03/03/2026
'Iktibar Shalat gerhana bulan & matahari :
Ayat-ayat yg dikirimkan Allah ini bukanlah terjadi karena mati atau hidupnya seseorang, Tetapi Allah memberi rasa takut kepada hamba-hambaNya. Maka jika kalian melihatnya, bersegeralah memohon perlindungan dengan zikir, doa, dan istigfar kepadanya.
(HR Bukhari)
Fenomena alam termasuk ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran Nya. Orbit & rasi bintang termasuk gerhana, termasuk dalamnya. Orbit matahari bulan dan bintang-bintang merupakan bertajalli pada mikrokosmos manusia.
Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit perintah kepada Masing-masing (QS Fushilat 12)
Gerhana bulan, karna bayangan bumi menutupi cahaya matahari menutupi cahaya bulan. Tajalli mikrokosmos adalah Bumi sebagai sisi tabiati manusia yang menghalangi cahaya jiwa dari NurNya. Sehingga tampak kegelapan tabiati dalam diri pada jiwa.
Pada gerhana matahari, adalah gerhana pada Akal. Karna akal di ciptakan Allah SWT, untuk memahami Allah atau lokus tajalli Ruh pada diri manusia, jiwa sebagai orbit jiwa yg menjadi penghalang Akal pada sifat aslinya ruhani yg mengenali Al Haqq dan menerima Nur dariNya.
Lalu, jiwa(nafs) dengan nafsu yg menyelimutinya dan bumi sebagai perlambang alam jasmani. Nafsu jiwa menghalangi akal menerima cahayaNya, dan syahwat yg menguasai bumi. Ini ibarat gerhana matahari pada mikrokosmis diri manusia.
Maka, inilah makna rasa takut pada hadits diatas, merupakan takut akan kegelapan tabiati dan nafsu yang menutupi diri dari cahayaNya.
Shalat gerhana, merupakan tawajuh untuk munajat pada Allah berlindung dari kegelapan jiwa dan tabiati agar terangkat hijabnya.