Mengalir lewat tengah kota adalah Sungai Landak
Kabupaten Landak adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat yang terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pontianak tahun 1999. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ngabang. Memiliki luas wilayah 9.909,10 km² dan berpenduduk sebesar 282.026 jiwa. Landak terbagi menjadi 10 kecamatan dengan 174 desa dan 6 desa diantaranya termasuk
desa tertinggal. Kabupaten Landak adalah salah satu kabupaten yang boleh dikatakan maju dari segi pembangunan, pendidikan dan perekonomian serta keamanan. Landak berasal dari Bahasa Belanda yang terbagi menjadi dua suku kata Lan dan Dak, LAN artinya Pulau dan DAK artinya Dayak, oleh sebab itu mayoritas penduduk aslinya adalah Suku Dayak. Mengapa dikatakan demikan bukti konkritnya adalah masih adanya peninggalan rumah Panjang/Betang di Kabupaten Landak sampai saat ini, tepatnya terletak di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila. Berdasarkan catatan sejarah bahwa kata "Dayak" ditulis oleh para penulis Belanda zaman itu dalam bentuk "Dyak" atau "Dyaker". Sementara kata "Land" berarti "tanah". "Land-Dyak" sebenarnya bermakna "Tanah Dayak" yang kemudian diubah menjadi "Landak". Kabupaten Landak ini sama sekali tidak berhubungan dengan binatang bernama landak. Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8
Mengunjungi istana ini terbilang istimewa, lantaran Anda bukan hanya dapat menikmati kekhasan seni rancang-bangun rumah panggung Istana Kesultanan Landak, melainkan juga koleksi-koleksi bendawi yang bernilai sejarah yang dipajang di sana. Selebihnya, Anda pun dapat menikmati keindahan Sungai Pinyuh dari gardu pandang istana yang terletak tidak jauh dari halaman Istana Ilir. Namun, sebelum itu, ada baiknya bila Anda menilik seperti apa istana dan juga sejarah yang menaungi Kerajaan Landak dengan berkeliling kompleks istana terlebih dahulu. Istana Landak di Ngabang yang dibangun menghadap ke Sungai Landak ini berupa rangkaian rumah panggung khas Melayu Kalimantan Barat yang memanjang ke belakang. Istana ini memiliki fondasi, lantai dan dinding, serta atap sirap dari kayu belian sebagai bahan utamanya. Bangunan istana yang memiliki kombinasi bentuk atap pelana dan limasan ini terdiri atas dua bagian, yaitu balairung atau tempat pertemuan (bagian depan) dan tempat tinggal sultan (bagian belakang). Kedua bagian istana tersebut dihubungkan oleh selasar yang juga terbuat dari kayu belian. Keraton ini kini berlaku sebagai museum, tempat memamerkan koleksi-koleksi bendawi peninggalan sultan-sultan sebelum Gusti Suryansyah Amiruddin. Tempat memajang segala benda bersejarah peninggalan Kerajaan Landak masa lampau berada di Istana Ilir. Sementara, Istana Ulu berfungsi sebagai tempat tinggal para kerabat sultan. Museum ini terdiri dari empat ruangan di mana masing-masing menampilkan jenis yang berbeda dari keseluruhan koleksinya. Melayu
Istana Landak terletak sekitar 50 meter di sebelah barat Sunagi Landak yang membelah Kota Ngabang. Keberadaan sungai yang masih difungsikan oleh masyarakat setempat sebagai jalur transportasi air ini, menuju ke arah Mungguk. Keraton atau Istana Kesultanan Landak terletak di Jalan Pangeran Sancanata, Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Dari terminal bus di Ibu Kota Kabupaten Landak Ngabang, wisatawan dapat naik ojek yang berada di sekitar terminal dengan ongkos sekitar Rp 10.000,- untuk menuju ke Jalan Pangeran Sancanata (November 2008). Sesampainya di jalan ini, Anda dapat langsung melihat kompleks Keraton Landak yang terletak di tepi jalan. Wisatawan tidak dipungut biaya alias gratis. Kendati demikian, diharapkan pengunjung memiliki kesadaran untuk memberikan sedikit uang sebagai biaya perawatan dan fasilitas pemandu selama berwisata di istana ini. Sebagai bagian dari layanan kunjungan ke kompleks istana pelancong akan mendapatkan pelayanan pemandu wisata. Sang pemandu, yang notabene masih kerabat Keraton Landak, akan menuturkan berbagai kisah dengan baik bagaimana sejarah keraton ini. Selain itu, wisatawan akan memperoleh keterangan-keterangan singkat mengenai seni rancang-bangun, koleksi, dan sebagainya.