Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia didirikan pada tahun 1957 yang bertujuan untuk mewujutkan keluarga bertanggung jawab karena PKBI percaya bahwa keluarga adalah pilar utama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Keluarga yang dimaksud ialah keluarga yang bertanggung jawab dalam dimensi kelahiran, pendidikan, kesehatan kesejahteraan dan masa depan. Sama halnya, kepedulian tentang kondi
si tersebut diatas juga menjadi pelopor bagi sejumlah relawan di beberapa propinsi untuk mendirikan PKBI. Di Sumatera Barat, PKBI berdiri pada tahun 1974. Hingga sekarang telah melaksanakan berbagai program. Dimensi :
Dimensi kelahiran artinya bahwa kelahiran anak dalam setiap keluarga terjadi atas keinginan yang direncanakan. Dimensi pendidikan artinya pendidikan dalam setiap keluarga ditujukan seluas-luasnya untuk mengembangkan kemampuan kecerdasan dan kepribadian, dengan memberikan kesempatan yang sama untuk setiap anggota keluarga serta dilaksanakan secara dialogis. Dimensi kesehatan artinya bahwa kesehatan keluarga ditujukan untuk terpenuhinya kebutuhan hidup sehat yang mengutamakan upaya pencegahan dan pembebasan dari ketergantungan obat-obatan kimiawi (lebih prefentif dari pada kuratif). Dimensi kesejahteraan artinya bahwa kesejahteraan itu mencerminkan martabat manusia (human dignity) lebih daripada pemilikan harta (not having but being). Dimensi masa depan artinya bahwa masa depan anak itu ditentukan sendiri dan bukan oleh orang tua atau orang lain. Visi :
• Terwujudnya masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Seksualitas serta hak-hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual yang berkesetaraan dan berkeadilan jender. Strategi :
STRATEGI I: Mengembangkan model-model dan standar pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumbar
Tujuan : Mewujudkan model-model pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berkualitas, komprehensif, dan berorientasi pada hak klien, yang dapat diakses semua orang termasuk kelompok marjinal di Sumbar. Menyediakan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk diffable (seseorang dengan kemampuan berbeda) dan kelompok marjinal termasuk remaja. Menyediakan pelayanan penanganan kehamilan tak diinginkan yang komprehensif yang terjangkau. Mengembangkan standar pelayanan yang berkualitas di semua strata pelayanan, termasuk mekanisme rujukan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi. Mengembangkan program penanganan kesehatan seksual dan reproduksi pada situasi bencana dan situasi darurat lainnya. Mengembangkan model pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi dan keluarga berencana melalui pendekatan pengembangan masyarakat dan ketahanan keluarga. STRATEGI II: Memberdayakan masyarakat dan keluarga untuk memperjuangkan hak seksual dan reproduksi bagi dirinya dan orang lain
Tujuan : Mendorong gerakan masyarakat dan keluarga untuk memperjuangkan pemenuhan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi
Area Program:
a. Mengembangkan standard dan modul pengembangan community organizer untuk Kesehatahn Seksual dan Reproduksi. Mengembangkan Community Organizer (CO) untuk memperjuangkan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi di tingkat Daerah dan Cabang
c. Memfasilitasi organisasi berbasis komunitas dan keluarga dalam bidang kesehatan seksual dan reproduksi. Menyediakan akses informasi, edukasi, konseling dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi bagi semua yaitu anak, remaja, usia produktif maupun lanjut usia
STRATEGI III: Mengembangkan Upaya Pencegahan dan Penanggulangan IMS dan HIV dan AIDS di Sumbar
Tujuan:
a. Memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan percepatan kasus baru HIV, memberikan perlindungan serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di Sumbar
b. Memberikan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi komprehensif yang terintegrasi dengan pelayanan IMS dan HIV. Area Program :
a. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan IMS, HIV dan AIDS serta mengurangi terjadinya stigma dan diskriminasi ODHA. Meningkatkan penjangkauan, pendampingan, VCT bagi populasi kunci (IDUs, WPS dan pelanggannya, MSM, trans-gender) dan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak AIDS
c. Mengintegrasikan kebijakan HIV dan AIDS di tempat kerja
d. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan provider dalam upaya pencegahan dan penanganan IMS, HIV dan AIDS yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan klien, pengembangan kapasitas dan kualitas provider. Meningkatkan kegiatan dukungan, perawatan dan pengobatan bagi ODHA melalui pelayanan langsung maupun rujukan
STRATEGI IV: Melakukan advokasi di Sumbar kepada para pengambil kebijakan untuk menjamin pemenuhan hak-hak dan kesehatan seksual dan reproduksi. Tujuan : Mendorong pengambil keputusan untuk membuat kebijakan publik yang menjamin terpenuhinya seluruh hak kesehatan seksual dan reproduksi serta terciptanya jaringan pelayanan yang terjangkau dan berkualitas
Area Program
a. Mengusulkan draft kebijakan yang terkait dengan hak kesehatan seksual dan reproduksi yang berpihak pada kepentingan mitra strategis Perkumpulan. Mengusulkan perubahan dan penghapusan kebijakan yang merugikan kepentingan dan membatasi hak-hak mitra strategis Perkumpulan. Memperjuangkan Perkumpulan menjadi provider penanganan Kehamilan Tidak Diinginkan. Memperjuangkan tersedianya anggaran spesifik kesehatan seksual dan reproduksi di tingkat Pusat, Daerah dan Cabang
e. Melakukan kontrol terhadap proses dan pelaksanaan berbagai kebijakan publik. Program :
Pusat Informasi dan Konseling Remaja “Cemara” PKBI Sumbar ( tahun 1997 – sekarang )
Kegiatan:
• Melaksanakan ”Latihan Pengenalan Konsep Diri” bagi remaja usia 14 – 24 tahun.
• Melaksanakan “ Latihan Dasar Konseling” bagi remaja usia 14 – 24 tahun
• Melaksanakan “ Latihan Peningkatan Motivasi Diri ( AMT )” bagi remaja usia 14 – 24 tahun
• Melaksanakan “ Latihan Menjadi Pendidik Sebaya ( Peer Educator )” bagi remaja usia 14 – 24 tahun
• Melaksanakan “Latihan ToT Fasilitator Remaja” bagi remaja usia 14 – 24 tahun.
• Melaksanakan berbagai jenis latihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dengan topic; bahaya NAPZA, HIV dan AIDS serta kesehatan reproduksi remaja.
• Melaksanakan Tes Psikologi untuk calon Mahasiswa POLTEKES KEMENKES angkatan 2012 di Kota Padang. Pengembangan Jaringan Pelayanan Kesehatan Reproduksi. Program ini adalah program layanan kesehatan reproduksi yang ditujukan bagi masyarakat kota Padang ( tahun 2000 – sekarang )
Kegiatan :
• Memberikan penyuluhan tentang keluarga berencana.
• Memebrikan penyuluhan tentang kesehatan umum
• Memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (KIA).
• Memberikan pelayanan pemasangan alat KB.
• Memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan
• Memberikan pelayanan bantuan persalinan
Pertolongan Pertama dan Kesiapsiagaan (PPK), Program ini merupakan bentuk kepedulian PKBI Sumatera Barat dengan kondisi ancaman bencana Provinsi Sumatera Barat yang sangat beragam dan punya potensi yang besar. Kegiatan:
A. Pengurangan Risiko Bencana:
- Pelatihan Pertolongan pertama (First Aid Training) dan kesiapsiagaan bencana; pelatihan sudah dilakukan kepada:
1. Tenaga medis puskesmas se kabupaten Lima Puluh Kota, dokter, perawat dan bidan
2. Tenaga medis puskesmas se Kota Payakumbuh, yang ikut dokter, bidan dan perawat
3. Tenaga medis di 8 puskesmas yang mendapat program dari Coffey International dan AusAid.
4. Kepolisian dan mitra binaan jajaran Polres Pesisir Selatan se Kabupaten Pesisir Selatan
5. Siswa SMA dan SMK di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam
6. Masyarakat awam di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam
- Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang berbentuk pelatihan dan pembinaan intesif di Nagari Kudu Gantiang dan Nagari Sunur di Kabupaten Padang Pariaman.
- Pelatihan Komunikasi dan penggunaan Radio Komunikasi dalam kondisi darurat untuk BPBD Kabupaten Padang Pariaman dan Dinas Kesehatan Kota Padang, Kerja sama dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) 2012 dan 2013.
- Bagian dari sector kesehatan di kegiatan Simulasi Gempa dan tsunami BPBD Kota Padang tahun 2013.
- Terlibat di kegiatan Mentawai Megatrusht Direx (MMDirex) 2014 BNPB yang diselenggarakan di kota Padang
B. Tanggap Darurat Bencana
- Kegiatan tanggap darurat bencana gempa yang terjadi di Sikabu Padang Panjang dan Pesisir Selatan, Sumatera Barat tahun 2007.
- Kegiatan Tangap Darurat