menjawab persoalan sistem pangan saat ini, yang tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada siapa yang mengendalikan, memproduksi, dan menentukan arah sistem pangan itu sendiri. Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, kedaulatan pangan menegaskan hak masyarakat untuk mengelola sistem pangannya secara mandiri sesuai dengan kebutuhan lokal, budaya, serta kondisi lingkungan setempat.

Namun, dalam praktiknya, kedaulatan pangan menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks. Mulai dari ketimpangan penguasaan lahan, kerusakan lingkungan, ketergantungan pada sarana produksi dari luar, hingga tekanan perubahan iklim yang semakin memengaruhi hasil pertanian. Selain itu, melemahnya sistem pangan lokal dan rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian turut memperkuat kerentanan sistem pangan saat ini.

Oleh karena itu, penguatan kedaulatan pangan tidak dapat dilepaskan dari peran kita bersama. Mulai dari memperkuat sistem pangan lokal, mendukung petani kecil, hingga mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan dan kemandirian pangan. Kedaulatan pangan dimulai dari kita, dari kesadaran untuk lebih menghargai pangan, memahami proses di baliknya, serta mengambil peran melalui pilihan konsumsi sehari-hari. Dari langkah kecil tersebut, kita dapat bersama-sama membangun arah sistem pangan yang lebih adil, berkelanjutan, dan berdaulat.

๐ŸŒ Kalimantan Makin Botak?Kalimantan, yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia, kini menghadapi laju deforestasi y...
20/05/2026

๐ŸŒ Kalimantan Makin Botak?

Kalimantan, yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia, kini menghadapi laju deforestasi yang terus meningkat. Pada 2025, berdasarkan laporan Auriga Nusantara, Kalimantan menjadi wilayah dengan kehilangan hutan terbesar di Indonesia, mencapai lebih dari 158 ribu hektar, semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Kerusakan ini terjadi akibat pembukaan lahan, penebangan liar, kebakaran hutan, hingga aktivitas penambangan yang terus menekan kawasan hutan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh alam, tetapi juga manusia. Hilangnya hutan menyebabkan krisis iklim semakin parah, meningkatkan risiko banjir dan longsor, memicu kabut asap, serta mengancam sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada hutan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, Kalimantan perlahan akan kehilangan keseimbangan ekologis yang selama ini menjaga kehidupan tetap lestari.

Hutan bukan hanya bagian dari alam, tetapi juga bagian dari kehidupan manusia. Menyebarkan informasi, meningkatkan kepedulian, dan menjaga lingkungan sekitar menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama untuk menjaga Kalimantan tetap lestari. Karena Kalimantan bukan hanya warisan dari nenek moyang kita, tetapi titipan untuk anak cucu kita.

18/05/2026

Karungut merupakan seni sastra lisan khas masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Berasal dari kata karunya dalam Bahasa Sangiang yang berarti tembang atau nyanyian, karungut pada mulanya dilantunkan dalam upacara suci Agama Kaharingan sebagai kidung sakral yang sarat makna spiritual.

Dalam perkembangannya, karungut tidak lagi hanya hadir dalam ritual adat, tetapi juga menjadi media hiburan, nasihat, hingga penyampaian pesan sosial di tengah masyarakat. Syairnya dibawakan dengan irama khas dan biasanya diiringi alat musik tradisional seperti kecapi, gong, hingga suling yang membuat setiap lantunannya terasa lebih hidup dan berkarakter. Isi syair karungut pun dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari cerita, petuah, hingga nilai-nilai budaya masyarakat Dayak.

Hingga kini, karungut masih sering ditampilkan dalam festival budaya, penyambutan tamu, dan berbagai kegiatan masyarakat sebagai upaya menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal generasi muda. Di balik setiap syair yang dilantunkan, karungut bukan hanya tentang seni pertunjukan, tetapi tentang cara masyarakat Dayak menjaga ingatan, nilai kehidupan, dan jati diri budayanya di tengah perubahan zaman.


Borneo Institute (BIT) bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) menggelar Fo...
01/05/2026

Borneo Institute (BIT) bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal dalam penguatan komoditas lokal di Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22โ€“27 April 2026 di tingkat desa dan kecamatan, serta dilanjutkan pada 30 April 2026 di tingkat kabupaten, sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terbangun proses yang saling terhubung dari tingkat tapak hingga perumusan arah kebijakan.

FGD ini merupakan bagian awal dari pelaksanaan Kaleka Project, sebuah program kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat keterpaduan antara ekologi, budaya, pertanian, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Lebih dari sekadar program, inisiatif ini membawa semangat untuk menjaga warisan alam, pengetahuan lokal, serta cara hidup masyarakat agar tetap lestari, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kehidupan saat ini dan masa depan.

Dalam pelaksanaannya, proses diskusi dimulai dari tingkat desa dan kecamatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat yang terlibat langsung di lapangan, kemudian dilanjutkan di tingkat kabupaten dengan menghadirkan pemangku kebijakan dan pihak terkait. Dari ruang-ruang diskusi ini, suara, pengalaman, dan harapan masyarakat saling bertemu, membuka pemahaman yang lebih utuh tentang kondisi nyata sekaligus arah yang ingin dicapai bersama.

Melalui pemaparan, diskusi, dan perumusan bersama, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memvalidasi data, menyelaraskan pemahaman, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang konkret dan kolaboratif. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan keyakinan bahwa ketika masyarakat dan pemangku kepentingan berjalan bersama, potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas.

28/04/2026

โœจPergelaran Sakula Budaya Desa Tanjung Riu

Sebagai wujud komitmen dalam pemberdayaan generasi muda, Borneo Institute kembali menyelenggarakan kegiatan Pergelaran Sakula Budaya pada Jumat, 24 April 2026 di Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, dengan dukungan dari Yayasan Good Forest Indonesia . Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas beserta perwakilan dari dinas-dinas terkait sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya penguatan kapasitas generasi muda.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak usia 8 hingga 14 tahun yang tergabung dalam Sakula Budaya Desa Tanjung Riu. Melalui rangkaian proses pembelajaran, peserta tidak hanya dikenalkan pada seni dan budaya, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan serta nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.

Sebagai bagian dari proses belajar tersebut, para peserta menampilkan beragam pertunjukan dengan penuh semangat, meliputi Tari Dayak, Silat Dayak, Karungut, serta pembacaan sajak. Penampilan ini menjadi bentuk ekspresi sekaligus hasil dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani, yang disambut dengan antusias dan hangat oleh masyarakat Desa Tanjung Riu.

Kegiatan ini turut terlaksana melalui sinergi bersama Pemerintah Desa Tanjung Riu serta dukungan dari berbagai pihak terkait yang berperan dalam mendukung jalannya kegiatan. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

13/04/2026

Rapat Koordinasi Kaleka Project Bersama Pemerintah Kabupaten Gunung Masโœจ

Borneo Institute (BIT) bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) serta Pemerintah Kabupaten Gunung Mas secara resmi melaksanakan rapat koordinasi mengenai Kaleka Project pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan dihadiri oleh perwakilan dinas/instansi, peneliti, serta mitra terkait. Momentum ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan kolaborasi program kepada para pemangku kepentingan serta membangun pemahaman bersama terkait inisiatif yang akan dijalankan.

Melalui forum ini, para pihak yang terlibat memperoleh gambaran umum mengenai Kaleka Project sekaligus ruang untuk menyampaikan tanggapan, diskusi, dan pertanyaan secara terbuka. Kegiatan ini menjadi titik awal penguatan sinergi antara Borneo Institute, LPPSLH, dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas.


02/04/2026

โœจ Pergelaran Sakula Budaya Desa Sebangau Mulya

Sebagai wujud komitmen dalam pemberdayaan generasi muda, Borneo Institute menyelenggarakan kegiatan Pergelaran Sakula Budaya pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Desa Sebangau Mulya, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, dengan dukungan dari Yayasan Good Forest Indonesia . Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, S.IP., M.A.P., beserta rombongan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya penguatan kapasitas generasi muda di tingkat desa.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak usia 8 hingga 14 tahun yang tergabung dalam Sakula Budaya Desa Sebangau Mulya. Melalui rangkaian proses pembelajaran, peserta tidak hanya dikenalkan pada seni dan budaya, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan serta nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Sementara itu, peserta Sakula Budaya dari Desa Sebangau Permai turut berpartisipasi dalam memeriahkan jalannya kegiatan.

Sebagai bagian dari proses belajar tersebut, para peserta menampilkan beragam pertunjukan dengan penuh semangat, meliputi Tari Reog dan Jatilan, Tari Zapin Melayu, Pembacaan Sajak, Tari Dayak, Tari Kreasi Jawa Tengah, Tari Jawa, serta Tari Manasai yang dibawakan bersama seluruh peserta dan hadirin. Penampilan ini menjadi bentuk ekspresi sekaligus hasil dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani, yang disambut dengan antusias dan hangat oleh masyarakat Desa Sebangau Mulya.

Kegiatan ini turut terlaksana melalui sinergi bersama Pemerintah Desa Sebangau Mulya, Pemerintah Kecamatan Sebangau Kuala, serta Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau yang berperan dalam mendukung jalannya kegiatan. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Borneo Institute mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™Di hari Idul Fitri ini, mari memperkuat kepedulian, so...
20/03/2026

Borneo Institute mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™

Di hari Idul Fitri ini, mari memperkuat kepedulian, solidaritas, dan komitmen untuk merawat kemanusiaan, memperjuangkan kesetaraan, serta menjaga keberlanjutan alam.

Semoga semangat hari kemenangan ini semakin menguatkan langkah bersama dalam berkontribusi dan menghadirkan dampak positif bagi masa depan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari refleksi dan perbaikan diri, kami menyampaikan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin ๐Ÿ™๐Ÿป

Serangan terhadap pejuang HAM, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan de...
17/03/2026

Serangan terhadap pejuang HAM, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan demokrasi. Tindakan kekerasan ini tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai rasa aman para pembela hak asasi manusia yang berjuang untuk menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak setiap warga negara.

Negara memiliki tanggung jawab penuh untuk menegakkan hukum secara transparan dan tegas atas peristiwa ini. Pengusutan yang menyeluruh terhadap pelaku dan pihak-pihak yang terlibat harus dilakukan tanpa kompromi. Masyarakat pun memiliki peran penting untuk bersatu menolak intimidasi terhadap aktivis dan aktif memastikan kebebasan sipil tetap terlindungi.

Borneo Institute (BIT) Dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Lingkungan Hidup (LPPSLH)  melakukan penelit...
08/02/2026

Borneo Institute (BIT) Dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Lingkungan Hidup (LPPSLH) melakukan penelitian baseline data ekonomi.

Dr. Barid Hardiyanto, S.Sos., M.Si. dan Muhajir Fajar Akhmad berdiskusi di Kantor Borneo Institute dengan kawan-kawan BIT.

Rangkaian kegiatannya adalah penelitian lapangan dengan survei lapangan yang dilakukan oleh tim yang menghasilkan arah pengembangan aspek ekonomi di Kaleka Project di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Gunung Mas.

Diskusi difokuskan pada penguatan pendekatan ekonomi berbasis masyarakat sebagai bagian dari upaya pengembangan ekonomi hijau dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tindak lanjut dilakukan melalui identifikasi potensi komoditas lokal dan penyusunan langkah kolaboratif secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Address

Jalan Sangga Buana II Selatan No. 63
Palangkaraya
73112

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+625363224793

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when The Borneo Institute posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to The Borneo Institute:

Share