IPNU IPPNU Drajat

IPNU IPPNU Drajat Halaman resmi Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pemuda /Putri Nahdlatul Ulama' (IPNU/IPPNU) Drajat - Kec. Paciran - Kab. Lamongan, salam berjuta!

Dalam pandemi COVID-19 ini PR. IPNU IPPNU Drajat masih menghiasi bulan ramadhan dengan ngaji kitab sebagaimana tahun-tah...
18/04/2020

Dalam pandemi COVID-19 ini PR. IPNU IPPNU Drajat masih menghiasi bulan ramadhan dengan ngaji kitab sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dengan tetap mentaati peraturan yang ada. Semoga bumi kita kembali sehat seperti semula. Slm berjutaa...!!

H-1 alias besok Rabo mlm kamis drajat Bersholawat di alun" desa drajat ba'da isya'. Untuk umum...
26/11/2019

H-1 alias besok Rabo mlm kamis drajat Bersholawat di alun" desa drajat ba'da isya'. Untuk umum...



PR.IPNU IPPNU DRAJAT berpartisipasi dalam kegiatan diklat Peraturan Organisasi dan Pedoman Administrasi(PO/PA) PAC. IPNU...
25/11/2019

PR.IPNU IPPNU DRAJAT berpartisipasi dalam kegiatan diklat Peraturan Organisasi dan Pedoman Administrasi(PO/PA) PAC. IPNU IPPNU Paciran.


"Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asal kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan." -...
03/07/2019

"Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asal kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan."

- Gus Dur
Sumber : IDNtimes

18/02/2019

ESSAY
Judul : Ketinggalan teknologi Hoax
Tema : Pelajar Tanggulangi Hoax

Assalamulaikum wr, wb.
Hoax membuat orang yang terkena menjadi lambat berpikir, kalah zaman dan lambat mengikuti perkembangan yang ada, itulah kenapa kita sebagai rekan-reknita penerus bangsa negara Indonesia harus memerangi hoax, jangan mudah terpancing hoax, apalagi kalah teknologi dengan hoax yang semakin berkembang
Cara untuk menangani hoax yang betul dan paling simple dan tuntas adalah ‘Membaca’, sudah itu saja, gak ada yang lain kok. Cuman rakyat kita saja yang malas membaca, paling banter Cuma membaca judulnya doang atau gak gitu cuman beberapa kutipan beritanya saja, bukan mengada-ngada ya, tapi saya sendiri juga begitu!
Cara paling sempurna dalam memahami politik adalah menulusuri, dicek dahulu keaslian berita tersebut, media apa yang membagikan jangan-jangan websitenya Cuma berbasis Blogspot.com, blogspot itu alat membuat website blog gratisan, aku dulu MI juga sudah bisa buat itu
Nah berita juga seperti itu, kita harus telusuri dahulu sumbernya, siapa yang ngomong dan siapa yang membagikan, jangan mudah memakan umpan-umpan tak penting tak perlu menjadi runcing, kira-kira seperti itu dikutip dari lirik lagunya bin idris yang berjudul rukun warga.
Tentu saja hoax ada yang sangat berbahaya dan bisa saja langsung menjatuhkan martabat seorang presiden, apakah itu? Saya punya contohnya, dikutip dari cuitan andi arief seorang wakil sekretaris jenderal partai Gerindra mengatakan: “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di TanjungPriok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” jadi dia menuduh pasangan calon nomor 1 telah melakukan pengisian suara sebanyak 7 kontainer. Apa-apan ini? Seorang elit politik loh biacara seperti itu. Kenapa kok dia gak ke polisi saja bilang seperti itu? kenapa kok di media sosial? Biar banyak yang baca? Ingin ada keributan begitu? Logikanya kan begitu ya. Seharunya dia itu pergi ke kantor polisi untuk mengatakan hal tersebut bukanya ke media sosial! Waduh-waduh bajingan banget orang ini kalau kalau sampai menjadi pimpinan negara kita.
Ya kasusnya kurang lebih sama juga lah dengan si mbok Ratna Sarumpaet! Kasusnya belum diselidiki polisi eh bapak prabowo sudah gelar kunjungan pers, buat apa coba? Pikirkan sendiri lah.
Tapi lebih daripada itu semua saya sangat mengagumi dengan kerjanya polisi yang mengusut kebenaran diatas kasus-kasus tersebut, coba saja kalo polisinya gak bergerak atau mungkin terlambat wah sudah habis mungkin itu martabatnya pak jokowi.
Hasil akhir yang bisa saya sampaikan, kita itu harus berkembang, mulai dari yang menggunakan kertas gampang hilang, sekarang kita harus mengandalkan apa yang ada di internet dan memanfaatkanya, tentu saja apabila kita sudah terbiasa kan hal itu maka hoax itu sudah tidak ada apa-apanya, itulah yang saya namakan jangan sampai tertinggal dengan tenologi hoax. tapi apabila kita hanya berdiam saja itu sama dengan membiarkan dunia ini hancur, seperti yang dikatakan oleh deddy corbuzier saat collaborasi dengan gus miftah di akun yutubnya “Dunia ini hancur bukan karena orang bodoh ada dimana-mana, tapi kerena orang pintar yang berdiam diri”.

Wassalamu’alaikum wr, wb.

Oleh: Dedi Shofan.

17/02/2019
Untuk memperingati hari lahirnya IPNU, Ipnu Ippnu ranting Drajat akan mengadakan acara RIHLAH RELIGI yang akan diadakan ...
30/01/2019

Untuk memperingati hari lahirnya IPNU, Ipnu Ippnu ranting Drajat akan mengadakan acara RIHLAH RELIGI yang akan diadakan pada tanggal 15 February 2019

Rekan atau Rekanita yang mau ikut bisa langsung hubungi Rekan Hasan: 0896 9162 2373


-Sekretaris

Dakwah Gus Miftah dan inspirasi dari Sunan Drajat | NU OnlineSeorang sejarahwan muslim K. Ng. Agus Sunyoto dalam bukunya...
18/09/2018

Dakwah Gus Miftah dan inspirasi dari Sunan Drajat | NU Online

Seorang sejarahwan muslim K. Ng. Agus Sunyoto dalam bukunya yang berjudul “Atlas Wali Songo” (Rekonstruksi sejarah yang tersingkirkan) menyebutkan secara umum ajaran Kanjeng Sunan Drajat dalam menyebarkan dakwah Islam dikenal oleh masyarakat luas sebagai “Pepali Pitu” (tujuh dasar ajaran),tujuh falsafah itu kemudian dijadikan pijakan dalam kehidupan. Tujuh dasar ajaran Sunan Drajat yang dimaksud Agus Sunyoto itu adalah:

Pertama, memangun Resep Tyasing Sasama, yang artinya: “Kita selalu membuat senang hati orang lain.” Kedua, jroning S**a Kudu Eling Lan Waspodo, yang artinya: “Dalam suasana gembira hendaknya selalu ingat Tuhan dan selalu waspada.”

Ketiga, laksitaning Subrata Lan Nyipta Marang Pringga Bayaning Lampah, yang artinya: “Dalam upaya menggapai cita-cita luhur jangan menghiraukan halangan dan rintangan.” Keempat, meper Hardaning Pancadriya, yang artinya: “Senantiasa berjuang menekan gejolak-gejolak nafsu duniawi.”

Kelima, Heneng-Hening-Hanung, yang artinya: “Di dalam diam akan dicapai keheningan dan di dalam keheningan akan mencapai jalan kebebasan mulia”. Keenam, mulya guna Panca Waktu, yang artinya: “Pencapaian kemulian lahir batin dicapai dengan shalat lima waktu.”

Ketujuh, wenehono teken marang wong kang wuto. Wenehono mangan marnag wong kang luwe. Wenehono busana marang wong kang wuda. Wenehono pangiyupan marang wong kang kudanan.”

Yang artinya: “Berikan tongkat pada orang yang buta, Berikan makan pada orang yang lapar, Berikan pakaian pada orang yang telanjang ,Berikan tempat berteduh pada orang yang kehujanan.”

Maksud dari terjemahan bebas, ajaran "Pepali Pitu" tersebut diatas adalah sebagai berikut secara makna rumusan "Filosofis Sosiologis" dari ajaran kanjeng Sunan Drajat berupa, bertujuan mengajak agar setiap diri membina dalam konsep konteks membangun diri. Sebagai arti petuahnya sebagai berikut:

Pertama, di dalam kehidupan ini setiap orang pasti melakukan interaksi atau hubungan dengan orang lain, agar tujuan dan cita citanya berhasil maka harus mampu membuat orang lain senang.

Kedua, dalam perjalanan hidup ini pasti akan menjumpai s**a dan duka, untuk itu apabila dalam keadaan s**a harus tetap waspada.

Ketiga, demikian p**a dalam mencapai cita cita luhur itu, niscaya kita menemui kesulitan kesulitan atau hambatan maka tidak boleh putus asa terhadap segala rintangan dan harus tetap waspada supaya tidak terjerumus atau tergoda oleh jalan yang sesat atau membahayakan diri sendiri. Namun tetap berani menghadapi resiko segala bentuk rintangan.

Keempat, setiap orang harus mampu menahan segala hawa nafsu, baru akan nampak akhlak dan budi. Kelima, melalui sholat lima waktu dengan hati yang bersih orang akan menjadi terhormat, berguna serta mulya bermartabat.

Keenam, berpikirlah dengan tenang, jernih, supaya sampai yang dituju (kepada Allah). Ketujuh, jadilah orang yang dermawan, karena segala sesutu yang dimiliki manusia di muka bumi ini hanyalah titipan Allah semata.

Adapun bila diperhatikan ketujuh ajaran wejangan "Sapta Paweling" tersebut diatas menurut alim ulama sangat berhubungan erat sekali dengan akhlak dan budi pekerti, agar nantinya kita diterima disisi Allah Azza Wajalla, beliau juga sang "Sunan Drajat" berfatwa untuk memperoleh ridho Allah SWT, melalui tiga langkah yaitu:

Pertama, berperilaku yang baik, hingga menyebabkan hati orang lain senang dengan cara senantiasa waspada (hati hati), baik dalam keadaan s**a maupun duka, agar tidak terjerumus kedalam perbuatan tercela.

Kedua, untuk itu seseorang harus mendirikan sholat lima waktu, menahan hawa nafsu (Lawwamah, Musawwalah, Amarah), penuh kesabaran, kearifan akal budi, bertakwa, serta mawas diri (nafsu Mutmainnah).

Ketiga, agar manusia dapat kembali ke haribaan Allah Azza Wajalla Yang Maha Esa karena itulah tujuan hidup kaum mukmin, menuju dalam keridhaan-Nya.

Kanjeng Sunan Drajat melanjutkan wejangannya; "Urif iku mung kadya wewayangan, lemampah senetran kadya ing tangane para dalang." Artinya, kehidupan adalah sekedar bayang bayang yang melintas sekejap bagaikan pelakon sandiwara yang berlagak lagak menghabiskan waktunya diatas panggung kemudian tak terdengar lagi suaranya.

Pada poin ke tujuh dalam “Pepali Pitu” itulah Gus Miftah terinspirasi untuk memberikan jalan bagi orang-orang yang berada di dunia malam untuk bermesraan kembali kepada Tuhan. ”Saya pernah ke makam nya Sunan Drajat, di sana ada pesan beliau dalam bahasa jawa Wenehono Ageman Marang Wong Mudo, Wenehono Tongkat Marang Wong Wuto, dalam bahasa indonesianya seperti ini; Berikanlah Pakaian kepada Orang yang Telanjang, dan Berikanlah Tongkat kepada Orang Buta.

Artinya bagi saya itu ajaran berbagi kasih sayang, sementara kebetulan ada teman-teman PSK yang butuh bimbingan kembali kepada Tuhan, sedangkan mereka dianggap masyarakat sekitar sebagai manusia tuna susila, oleh sebab itu saya mengambil keputusan untuk menjemput Bola.” Begitulah pengakuan Gus Miftah ketika berdialog dengan salah seorang Ketua PBNU, Robikin Emhas.

Berawal dari situ, Gus Mifta mengajak orang-orang yang bertato, wanita-wanita yang yang rambutnya dicat berwarna-warni itu untuk mengaji. Hampir belasan Tahun Gus Miftah melakukan dakwahnya di Dunia Malam itu tanpa disoroti media, Gus Mifta sudah melakukan dakwah di prostitusi Sarkem (Pasar Kembang) Yogyakarta 14 Tahun lamanya.

Gus Miftah mengalami banyak sekali rintangan dan halangan, perjalanan dakwahnya sempat dihadang oleh beberapa preman, namun berkat kegigihan beliau dalam mensyiarkan agama Islam, pada akhirnya langkah Gus Miftah untuk meminta izin kepada manajemen kelab-kelab di Yogyakarta dan Bali, ada beberapa manajer yang menolak, ada yang menerima, ada juga yang menerima dengan syarat.

Apakah Gus Miftah punya motif lain dalam menjalani dakwahnya di tempat-tempat prostitusi itu? Hanya Allah dan Gus Miftah yang tahu, namun dari pengakuan Gus Miftah kita dapat menarik kesimp**an bahwa yang berhak menjadi hakim atas tindakan orang lain itu hanya Allah. Beginilah pengakuan Gus Miftah:

“Coba tanya manajemen, apakah saya meminta bayaran? saya pengajian di Bali malah cari hotel sendiri. Saya tidak mencari sensasi, saya dituduh melacurkan agama tidak apa-apa, yang saya lakukan saat pengajian malah membawakan mereka makanan dan mukenah, saya bagian secara cuma-Cuma kepada mereka.” Masya Allah, semoga Allah memudahkan urusan siapa saja yang benar-benar berjuang di Jalan Allah.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin Kitabul Ilmi Al Imam An Nawawi menyebutkan hadits nabi shallalahu’alaihi wasallam:

وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR Muslim)

Oleh Ahmad Ali Adhim
Source :

Pada poin ke tujuh dalam “Pepali Pitu” itulah Gus Miftah terinspirasi untuk memberikan jalan bagi

Kalo menang berprestasi..Kalo kalah jangan frustasi..Kalah menang solidaritas..Kita galang sportivitas..Yoyoayoyoayoyoyo...
01/09/2018

Kalo menang berprestasi..
Kalo kalah jangan frustasi..
Kalah menang solidaritas..
Kita galang sportivitas..
Yoyoayoyoayoyoyoayoyoayoyoyo uo'o'oo..

Selamat pagi rekan & rekanita! Selamat beraktivitas & jaga selalu sportivitas! 😁

Pict: Skuat futsal IPNU RANTING DRAJAT (Drajat Squad), tapi ini masih belum lengkap. 😂



💪

Address

Jalan Sunan Drajat Barat, No. 36 Drajat
Paciran
62264

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IPNU IPPNU Drajat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to IPNU IPPNU Drajat:

Share