25/06/2019
JALAN MAKRIFAT GURU SUFI
Mari bergabung
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Mengintip kitab Mizan al-Hikmah diriwayatkan sebuah hadits bahwa seseorang bernama Majasyi’ datang kepada Rasulullah saw dan bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan menuju pengenalan kepada Allah (al-Haq)?”
Rasul saw menjawab, “Pengenalan diri (nafs).”
Orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara menyesuaikan diri dengan Allah?”
Rasulullah saw menjawab, “Menyelisihi ego (nafs).”
Orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan menuju keridhaan Allah?”
Jawab Nabi Saw, “Membenci ego (nafs)”
Dia bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara untuk sampai kepada Allah?”
Jawab Nabi Saw, “Hijrah dari ego (nafs)”
Orang itu masih bertanya lagi, “Wahai Rasulullah bagaimana jalan untuk taat kepada Allah”
Jawab Nabi Saw, “Menentang ego (nafs)”
Orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara berzikir kepada Allah?”
Jawab Nabi Saw, “Melupakan ego (nafs)”
Dia terus bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara mendekat kepada Allah?”
Jawab Nabi Saw, “Menjauhi ego (nafs)”
Dia bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara berakraban dengan Allah?”
Nabi menjawab, “Melepaskan diri dari ego (nafs)”.
Sampai pada akhirnya orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan untuk mencapai-Nya”
Rasulullah Saw menjawab, “Memohon pertolongan kepada Allah di dalam mengatasi ego (nafs)”
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah (tuhan) nya?” (QS 45 : 23)
BERSEMBUNYI DI DALAM RASA SELALU MERASA LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN ADALAH PENYAKIT EGO YANG PALING MELEKAT DI HATI
Maaf lahir bathin
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم