30/05/2025
Yayasan Wahana Generasi Aceh (Wangsa) menggelar forum diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk membahas kontroversi aktivitas pertambangan emas oleh PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 28 Mei 2025 itu diwarnai pandangan kritis dari berbagai peserta, namun berlangsung secara kondusif.
Diskusi tersebut digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran publik mengenai dampak lingkungan, sosial, dan dugaan pelanggaran administratif yang diduga dilakukan oleh perusahaan yang telah lama beroperasi di kawasan itu.
FGD ini dihadiri oleh perwakilan lintas sektor. Dari unsur legislatif hadir Ahmad Yani, anggota DPRK Aceh Barat dari daerah terdampak. Dari kalangan akademisi, hadir Azhari dari Universitas Teuku Umar yang juga merupakan Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA). Muhammad Nur, Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina).
Lembaga mahasiswa juga aktif berpartisipasi, antara lain presiden Mahasiswa UTU Putra Rahmat, Ketua DPM UTU Arie Gucci, Vazil Ketua DEMA STAIN TDM, Ketua HIMMA UTU Fernandi, Ketua BEM AKN Tunnani, dan Ketua BEM Ekonomi UTU Sahirman. Dari unsur pemerintah daerah, perwakilan yang hadir meliputi Dede dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Aharis dari DPMPTSP, perwakilan Dinas Transnaker bidang ketenagakerjaan, serta Kharisma dari Kantor Imigrasi Meulaboh. Pihak perusahaan PT MGK turut menghadiri forum ini, bersama elemen masyarakat sipil seperti Forum Kota Meulaboh (Forkot) dan Forum Masyarakat Aceh Barat (Format).
Selengkapnya di wangsa.or.id