Generasi Simalungun -Au Simalungun

Generasi Simalungun -Au Simalungun Informasi Seputar Simalungun
Follow Instagram
(2)

05/06/2026

Macet Total dari Bundaran KEK Sei Mangkei Perdagangan ke Parlanaan Akibat Antrian Solar SPBU Parlanaan
Vidoe cr:

Sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Simalungun menghentikan sementara aktivitas produksi akibat anggaran belum ...
05/06/2026

Sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Simalungun menghentikan sementara aktivitas produksi akibat anggaran belum cair. Informasi penghentian operasional itu ramai beredar di media sosial sejak Kamis (4/6/2026).

Diketahui, dapur yang menghentikan operasional sementara adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Silakkidir di Kecamatan Huta Bayu Raja dan SPPG Dolok Ulu di Kecamatan Tapian Dolok. Penghentian operasional sementara mulai terjadi pada Jumat (5/6/2026) hingga Sabtu (6/6/2026).

Disebutkan di dalam video penghentian operasional dapur karena anggaran yang belum dicairkan.

Menanggapi masalah tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Simalungun, Debora Purba membenarkan sejumlah dapur MBG saat ini belum menerima pencairan anggaran operasional.

“Iya benar, dana belum turun,” ujar Debora saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di dua dapur yang viral di media sosial, melainkan juga dialami sejumlah dapur lainnya di wilayah Simalungun.

“Sekarang ada 24 dari total 66 dapur SPPG yang sementara tidak beroperasi,” katanya.

Meski demikian, Debora memastikan penghentian operasional hanya bersifat sementara dan tidak disebabkan persoalan teknis lainnya.

Menurutnya, pihak pengelola saat ini masih menunggu realisasi pencairan anggaran dari pusat. Jika dana telah diterima, seluruh dapur yang terdampak dipastikan kembali beroperasi seperti biasa.

“Kalau anggaran sudah turun, Senin rencananya kembali beroperasi. Tidak ada kendala lain,” ucapnya.
sumber: mistar. id

05/06/2026

Lagu Legend Simalungun….
Video cr: elpidameria/VT

Hasil investigasi yang dilakukan tim media dutakhabarterkini.co.id menemukan sejumlah kejanggalan dan dugaan kuat tindak...
04/06/2026

Hasil investigasi yang dilakukan tim media dutakhabarterkini.co.id menemukan sejumlah kejanggalan dan dugaan kuat tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Kepala Sekolah SMP Alwasliyah 40 Bandar Huluan, Sumarno, selama menjabat pada periode 2018 hingga 2024. Berdasarkan temuan di lapangan, dugaan penyimpangan mencakup manipulasi data siswa, pengadaan aset fiktif, hingga pengelolaan keuangan yang tidak transparan.

Berdasarkan data yang dihimpun tim media, terdapat perbedaan sangat signifikan antara jumlah siswa yang dilaporkan ke dalam sistem pendataan pendidikan (Dapodik) dengan fakta yang ada di lokasi. Data yang diserahkan Sumarno tercatat mencapai ratusan siswa, sementara verifikasi di lapangan menunjukkan jumlah siswa sebenarnya hanya berjumlah puluhan. Kejanggalan ini disinyalir merupakan modus untuk mengelabuhi pendataan guna memperoleh alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun hibah pendidikan dalam jumlah yang lebih besar dari seharusnya.
Selain memanipulasi data siswa, investigasi juga menemukan indikasi pelaporan pengadaan barang dan aset sekolah yang fiktif. Dalam laporan pertanggungjawaban tertera sejumlah barang masuk dalam inventaris, namun saat ditelusuri ke lokasi sekolah, barang-barang tersebut tidak ditemukan keberadaannya.

Para guru dan staf sekolah yang diwawancarai tim media dengan kesepakatan identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa struktur organisasi seperti jabatan sekretaris dan bendahara hanya bersifat formalitas semata. Selama memimpin, seluruh urusan keuangan dan administrasi penting sepenuhnya dipegang dan dikelola sendiri oleh Sumarno. Pihak bendahara hanya diminta sekadar membubuhkan tanda tangan pada dokumen keuangan, tanpa mengetahui rincian atau aliran dana yang sebenarnya.

Bukan hanya itu, kewajiban terhadap tenaga pendidik pun terabaikan. Berdasarkan pengakuan sejumlah guru, ada tunggakan pembayaran gaji yang belum diselesaikan oleh Sumarno hingga masa jabatan beliau berakhir.
Hal senada dibenarkan oleh beberapa pihak internal sekolah yang dikonfirmasi tim media, di antaranya KN, IBN, dan DN. Menurut keterangan KN, persoalan penyimpangan ini sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak pengawas Yayasan Alwasliyah, namun hingga kini belum ada tanggapan atau tindak lanjut yang jelas.

“Hal ini sudah kami laporkan ke Dikjar selaku lembaga pengawas khusus Yayasan Alwasliyah pada waktu yang berbeda, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan apa-apa,” tegas KN.

Dampak dari dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut juga terlihat dari peningkatan jumlah aset yang dimiliki Sumarno. Berdasarkan hasil penelusuran, terlihat adanya penambahan aset berupa rumah, kendaraan bermotor, dan harta benda lainnya yang meningkat secara signifikan selama masa beliau menjabat sebagai kepala sekolah.

Merespons temuan ini, Ketua DPD AKPERSI,Sumut yang memimpin tim investigasi mendesak instansi pengawas pendidikan, baik di tingkat Kabupaten Simalungun maupun Provinsi Sumatera Utara, untuk turun tangan dan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekolah.

Tim media juga menegaskan akan segera melaporkan seluruh bukti dan temuan ini kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Langkah ini diambil agar memberikan efek jera bagi setiap oknum yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, apalagi yang merugikan dana pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Sumarno maupun pengurus yayasan terkait serangkaian dugaan penyimpangan yang disampaikan tersebut.
Sumber: dutakhabarterkini.com

Satuan Reserse Nark*ba  (SatresNark*ba ) Polres Simalungun mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik T...
03/06/2026

Satuan Reserse Nark*ba (SatresNark*ba ) Polres Simalungun mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026. Selama operasi berlangsung sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026, aparat berhasil mengungkap 32 kasus tindak pidana tika dengan total 53 tersangka. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan operasi serupa di wilayah hukum Polres Simalungun.
Keberhasilan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Polres Simalungun, Pematang Raya, Rabu (3/6/2026). Kegiatan dipimpin Wakapolres Simalungun, Kompol Imam Alriyuddin, mewakili Kapolres Simalungun, didampingi Kasat Nark*ba AKP Carles Hartono Nababan, Kasi Humas AKP Verry Purba, Kasi Propam AKP Gomgom Silaen, Kasi TIK Ipda Daniel Suranta, serta jajaran SatresNark*ba .
Dalam pemaparannya, Kompol Imam menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga pekan operasi berlangsung, SatresNark*ba berhasil mengamankan barang bukti berupa 389,56 gram g***a, 535,51 gram sabu, dan 31,5 butir ekstasi. Sebagian besar barang bukti telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Pencapaian dalam operasi ini merupakan yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bekerja sama memberantas Nark*ba di wilayah Kabupaten Simalungun," ujar Kompol Imam.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan aktivitas peredaran Nark*ba . Berdasarkan data kepolisian, wilayah dengan jumlah pengungkapan terbanyak selama operasi berlangsung berada di Kecamatan Bandar, Dolok Batu Nanggar, Siantar, dan Bosar Maligas. Tingginya angka pengungkapan di wilayah tersebut menjadi perhatian aparat dalam memetakan jalur dan jaringan peredaran tika di Kabupaten Simalungun.
Kasat Nark*ba AKP Carles Hartono Nababan mengungkapkan capaian tersebut jauh melampaui target operasi yang telah ditetapkan.
"Kami diberikan target sebanyak tujuh pengungkapan, namun hasilnya jauh melebihi target tersebut. Ini merupakan capaian terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Sejumlah pengungkapan besar turut menjadi sorotan dalam Operasi Antik Toba 2026. Salah satunya penggerebekan dan pembakaran sarang Nark*ba di wilayah Tanah Jawa yang menghasilkan lima tersangka serta barang bukti sabu seberat 99,74 gram.
Selain itu, SatresNark*ba Polres Simalungun juga berhasil membongkar jaringan Nark*ba lintas provinsi Aceh-Medan dengan menyita 245 gram sabu dari empat tersangka, termasuk bandar pemasok utama. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu operasi terbesar yang berhasil dilakukan jajaran SatresNark*ba Polres Simalungun tahun ini.
Tak hanya menyasar jaringan pengedar, polisi juga melakukan penggerebekan serentak di dua tempat hiburan malam. Dari operasi tersebut, dua perempuan diamankan setelah hasil tes urine menunjukkan positif menggunakan Nark*ba .
AKP Carles menjelaskan, keberhasilan operasi tidak terlepas dari kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Informasi dari warga menjadi faktor penting dalam mengembangkan pengungkapan jaringan peredaran Nark*ba hingga ke luar daerah.
Selain upaya penindakan, SatresNark*ba Polres Simalungun juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui penyuluhan bahaya Nark*ba bekerja sama dengan Badan tika Nasional (BNN) di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Simalungun.
Sumber: mistar .id

Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), digantikan oleh Nanik Sudar...
02/06/2026

Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.
Pencopotan Dadan diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/5) malam.
“Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini,” kata Prasetyo Hadi.

“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik s Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” imbuhnya.

BGN adalah lembaga non-kementerian yang bertugas memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat lewat program makan bergizi gratis (MBG). Dadan tercatat Kepala BGN pertama yang dilantik Presiden Prabowo.

Dadan menduduki jabatan itu sejak Agustus 2024, sebelum akhirnya dicopot. Dadan didampingi tiga wakil antara lain Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Lodewyk Pusung menjabat Wakil BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Di masa kepemimpinan Dadan, banyak terjadi kasus keracunan anak sekolah penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola BGN.

Kasus-kasus itu membuat BGN membekukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab sebagai pemasok menu MBG.

Data terbaru, terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend.

Sunber: cnnindonesia. com

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Kabupaten Simalungun diduga secara terang-terangan menciptakan ket...
01/06/2026

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Kabupaten Simalungun diduga secara terang-terangan menciptakan ketimpangan dan kesenjangan menganga dalam pembagian anggaran kemitraan media Tahun Anggaran (TA) 2025. Di tengah jeritan para jurnalis daerah yang hanya menerima Rp3,6 juta pada tahun 2025 lalu, mencuat dugaan praktik nepotisme di mana satu media televisi lokal milik adik kandung Bupati Simalungun disinyalir sukses menyedot anggaran fantastis berkisar Rp839 juta.
​Ketimpangan yang menyayat hati sesama penggiat pers itu akhirnya bocor dan menggelinding panas ke DPRD Simalungun. Isu miring ini menjadi salah satu topik utama yang memicu cecaran anggota legislatif dalam rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Simalungun TA 2025, di Ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Simalungun, pada Jumat (22/5/2026).
​Berdasarkan data yang dihimpun, Dinas Kominfo Simalungun sejatinya menjalin kerja sama dengan kurang lebih 150 media massa lintas platform, baik televisi, cetak, maupun online, skala lokal hingga regional pada TA 2025 lalu. Namun, porsi pembagian anggaran dinilai jauh dari azas keadilan.
​Untuk jurnalis media online dan cetak yang bertugas di unit Pemkab Simalungun, nilai kemitraan dipatok sangat minim. Bagi wartawan yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW), jasa kliping berita dihargai Rp40 ribu per berita. Itupun dengan pembatasan kuota yang ketat, hanya 15 berita per bulan selama jangka waktu 6 bulan (Agustus-Desember 2025).
​Alhasil, dalam sebulan wartawan daerah hanya menerima Rp600 ribu. Jika total diakumulasikan sepanjang TA 2025, pendapatan para kuli tinta ini mentok di angka Rp3,6 juta (belum dipotong pajak).
Ironisnya, pendapatan yang relatif kecil itu baru direalisasikan dan dibayarkan oleh Kominfo pada awal Januari 2026.
Sementara itu, peluang untuk mendapatkan jasa iklan layanan dan advertorial hanya dinikmati oleh beberapa media tertentu saja, secara tebang pilih.
​Kontras dengan nasib mayoritas wartawan daerah, Efarina TV, media televisi lokal milik JR Saragih yang merupakan adik kandung dari Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih justru mendapat perlakuan istimewa.
​Dari total Rp4 miliar alokasi anggaran kemitraan media yang dikelola Kominfo Simalungun, sumber internal mengungkapkan bahwa Efarina TV telah meraup dana sebesar kurang lebih Rp839 juta.
Angka fantastis mendekati Rp1 miliar ini sontak memicu kecurigaan publik mengenai adanya konflik kepentingan (conflict of interest) dan pelanggaran atas UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari KKN.
Tidak hanya itu, isu mengenai adanya kemitraan serupa yang terselubung di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Simalungun, turut memperkuat aroma nepotisme tersebut.
​DPRD Meradang, Tuntut Transparansi Data!
​Disparitas gila-gilaan ini memantik reaksi keras dari jajaran DPRD Simalungun. Wakil Ketua DPRD Simalungun, Bonauli Rajagukguk, langsung mempertanyakan efektivitas pengelolaan total anggaran Rp9 miliar di Dinas Kominfo, khususnya porsi Rp4 miliar untuk kerja sama media.
​”Contoh media televisi itu berapa, untuk TA 2025. Kami butuh data itu ya. Nanti disampaikan kepada kami,” tegas politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Bona tersebut.
​Bona menilai nominal Rp40 ribu per berita bagi wartawan yang sudah bersertifikasi UKW sangat tidak manusiawi dan jauh di bawah standar kelayakan. Ia mengingatkan Plt Kadis Kominfo Simalungun agar segera membenahi sistem penganggaran tersebut.
​”Jangan ada ketimpangan. Ada media yang cuma dapat Rp50 ribu, contoh. Ada media yang dapat ratusan juta. Makanya, saya minta data itu. Data kerja sama media dan besaran bayarannya, satu tahun itu berapa setiap media itu,” cecar Bona lagi.
​Senada dengan Bona, Ketua Pansus LKPJ Bupati Simalungun TA 2025, Chrismes Haloho, mendesak pihak Dinas Kominfo segera membeberkan secara transparan aliran dana Rp4 miliar tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Politisi Golkar yang pernah mengenyam pengalaman sebagai jurnalis selama 8 tahun di Jakarta ini mengingatkan bahwa tanpa kemitraan yang sejajar dan adil, pembangunan di Kabupaten Simalungun akan berjalan pincang.
​”Kalau gak ada media ini, gelap kita Simalungun ini. Golap ini. Jadi memang ini perlu harus kita hargai. Saya setuju dengan Pak Bona ini. Empat puluh ribu, ongkos mereka saja dari kampung ke mari sudah berapa? Bensin pun tak cukup itu. Belum makannya. Kerja sama itu kan ada advertorial, ada rilis. Ini pun jangan sampai ada pembedaan-pembedaan yang signifikan,” tutur Christmas mengingatkan.
​Menanggapi desakan dan cecaran bertubi-tubi dari ruang banggar legislatif, Plt Kadis Kominfo Simalungun, Akbar Putra Siregar, akhirnya berjanji di hadapan forum rapat untuk segera menyerahkan seluruh data rincian kerja sama media dan besaran bayarannya kepada pihak Pansus DPRD Simalungun.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Simalungun, Bonauli Rajagukguk, saat dikonfirmasi pada Jumat (29/5/2026), mengaku belum menerima data rincian kerja sama media dan besaran bayarannya dari Dinas Kominfo Simalungun.
“Nanti aku tanya dulu ya lae,” kata Bona.
Demikian halnya, Chrismes Haloho, ketika diajukan pertanyaan serupa mengaku belum tahu apakah Dinas Kominfo Simalungun telah menyerahkan data rincian kerja sama media dan besaran bayarannya kepada pihak Pansus DPRD Simalungun.
“Lape hubotoh. Husukkun holi bani staf Setwan da. (dalam bahasa Indonesia: Belum tahu. Nanti saya tanya ke staf Setwan),” ujar politisi Golkar yang didapuk menjadi Ketua Pansus LKPJ Bupati Simalungun TA 2025 itu.
Terpisah, Plt Kadis Kominfo Simalungun, Akbar Putra Siregar, saat ditanya mengenai kebenaran angka kontrak Rp839 juta untuk Efarina TV, memilih tidak memberikan jawaban spesifik terkait nominal tersebut.
Akbar hanya menjawab diplomatis mengenai tindak lanjut ke DPRD.
“Masih dalam proses, segera kami siapkan dan akan disampaikan kepada DPRD ya pak,” ujarnya singkat.
sumber: siantar.bentengtimes. com

ugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Sim...
01/06/2026

ugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap aturan penyaluran bantuan sosial.Pendidikan Simalungun
Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan awak media Kransnews.com, informasi yang diperoleh menyebutkan adanya dugaan praktik yang dinilai tidak sesuai prosedur dalam penyaluran BLT kepada warga Huta V, yakni Boimen dan Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa pergantian penerima BLT seharusnya dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Desa Khusus (Musdessus).
“Penetapan penerima manfaat BLT Dana Desa dilakukan melalui Musdessus yang melibatkan kepala desa, perangkat desa, Maujana, dan tokoh masyarakat. Nama penerima harus diusulkan dan ditetapkan melalui mekanisme tersebut agar sah dan sesuai aturan,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Keterangan serupa disampaikan warga berinisial BY. Ia mengaku mengetahui adanya permintaan pengembalian dana BLT setelah bantuan dicairkan.
Menurutnya, pada hari pencairan BLT, Selasa (12/5/2026), Gamot Huta V, Nurhayati boru Nababan, mendatangi rumah Boimen dan meminta uang BLT sebesar Rp900.000 yang baru diterima. Sementara itu, istri Boimen, Sumarni, disebut diminta mengambil dana BLT atas nama Mesman sesuai arahan Gamot.
Saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026), sekitar pukul 12.45 WIB, Sumarni membenarkan bahwa dana BLT yang diterima suaminya sempat diminta kembali.
“Sebelumnya Gamot mengatakan bahwa BLT tahun ini dibuat atas nama suami saya, Boimen. Namun saat pencairan disampaikan bahwa bantuan tersebut sebenarnya untuk Benny Sihombing. Kami hanya mengikuti apa yang disampaikan,” ujar Sumarni.
Ia juga mengaku beberapa hari kemudian didatangi seorang perangkat Nagori Bandar Betsy I bernama Julianti yang menanyakan apakah dana BLT telah diterima oleh Boimen dan Mesman.
“Saya jawab bahwa uang BLT itu sudah diminta kembali oleh Gamot,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah pada hari yang sama, Gamot Huta V, Nurhayati boru Nababan, mengakui adanya kesalahan dalam proses penyaluran bantuan tersebut.
Menurut Nurhayati, sebelumnya telah ada kesepakatan dengan penerima baru, yakni Boimen dan Mesman. Namun pelaksanaan kesepakatan tersebut kemudian menjadi sorotan masyarakat.
“Memang uang BLT yang sudah dicairkan dari Boimen dan Mesman saya minta kembali untuk diberikan kepada penerima sebelumnya. Untuk almarhumah Roini diberikan kepada anaknya, Sutowo, dan untuk Benny Sihombing sesuai kesepakatan awal dengan Boimen dan Mesman,” ujarnya.
Meski demikian, Nurhayati tidak merinci bentuk maupun dasar kesepakatan yang dimaksud.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti persoalan ini secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Warga juga meminta agar pengelolaan keuangan desa, khususnya penyaluran bantuan sosial, dilakukan secara akuntabel dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah guna menghindari terjadinya penyimpangan di kemudian hari.
Sumber: kransnews. com

01/06/2026

Inggou Simalungun 👍

*jika ada keterangan yg kurang tepat, dapat di koreksi di kolom komentar 🙌

Video cr: rudyoctave/Vt

Address

Medan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Generasi Simalungun -Au Simalungun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Generasi Simalungun -Au Simalungun:

Share