SMAN 2 Meureubo

SMAN 2 Meureubo wahana berbagi informasi dan tukar pikiran

Di butuhkan tenaga karyawan di Arafah Reborn Kafe. Khusus laki- laki bagi yang berminat dapat segera hub bpk ya..
31/03/2026

Di butuhkan tenaga karyawan di Arafah Reborn Kafe. Khusus laki- laki bagi yang berminat dapat segera hub bpk ya..

25/06/2025

Saya mendapatkan 59 pengikut dalam 90 hari terakhir! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan Anda. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda. 🙏🤗🎉

Alhamdullilah, masih Rame dan Kompak Alumni 98 SMUNSA..
24/03/2024

Alhamdullilah, masih Rame dan Kompak Alumni 98 SMUNSA..

09/05/2019

Persiapan PPDB

04/05/2018

Renungan Hardinas.
Apa yang Salah dengan Pendidikan di Indonesia?

09/09/2017
16/05/2017


13/08/2016

DAMPAK FULL DAY SCHOOL
KEBIJAKAN MENDIKBUD BARU
Kata Kunci
“(Guru dan Siswa bukan ROBOT, bukan MESIN dan bukan BENDA MATI.)”
Profesi Guru jangan di samkan dengan Karyawan Kantor, jangan disamakan dengan Buruh, Petani.
Ada Tiga profesi yang bisa membuat fatal dan berdampak langsung ke pada Manusia.
1. Profesi Medis (Dokter, Bidan, Perawat)
2. Profesi Hakim
3. Profesi Pendidik (Guru dan Dosen)
Dokter bila salah memberikan dosis/diagnosa pada pasiennya, si Pasien akan berakibat Fatal yang bisa ending di kematian/cacat seumur hidup
Hakim bila salah menjatuhkan hukuman, si terhukum akan ending di Tiang Gantunagan/di Jerusi Besi seumur hidup.
Guru/Dosen bila salah menyampaikan pelajaran pada anak didik, kesalahan tersebut akan berlanjut turun menurun tanpa akhir dan berkembang biak lebih dahsat dari Virus HIV dan sejenisnya.
Contoh:
Guru Sejarah menyampaikan pada anak didiknya dalam sebuah ruang kelas yang berisi 40 orang peserta didik.
Kata Guru Sejarah “PENGERAN DI PONEGORO ADALAH PRO PADA PENJAJAH BELANDA, KARENA PANGERAN DI PONEGORO, BELANDA BISA MENJAJAH PULAU JAWA”
Penyampaian yang salah ini oleh Guru Sejarah pada anak didiknya yang 40 orang tadi akan berdampak pada anak didik sebanyak 40x40 dalam 1x priode berkelanjutan.
Apa lagi anak didik yang 40 orang tadi menjadi Guru/Dosen pasti dia akan menuampaikan lagi pada anak didiknya.
Jelas akan berdampak akan berkesinabungan dan continue tiada akhir.
Profesi Guru Penuh Tantangan.
Profesi Guru diera kemajuan Digital ini penuh tantangan. Guru bukan Cuma menyampaikan materi pembelajaran dalam kelas dari jam awal sampai jam akhir.
Kegiatan Guru di Luar Sekolah:
Bila Kegiatan Sekolah Seperti sekarang Masuk jam 07.00 s/d jam 15.00
Saya ambil Contoh DKI
06.45-15.00 PBM di Sekolah
15.00-17.30 Perjalan Pulang kerumah (itu kalau rumahnya tidak terlalu jauh dari Sekolah
17.30-18.15 Istirahat
18.15-20.00 Mandi, Isoma Magrib+Isya dan mengurus keluarga (mengontrol anak)
20.00-22.30 Mengerjakan Pekerjaan Gurunya untuk besok dan pekerjaan yang belum selesai
(Memeriksa Pr. Siswa – Memeriksa Kertas Ujian Siswa – Merekap Absensi – Merekap Nilai – Mendalami Materi yang akan di Ajarkan Besok harinya – Membuat Analisi/Rangkuman/ dan merencanakan Tugas-tugas lainnya.
23.30-03.30 Baru Istirahat = 4,5 Cuma Jam untuk Istirah.
03.30-05.00 Bangun-Mandi-Sholat Subuh-Sarapan-Persiapan untuk Berangkat ke sekolah
05.00-06.30 Berangkat menuju Sekolah tempat tugas.
06.30-06.45 Absen dan Istirhat sejenak.
*) Hitungan Jam diatas kalau Tempat mengajarnya dan rumahnya dekat dengan Stasiun Kareta Api dan Kalau jauh dari stasiun Kereta Api si Guru sampai di Rumah sudah lewat dari Sholat Magrib.
** Hitungan jam diatas untuk guru Pria, Guru Perempuan jauh lebih banyak tugasnya di rumah dari guru pria, contoh mengurus makan anak dan suami dll
***) Itu kalau Jam pulang sekolah jam 15.00
****)Bagai mana kalau jam pulang sekolah jam 17.00 ..........?
*****) Guru adalah Manusia sebagai makluk sosial harus ada waktu untuk sosialisasi dg tetangga/masyarakat (belum termasuk jadawalnya)
-------------------
Dokter juga seperti itu harus melaksanakan tugas nya di Luar Jam Wajib di tempat tugas
Hakim juga sama ada tugas tambahan rutin yang harus dikerjakan di luar jam dinas
-----------------
DAMPAK UNTUK SISWA.
Siswa adalah anak didik Juga Manusia sama dengan gurunya
Siswa butuh Istirahat
Siswa butuh waktu bermain
Siswa butuh waktu bersosialisasi dg masyarakat/tetangga
Siswa butuh waktu untuk kumpul keluarga
Dengan Pulang sekolah jam 15.00 ini saja
Banyak waktu siswa yang hilang untuk menikmati proses pendidikan di Sektor Informal dan non Formal lainnya
Siswa Pulang sekolah jam 15.00 Sampai di rumah paling cepat jam 16.00
Mana waktu untuk (Isoma).........?
Mana waktu untuk belajar Al-Qur an (mengaji) .........?
Mana waktu untuk kegiatan Lingkungan.........?
Mana waktu untuk bermain.........?
Mana waktu untuk bercengkarama sama .........?
Mana waktu untuk olahraga
Dengan hilangnya waktu diatas siswa menjadi Stres, dan prustasi
(Akibatnya siswa mencari pelarian lain dengan kegiatan Istan Terjebak ke Narkoba-Kriminal-Seksual-Begal) dll nya.
JAM EFEKTIF DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR.
Jam yang paling efektif dalam Proses Belajar Mengajar adlah dari jam 07.00 s/d 13.30
Setelah lewat jam 13.30 semuanya tidak efktif, Tenaga fisik tidak efektif, pemikiran tidak efektif.
Guru yang mengajar setelah jam 13.30 adalah menggunakan Tenaga Sisa, Pikiran Sisa dan Siswa yang Menerimanya dengan Pikiran Jenuh, Lelah karena di Paksakan dengan Hasil NOL (0).
Apa lagi kalau pulang jam 17.00 (Full Day School).
Dengan di terapkan pulang jam 15.00 dan sekolah 5 hari seminggu ini perlu di kaji ulang dampaknya. Banyaknya pelajaran yang tidak berimbang dan di paksakan serta jam yang tidak normal dan mengakibatkan siswa Jenuh, pikirannya terpasa.
Contoh:
Pelalajaran tidak Berimbang akibat dari belajar 5 hari dala seminggu dan pulang jam 15.00
Mata Pelajarn tidak berimbang di sini adalah antara mata pelajaran Eksak dan pelajaran Sosial
Seperti Eksak (Mate Matika-Fisika-Kimia-Biologi)
Kebanyakan untuk pembagian jamnya untk satu hari dari jam awal sampai jam akhir di isi dengan ilmu Eksak semua.
Contoh
Jam-1-2 Matematika
Jam-3-4 Kimia
Jam-5-6 Fisika
Jam-7-8 Biologi
Jam-9-10 Bahasa Inggris
Penyusunan Jadwal seperti ini masih banyak terjadi di beberapa sekolah di sebabkan:
Sekolah kekurangan Guru
Yang lebih fatal lagi seperti ini
Contoh SMA-Negri Singkong
Kelas XI-Ipa-1
Hari senin pelajaran jam 9-10 Belajar Matematika (2 jam)
Hari Rabu pelajaran jam 8-9 Belajar Matematika (2 jam)
Hari Jum’at pelajaran jam 9-10 Belajar Matematika (2 jam)
(3xseminggu pembagian jam yang baik tapi jamnya tidak menguntungkan
Hasilnya akan beda dengan kelas XI-Ipa-2 (2 jam)
Hari Senin Pelajaran Jam 1-2 Belajar Matematika (2 jam)
Hari Rabu Pelajaran jam 3-4 Belajar Matematika (2 jam)
Hari Jum’at Pelajan jam 5-6 Belajar Matematika (2 Jam)
(3x seminggu pembagian jam yang baik tapi jamnya merugikan kelas lain)
Bandingkan lagi dengan kelas XI-Ipa-3
Hari Selasa Pelajaran jam 1-2-3 Belajar Matematika (3 jam)
Hari Rabu Pelajaran jam 8-9-10 Belajar Matematika (3 jam)
(2x Seminggu) terlalu banyak bobot jamnya
Bandingkan lagi dengan kelas XI-Ipa-4jam
Hari Senin Pelajaran jam 7 Belajar Matematika (1 jam)
Hari Kamis pelajaran jam 3-4-5-6 Belajar Matematika (4 jam)
Hari Jum’at pelajan jam 10 Belajar Matematika (1 jam)
(4x seminggu tidak berimbang pembagian jamnya)
Ini contoh kasus pada kls paralel yang sama dengan jumlah jam pelajaran yang sama tapi cara pembagian jam yang tidak pas
Hal ini di sebabkan karena:
1. Waka Kurikulum kurang memahami cara penyusunan jadwal
2. Waktu belajar dari 6 hari dalam seminggu di jadikan 5 hari seminggu
3. Guru Bidang Studi banyak tingkah dan banyak kehendak
4. Kekurangan guru pada bidang Studi tertentu
5. Mata Pelajan terlalu banyak dan sering berganiti setiap pergantian Mentri.
6. Kurukulum ikut berganti sejalan dengan pergantian mentri
Jangan samakan Mengganti mentri dengan mengganti kurikulum
Jangan samakan Meresafel Mentri dengan meng Up grid Kurikulum
Jangan samakan Mencari Calon Mentri dengan mencari Calon Guru
Jangan samakan mengankat Mentri dengan Mengankat Guru
Mengangkat/meresafel Mentri kapan saja bisa dilakukan tanpa banyak aturan Konstitusinya
Untuk mengangkan Guru ada aturan UU/Konstitusinya.
(Semuanya adan di Pusat sana yang Lebih Tahu dari kami)
Melalu Tulisan ini saya dan Teman-teman se Profesi Guru beserta anak didik dan orang tua serta masyarakat Memohon kepada Bapak Mentri Pendidkan yang Baru tolong DIBATALKAN NIATNYA UNTUK PROGRAM FULL DAY SCHOOL)
Juga mohon di Kaji ulang sekoalah 5 hari sampai jam 15.00. Sebaiknya di kembalikan seperti sebelumnya pulang jam 13.30
Untuk Kurikulum juga harus di pertimbangkan mana yang efektif, efisien dan bermutu tidak menimbulkan biaya tinggi
Jumlah Mata Pelajaran mohon juga di refisi kembali mana yang tidak perlu di Hilangkan saja.
Terutama untuk SMK, Kita tahu SMK itu di siapkan menjadi Tenaga Kerja Take 0f
Yang Penting Sekali adalah waktu Libur Anak Sekolah, Semenjak Reformasi Waktu libur Anak Sekolah masing-masing daerah berbeda-beda
Hal ini tidak bisa di jadikan dasar Otoda atau otonomi Sekolah karena.
Anak-anak kita yang sekolah tidak selalu dia sekolah di mana orang tuanya tinggal dia di sana sekolah, dimana kakak adiknya sekolah disana dia sekolah, dimana kampungnya di sana dia sekolah dimana keluarga, famili dan saudaranya di sana dia sekolah.
Contoh:
Ibu/Bapaknya tinggal di Surabaya dia punya anak 4 orang
Anak Pertama kuliah di Jakarta
Anak ke 2 sekolah di SMA di Medan sama Pamannya
Anak ke 3 sekolah di SMP sama bibinya di Makasar
Anak ke 4 sekolah di SD sama Ibu/Bapaknya.
Anak-anak ini perlu waktu kumpul bersama saudaranya, tapi karena waktu libur sekolah tidak ada waktu kumpul sama saudaranya.
Pertemuan Saudara secara berkala ini adalah Proses Pendidikan Keluarag yang tidak bisa di abaikan.
Ata sang anak pingin kumpul dengan saudara lainnya (saudara sepupu, saudara se nenek) dll. Ini juga merupakan proses pendidikan Sebagai kita orang Timur yang sudah turun temurun dari leluhur kita. Juga tidak bisa diabaikan.
Akibatnya kelak setelah dewas dia akan jadi Egois terhadap sesama, Egois terhadap masyarakat, Egois terhadap Keluarga, Egois terhadap Negara, Sekarang Gejala kesitu sudah terjadi.
TOLONG SEDIAKAN WAKTU UNTUK PELAJARAN AGAMA DAN AL-QUR AN di LUAR SEKOLAH untuk yang ber agama Islam dan Agam lainnya Sesuai dengan Ajarannya.
MANUSIA MENJADI CERDAS, PINTAR, BERBUDAYA BERBUDI PEKERTI, SANTUN, BER ETIKA BUKAN DIDAPATKAN DARI PENDIDKAN SEKOLAH FORMAL (SD-SMP-SLTA-PT)
HARUS ADA PENDIDIKAN DI MASYARAKAT DAN KELUARGA
PHARUS ADA PENDIDIKAN INFORMAL DAN NON FORMAL.
MANUSIA MENJADI CERDAS, PINTAR, BERBUDAYA BERBUDI PEKERTI, SANTUN, BER ETIKA BUKAN MENGISI OTAK KIRINYA SAJA TAPI HARUS SEIMBANG DENGAN MENGISI OTAK KANAN DENGAN PELAJARAN AGAMA (pendapar Pakar Pendidikan Prof. Dr. ARIF RAHMAN) mantan Pendiri Lab SCHOOL.
Mohon disebarkan tulisan ini, semoga Bapak Mentri Pendidikan Kita yg Baru cepat mengetahuinya sebagai bahan Pertimbangan untuk mengambil keputusan, sekalipun kita ini orang biasa, mana tau ada yang berguna.
Biala yang saya sampaikan ini salah adalah kesalahan saya sendiri
dan
Bila yang saya sampaikan ini benar datangnya dari Allah SWT, karena kebenaran adalah milik Allah
Wassalam.

03/06/2016

Address

Depan MAKOREM
Meulaboh
23652

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMAN 2 Meureubo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to SMAN 2 Meureubo:

Share