22/01/2026
Ada fase dalam hidup
di mana kita merasa redup,
doa terasa berat,
dan hati seperti kehilangan cahaya.
Bukan karena Allah menjauh,
tapi karena kita sedang lelah menjalani proses.
Terbenam bukan berarti gagal.
Seperti matahari yg tenggelam setiap senja,
ia tidak pernah hilang,
ia hanya memberi ruang untuk malam
agar pagi bisa hadir dengan cahaya yg baru.
Mungkin hari ini kamu sedang berada di titik terendah.
Merasa jauh dari Allah,
merasa hidup tidak berjalan sesuai harapan,
atau merasa malu karena masa lalu
yg terus menghantu.
Namun ingatlah,
Allah tidak pernah lelah menunggu hamba-Nya kembali.
Selama napas masih berhembus,
selama hati masih bergetar saat nama-Nya disebut,
pintu taubat itu tidak pernah tertutup.
Allah tidak menuntutmu langsung kuat. Allah hanya meminta satu hal: " Jangan berhenti berharap ".
Terbenam adalah waktu untuk diam,
merenung, dan belajar dari luka.
Bukan untuk menyerah, apalagi merasa tidak pantas dicintai oleh-Nya.
Karena justru dari gelap,
kita belajar menghargai cahaya.
Dari jatuh, kita belajar cara bangkit.
Dan dari air mata, kita belajar cara kembali dengan hati yg lebih jujur.
Jika hari ini kamu sedang lelah,
tak apa berhenti sejenak.
Menangislah jika perlu.
Tapi jangan lupa arah pulang.
Terbenamlah sejenak,
bukan untuk menghilang,
tapi untuk terbit kembali
dengan iman yg lebih matang dan kuat.
mahar & .pm Present :
Kajian Spesial:
Terbenam Untuk Terbit Kembali
Bersama Umma
Ahad, 25 Januari 2026
Pukul 12.30 - 14.30 Wib
Masjid .id
Mari duduk bersama,
menenangkan hati,
menguatkan jiwa,
Semoga Allah menenangkan hatimu,
menguatkan langkahmu,
dan mempertemukanmu kembali
dengan versi terbaik dari dirimu
yg dekat dengan-Nya.