23/04/2026
Di tengah riuh rendahnya dunia yang kian cepat, seringkali kita lupa pada mereka yang langkahnya telah melambat. Di sebuah sudut gang sempit yang luput dari sorotan lampu kota, Mak Sumi, seorang lansia dhuafa.
Dinding kayu rumah Mak Sumi yang sudah lapuk. Hari ini, seperti hari-hari sebelumnya, tungku di dapur kecilnya tetap dingin. Tak ada kepulan asap, tak ada aroma nasi yang tanak.
Mak Sumi duduk termenung di balai bambu, tangannya yang keriput sesekali mengelus perutnya yang kosong. Baginya, kelaparan bukan lagi tamu asing, melainkan teman setia yang selalu hadir saat tabungan recehnya habis tak bersisa.
"Ya Allah, jika esok belum ada rezeki, kuatkanlah raga ini untuk sekadar bersujud," bisiknya lirih dalam doa yang parau.
Tiba-tiba, suara ketukan pintu memecah kesunyian. Di sana berdiri seorang relawan Yayasan Cinta NKRI dengan senyum tulus, mendekap erat sebuah karung putih berisi beras.
Saat karung itu berpindah tangan, tubuh ringkih Mak Sumi bergetar. Baginya, itu bukan sekadar sekarung beras; itu adalah jawaban atas doa-doa yang ia langitkan setiap malam. Itu adalah bukti bahwa di luar sana, masih ada hati yang peduli meski tak saling kenal.
Tak ada kata yang sanggup terucap, hanya air mata yang jatuh membasahi pipinya yang cekung.
Sore itu, tungku yang tadinya mati mulai menyala. Aroma nasi hangat mulai memenuhi ruangan, membawa kembali "nyawa" ke dalam rumah yang sunyi itu.
Mengapa Donasi Beras itu Begitu Berarti?
Bagi kita, mungkin satu kantong beras hanyalah bagian kecil dari belanja bulanan. Namun bagi lansia dhuafa seperti Mak Sumi.
Menghapus Kecemasan. Mereka tidak perlu lagi bangun dengan rasa takut akan apa yang harus dimakan hari ini.
Menjaga Harga Diri. Membantu mereka tetap berdaya tanpa harus meminta-minta di jalanan.
Menyambung Doa. Setiap butir nasi yang mereka makan menjadi energi untuk doa-doa tulus yang mereka panjatkan bagi para pemberi.
Mari Menjadi Perpanjangan Tangan Kebaikan. Seringkali, Tuhan mengirimkan bantuan bukan melalui keajaiban yang turun dari langit, melainkan melalui tangan-tangan manusia yang tergerak untuk berbagi. Sedikit bagi kita, namun hidup dan mati bagi mereka.