18/02/2019
ESSAY
Judul : Ketinggalan teknologi Hoax
Tema : Pelajar Tanggulangi Hoax
Assalamulaikum wr, wb.
Hoax membuat orang yang terkena menjadi lambat berpikir, kalah zaman dan lambat mengikuti perkembangan yang ada, itulah kenapa kita sebagai rekan-reknita penerus bangsa negara Indonesia harus memerangi hoax, jangan mudah terpancing hoax, apalagi kalah teknologi dengan hoax yang semakin berkembang
Cara untuk menangani hoax yang betul dan paling simple dan tuntas adalah ‘Membaca’, sudah itu saja, gak ada yang lain kok. Cuman rakyat kita saja yang malas membaca, paling banter Cuma membaca judulnya doang atau gak gitu cuman beberapa kutipan beritanya saja, bukan mengada-ngada ya, tapi saya sendiri juga begitu!
Cara paling sempurna dalam memahami politik adalah menulusuri, dicek dahulu keaslian berita tersebut, media apa yang membagikan jangan-jangan websitenya Cuma berbasis Blogspot.com, blogspot itu alat membuat website blog gratisan, aku dulu MI juga sudah bisa buat itu
Nah berita juga seperti itu, kita harus telusuri dahulu sumbernya, siapa yang ngomong dan siapa yang membagikan, jangan mudah memakan umpan-umpan tak penting tak perlu menjadi runcing, kira-kira seperti itu dikutip dari lirik lagunya bin idris yang berjudul rukun warga.
Tentu saja hoax ada yang sangat berbahaya dan bisa saja langsung menjatuhkan martabat seorang presiden, apakah itu? Saya punya contohnya, dikutip dari cuitan andi arief seorang wakil sekretaris jenderal partai Gerindra mengatakan: “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di TanjungPriok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” jadi dia menuduh pasangan calon nomor 1 telah melakukan pengisian suara sebanyak 7 kontainer. Apa-apan ini? Seorang elit politik loh biacara seperti itu. Kenapa kok dia gak ke polisi saja bilang seperti itu? kenapa kok di media sosial? Biar banyak yang baca? Ingin ada keributan begitu? Logikanya kan begitu ya. Seharunya dia itu pergi ke kantor polisi untuk mengatakan hal tersebut bukanya ke media sosial! Waduh-waduh bajingan banget orang ini kalau kalau sampai menjadi pimpinan negara kita.
Ya kasusnya kurang lebih sama juga lah dengan si mbok Ratna Sarumpaet! Kasusnya belum diselidiki polisi eh bapak prabowo sudah gelar kunjungan pers, buat apa coba? Pikirkan sendiri lah.
Tapi lebih daripada itu semua saya sangat mengagumi dengan kerjanya polisi yang mengusut kebenaran diatas kasus-kasus tersebut, coba saja kalo polisinya gak bergerak atau mungkin terlambat wah sudah habis mungkin itu martabatnya pak jokowi.
Hasil akhir yang bisa saya sampaikan, kita itu harus berkembang, mulai dari yang menggunakan kertas gampang hilang, sekarang kita harus mengandalkan apa yang ada di internet dan memanfaatkanya, tentu saja apabila kita sudah terbiasa kan hal itu maka hoax itu sudah tidak ada apa-apanya, itulah yang saya namakan jangan sampai tertinggal dengan tenologi hoax. tapi apabila kita hanya berdiam saja itu sama dengan membiarkan dunia ini hancur, seperti yang dikatakan oleh deddy corbuzier saat collaborasi dengan gus miftah di akun yutubnya “Dunia ini hancur bukan karena orang bodoh ada dimana-mana, tapi kerena orang pintar yang berdiam diri”.
Wassalamu’alaikum wr, wb.
Oleh: Dedi Shofan.