VISI :
Terwujudnya Masyarakat Indonesia Tionghoa yang selalu menjunjungi tinggi adat istiadat & kebudayaan Tionghoa dalam meningkatkan kepedulian sosial & pendidikan tanpa mengabaikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, sebab pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa yang be
rintelektual. Disamping pendidikan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, suatu bangsa juga harus selalu menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaannya sehingga meningkatkan kepedulian sosial tanpa mengabaikan persatuan dan kesatuan bangsa tersebut. Berangkat dari hal tersebut, Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara bersatu hati memutuskan untuk membentuk suatu wadah yang diberi nama Perhimpunan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU) yang selalu menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa dalam kepedulian sosialnya membantu seluruh lapisan masyarakat baik secara nasional maupun lokal seperti Baniir Jakarta, Gempa Yogyakarta, Gempa Tasik Malaya, Banjir Bandang Mandailing Natal Sumut, Gempa Mentawai Sumbar, Asap Vulkanik Gunung Sinabung Karo Sumut, Kebakaran Mangkubumi Medan, Kebakaran Gg. Tanjung/Seto Medan, Banjir Sei Mati Medan, dan sebagainya. Disamping itu, dengan tekad turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga menjadi bangsa yang bermartabat di dunia MITSU membangun dunia pendidikan di Sumatera Utara melalui pendirian sekolah dengan maksud dan tujuan :
1. Memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat kurang mampu
2. Mengembangkan pendidikan bahasa asing dengan konsep Tri Bahasa yakni Indonesia, China dan Inggris. Dalam mencapai tujuan positif tersebut, dan dengan semangat cinta kasih tujuan mulia, MITSU banyak mendapat dukungan dari Masyarakat Indonesia Tionghoa yang secara bahu membahu memberikan dukungan moril maupun materil sehingga pada tanggal 27 Mei 2007 dapat dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sekolah. Dalam perjalanannya, dukungan yang diberikan kepada MITSU juga datang dari Yayasan Sin Chew Malaysia dengan mengerahkan pembaca setia Sin Chew Daily memberikan sumbangan kepada MITSU sebagai dana pembangunan sekolah. Dengan menggabungkan cinta kasih dan prilaku yang baik antar Masyarakat Tionghoa Indonesia–Malaysia, sekaligus mencerminkan hubungan baik yang terjalin sejak dahulu, oleh karena itu sekolah ini dinamakan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA) dibawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Nasional Sumatera Utara karena hukum di Indonesia belum membenarkan perhimpunan mengelola sekolah, yang selanjutnya pada tanggal 28 Agustus 2008 secara resmi gedung MITSU Kampus Hijau STBA-PIA diresmikan pemakaiannya Gubernur Sumatera Utara dan Bapak Surya Paloh yang juga selaku Pelindung. Saat didirikan sampai perkembangannya, STBA-PIA dengan program Strata S-1 memiliki 2 (dua) Jurusan yakni : Sastra China dan Sastra Inggris dengan 3 (tiga) konsentrasi yakni : Bisnis, Keguruan dan Pariwisata dan dalam penerimaan mahasiswa tidak pernah membedakan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan maupun membedakan Tingkat Sosial Ekonomi, hal ini sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, bahkan STBA-PIA selalu memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu agar dapat kuliah melalui Program Mitra Beasiswa MITSU. Atas semangat cinta kasih dan tujuan mulia tersebut, dalam perkembangannya STBA-PIA juga telah banyak mendapat dukungan dari berbagai lembaga baik dari dalam maupun luar negeri yang ditandai dengan jalinan kerjasama yakni : South China Normal University dan Jinan University, Assoisasi Pengusaha China di Indoensia (APCI) dan ICBC Bank, Assosiasi Travel Agen (ASITA) Sumut, PW Nadhalatul Ulama (NU) Sumatera Utara, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumatera Utara dan lain sebagainya. Demikian sekilas profil lahirnya MITSU dengan mendirikan STBA-PIA yang dikelola Yayasan Pendidikan Nasional Sumatera Utara.