05/09/2026
Kenduri Literasi Metro Gelar Ngaji Bahasa dengan Topik Membaca Kritis dan Menulis Cerpen, Bangun Ekosistem Literasi di Kota Metro yang Berkelanjutan
METRO — Membaca dan menulis tidak berdiri sebagai dua keterampilan yang terpisah. Keduanya menjadi bagian dari proses mengolah gagasan, memahami persoalan, sekaligus melahirkan karya. Gagasan tersebut menjadi pijakan Saung Baca Ruang Pojok Nusantara dalam menggelar Ngaji Bahasa: Kenduri Literasi Metro, yang menghadirkan Workshop Membaca Kritis dan Workshop Menulis Cerpen pada 5–6 September 2026 di Gedung Nuwo Budayo Metro.
Mengusung tema “Merawat Bahasa, Literasi Berdaya”, rangkaian kegiatan ini mempertemukan praktik membaca kritis dengan proses kreatif penulisan cerpen. Peserta tidak hanya diajak memahami teks secara lebih tajam, tetapi juga mengembangkan hasil pembacaan menjadi gagasan dan karya.
Sekretaris Forum TBM Metro, Armidi, yang hadir mewakili Ketua Forum TBM, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kenduri Literasi Metro. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ruang berkumpul dan belajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merawat tradisi membaca, menumbuhkan budaya menulis, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis masyarakat.
Armidi berharap rangkaian kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan sekaligus semangat baru bagi peserta untuk membaca lebih banyak, menulis lebih berani, dan berbagi lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga kebahasaan, TBM, komunitas literasi, pegiat literasi, pendidik, penulis, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi di Kota Metro.
Pada Sabtu, 5 September 2026, sesi Workshop Membaca Kritis menghadirkan Dr. Diana Ambar Wati, M.E.Sy dan Ahmad Mufid, M.Pd sebagai narasumber. Sesi ini mengajak peserta melihat aktivitas membaca secara lebih mendalam, terutama dalam memahami gagasan, konteks, sudut pandang, serta persoalan yang terdapat di dalam sebuah teks.
Rangkaian dilanjutkan pada Minggu, 6 September 2026 melalui Workshop Menulis Cerpen bersama Fatrohul Mubaroq, S.S, sastrawan, dan Hario Yudho Negoro, S.Sn dari LESBUMI NU Metro. Kegiatan dipandu oleh Ahmad Nashirudin, S.H.
Dalam workshop menulis, pesert