Palangkaraya Ecological & Human Rights Studies

Palangkaraya Ecological & Human Rights Studies PROGRESS adalah lembaga penelitian dan pengembangan kapasitas

Karhutla di Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Sejak 27 Agustus 2026, jumlah titik api terus meningkat dan mulai...
28/08/2026

Karhutla di Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Sejak 27 Agustus 2026, jumlah titik api terus meningkat dan mulai merambat hingga ke kawasan permukiman. Dampaknya kini semakin terasa, dengan kualitas udara di Palangka Raya mencapai level berbahaya akibat kepungan asap. Penggunaan masker N95 atau KN95 sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi aktivitas di luar rumah terutama bagi kelompok rentan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung dari paparan asap, dapat datang ke Rumah Aman Asap atau fasilitas-fasilitas kesehatan

🔥 Kalimantan Tengah dalam pantauan.Dari sebaran hotspot hingga kualitas udara di Palangka Raya, data hari ini menunjukka...
26/08/2026

🔥 Kalimantan Tengah dalam pantauan.

Dari sebaran hotspot hingga kualitas udara di Palangka Raya, data hari ini menunjukkan kondisi yang patut menjadi perhatian.

Hotspot terdeteksi di berbagai wilayah, sementara kualitas udara Palangka Raya berada pada kategori “Tidak Sehat”, dengan AQI mencapai 166 dan PM2.5 sekitar 85 µg/m³.

Ini bukan sekadar titik merah di peta. Di baliknya ada udara yang kita hirup, aktivitas masyarakat yang terganggu, dan ekosistem yang terdampak.

Semoga data ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga mencegahnya sejak awal. 🌳💨

AQI PM25 KabutAsap Lingkungan

Source Foto Slide 1 : NASA Fire Information Resource Management System
Source Foto Slide 2 : Sipongi Kemenhut
Source Foto Slide 3 : https://www.aqi.in/id/dashboard/indonesia/kalimantan-tengah/palangkaraya

KALTENG DARURAT KARHUTLA: WAKTUNYA KITA PEDULI! Untuk saat PROGRESS bersama Serikat Pekerja Sawit Indonesia (SEPASI) dan...
23/08/2026

KALTENG DARURAT KARHUTLA: WAKTUNYA KITA PEDULI!

Untuk saat PROGRESS bersama Serikat Pekerja Sawit Indonesia (SEPASI) dan Serikat Buruh Makin Bersatu (SBMB) telah menyalurkan bantuan masker di area mess perkebunan sawit, TK, SD, Gereja dan Desa Penda Durian Kotawaringin Timur.

Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan lembaga, organisasi dan individu yang sudah berdonasi dan mendukung kami dalam mencari donasi. Kami tetap meminta bantuan dan dukungan dari kawan-kawan semua.

Dukungan yang dibutuhkan:
Masker KN95, ​Oksigen Portabel, ​Vitamin, Susu
​Layanan & kebutuhan kesehatan lainnya
Melalui:
Bank Mandiri
No. Rekening: 1590004778642
Atas Nama: PROGRESS
SWIFT Code: BMRIIDJA
📍 Alamat Penyaluran:
Jl. G.Obos XIX B Gang Mutiara Ujung, Kel. Menteng, Kec. Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalteng (74874)
📞 Narahubung:
Yuni: 0823-2373-4322
Kartika: 0812-5802-8820

Mari bantu sesama rakyat!!

Kalimantan bukan sekadar hamparan hutan yang luas. Ia adalah rumah bagi ribuan jenis satwa, penyimpan karbon, penyangga ...
20/08/2026

Kalimantan bukan sekadar hamparan hutan yang luas. Ia adalah rumah bagi ribuan jenis satwa, penyimpan karbon, penyangga ekosistem, sekaligus bagian penting dari kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hutan, sungai, dan lahan di sekitarnya. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, hutan dan lahan Kalimantan terus mengalami perubahan fungsi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, serta berbagai bentuk pemanfaatan lahan lainnya. Degradasi hutan dan lahan gambut menjadi persoalan serius karena gambut mampu menyimpan karbon dan air dalam jumlah besar. Ketika gambut dikeringkan dan mengalami kerusakan, kemampuan menyimpan air menurun dan kerentanannya terhadap kebakaran meningkat. Pada saat yang sama, hilangnya tutupan hutan dan perubahan bentang alam semakin memperbesar tekanan terhadap ekosistem serta ruang hidup masyarakat.

Memasuki akhir 1990-an hingga 2000-an, pembukaan lahan dan perubahan bentang alam berlangsung dalam skala besar. Ketika kondisi tersebut bertemu dengan musim kemarau panjang dan fenomena El Niño, risiko serta intensitas kebakaran dapat meningkat secara signifikan. Kalimantan mengalami sejumlah episode kebakaran besar, termasuk pada 1997–1998, 2015, dan 2019. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Karhutla bukan semata-mata persoalan musim kemarau atau aktivitas pembakaran, melainkan persoalan yang berkaitan dengan perubahan iklim, kondisi ekologis, perubahan tata guna lahan, serta tata kelola sumber daya alam. Tahun 2026 kembali membawa kekhawatiran karena kondisi iklim yang kering dan panas dapat meningkatkan kerentanan terhadap Karhutla. Istilah “Godzilla” yang digunakan untuk menggambarkan El Niño tahun ini menjadi pengingat bahwa kondisi iklim yang semakin ekstrem perlu dihadapi dengan kewaspadaan serius. Namun, El Niño bukan satu-satunya penyebab Karhutla. Risiko kebakaran menjadi jauh lebih besar ketika kondisi kering dan panas bertemu dengan lanskap yang telah mengalami deforestasi, degradasi gambut, dan perubahan fungsi lahan.

Merdeka, tapi Belum Bebas Bernapas.Di tengah riuk kemerdekaan, warga Kalteng justru terkepung kabut asap. Udara Palangka...
17/08/2026

Merdeka, tapi Belum Bebas Bernapas.

Di tengah riuk kemerdekaan, warga Kalteng justru terkepung kabut asap. Udara Palangkaraya masuk kategori Buruk (AQI 149) dan lebih dari 58 ribu warga terserang ISPA akibat karhutla yang tak kunjung usai.

Puluhan tahun berlalu, hak dasar atas udara bersih masih mahal. Kemerdekaan seharusnya dirasakan semua, bukan cuma mereka yang berudara segar.

Danau Sembuluh bukan sekadar hamparan air yang membentang di Kalimantan Tengah. Danau ini merupakan sumber kehidupan bag...
29/07/2026

Danau Sembuluh bukan sekadar hamparan air yang membentang di Kalimantan Tengah. Danau ini merupakan sumber kehidupan bagi ribuan masyarakat, habitat bagi berbagai jies ikan dan satwa liar, serta bagian penting dari keseimbangan ekosistem yang telah menopang kehidupan selama bertahun-tahun.

Baca selengkapnya: https://progress.or.id/danau-sembuluh-merawat-ekosistem-menopang-kehidupan/

DANAU SEMBULUH: MERAWAT EKOSISTEM, MENOPANG KEHIDUPANDanau Sembuluh bukan sekadar hamparan air yang membentang di Kalima...
29/07/2026

DANAU SEMBULUH: MERAWAT EKOSISTEM, MENOPANG KEHIDUPAN

Danau Sembuluh bukan sekadar hamparan air yang membentang di Kalimantan Tengah. Danau ini merupakan sumber kehidupan bagi ribuan masyarakat, habitat bagi berbagai spesies ikan dan satwa liar, serta bagian penting dari keseimbangan ekosistem yang telah menopang kehidupan selama bertahun-tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai perubahan mulai terlihat. Penurunan kualitas air, sedimentasi, perubahan penggunaan lahan, hingga berkurangnya kawasan bernilai konservasi tinggi menjadi tantangan yang semakin nyata dan membutuhkan perhatian bersama.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi di Danau Sembuluh, dan mengapa kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama? Dokumen ini menghadirkan potret kondisi Danau Sembuluh melalui berbagai temuan lapangan, mulai dari kualitas air, perubahan penggunaan lahan, hingga upaya kolaboratif yang dilakukan untuk menjaga dan memulihkan ekosistem.

Selamat Hari Raya Idul Adha bagi kawan-kawan semua yang merayakan
27/05/2026

Selamat Hari Raya Idul Adha bagi kawan-kawan semua yang merayakan

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 202) ini. Melihat dari sisi yang berbeda, sebuah Ironi tak bisa di...
02/05/2026

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 202) ini. Melihat dari sisi yang berbeda, sebuah Ironi tak bisa disembunyikan. Di provinsi yang kaya sumber daya seperti Kalimantan Tengah, akses pendidikan yang layak masih belum merata. Banyak sekolah kekurangan tenaga pengajar, infrastruktur terbatas, dan distribusi pendidikan yang timpang antara kota dan pedalaman.

Kebijakan sering kali terdengar baik di atas kertas, tetapi di lapangan, realitasnya berbeda.

Bahkan sehari setelah peringatan Hari Buruh Internasional, lagi-lagi ini soal buruh sawit. Anak-anak buruh sawit ini tidak kekurangan semangat yang mereka kekurangan adalah kesempatan yang adil dalam hal pendidikan.

Pada bulan Desember & Januari lalu. PROGRESS bersama media mendukumentasikan situasi pendidikan di pedesaan. Silakan bisa diakses untuk membaca full ya kawan-kawan.

Pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 Palangkaraya Ecological & Human Rights Studies (PROGRESS) menyampaikan tun...
01/05/2026

Pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 Palangkaraya Ecological & Human Rights Studies (PROGRESS) menyampaikan tuntutan!!

Address

Jalan G Obos XIXB, Jln. Mutiara Ujung, Kel. Menteng Kec. Jekan Raya
Palangkaraya
73111

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Palangkaraya Ecological & Human Rights Studies posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Palangkaraya Ecological & Human Rights Studies:

Shortcuts

Share