Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera - Bkspps

Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera - Bkspps Akun resmi Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (Sumatera Planters Association)

Tugas dan fungsi utama BKS-PPS adalah melakukan koordinasi terhadap anggotanya untuk kelancaran dan kemajuan perusahaan perkebunan secara berkelanjutan,

Pemerintah Malaysia bersama pemerintah negara bagian tengah menyusun strategi untuk melindungi lahan pertanian dari eksp...
06/08/2026

Pemerintah Malaysia bersama pemerintah negara bagian tengah menyusun strategi untuk melindungi lahan pertanian dari ekspansi kawasan industri dan properti. Melalui program Permanent Food Production Zones, sekitar 25.000 hektare lahan telah ditetapkan sebagai kawasan produksi pangan permanen, atau hampir 5 persen dari total lahan pertanian Malaysia di luar perkebunan kelapa sawit dan karet.

Langkah tersebut diambil karena meningkatnya persaingan pemanfaatan lahan. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi pusat data, manufaktur semikonduktor, dan infrastruktur pendukung AI berkembang sangat pesat di Malaysia. Bahkan sebagian perusahaan perkebunan mulai memanfaatkan sebagian lahannya untuk pembangunan pusat data maupun pembangkit listrik tenaga surya.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia menilai perlindungan lahan pertanian menjadi semakin penting di tengah tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok global. Berkurangnya luas lahan pertanian dinilai dapat memengaruhi kemampuan negara menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pembelajaran penting. Transformasi industri, hilirisasi, dan investasi teknologi perlu berjalan seiring dengan perencanaan tata ruang yang menjaga keberadaan lahan pertanian dan perkebunan produktif. Komoditas strategis seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan kelapa tetap memiliki peran besar dalam mendukung perekonomian nasional, ekspor, serta kesejahteraan jutaan pekebun.

Ke depan, keseimbangan antara pembangunan industri modern dan perlindungan sumber daya lahan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing sektor pertanian dan perkebunan secara berkelanjutan.

Sumber: Business Times

Lonjakan harga kopi dunia dipicu oleh terganggunya pasokan dari negara-negara produsen utama. Brazil, salah satu pemasok...
05/08/2026

Lonjakan harga kopi dunia dipicu oleh terganggunya pasokan dari negara-negara produsen utama. Brazil, salah satu pemasok kopi terbesar dunia, menghadapi penurunan produksi akibat cuaca ekstrem, sementara ancaman El Niño kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap musim panen berikutnya. Kondisi tersebut membuat harga kopi arabika bertahan di kisaran USD7,36 per kilogram atau sekitar Rp132 ribu per kilogram.

Bagi Indonesia, situasi ini membuka peluang untuk memperkuat posisi di pasar ekspor. Kopi Indonesia dikenal memiliki karakter rasa yang khas, mulai dari earthy, fruity, hingga cita rasa vulkanik yang diminati konsumen di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Nilai tambah tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing di tengah tingginya harga kopi global.

Namun, peluang tersebut masih dibayangi tantangan di dalam negeri. Produksi kopi nasional masih berada di kisaran 700–750 ribu ton per tahun dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Perubahan iklim, serangan hama dan penyakit tanaman, serta produktivitas kebun yang belum optimal menjadi faktor yang membatasi pasokan.

Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi kunci. Pemanfaatan teknologi budidaya, penguatan pengendalian hama, perbaikan proses pascapanen, hingga pengemasan dan branding perlu terus didorong agar kopi Indonesia tidak hanya unggul dari sisi cita rasa, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Di tengah dinamika pasar global, keberhasilan industri kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh tingginya harga dunia, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas, kuantitas, dan nilai tambah sehingga peluang hari ini dapat menjadi pertumbuhan jangka panjang bagi sektor perkebunan nasional.

Sumber: CNBC Indonesia

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara menunjukkan realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ter...
04/08/2026

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara menunjukkan realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, rekomendasi teknis (rekomtek) mencapai 11.067 hektare dari target 14.500 hektare. Angka tersebut turun menjadi 1.396 hektare pada 2022 dari target 10.500 hektare. Hingga pertengahan 2026, luas lahan yang memperoleh rekomtek baru sekitar 1.000 hektare dari target 5.750 hektare.

Salah satu kendala utama berasal dari status lahan yang masih tercatat sebagai kawasan hutan, meski sebagian telah lama diusahakan masyarakat sebagai kebun sawit. Selain itu, masih banyak petani yang belum memiliki dokumen legal kepemilikan lahan sehingga belum memenuhi persyaratan mengikuti program PSR.

Proses pencairan dana bantuan yang memerlukan tahapan pengajuan, verifikasi, hingga pencairan juga dinilai cukup panjang. Kondisi ini membuat sebagian petani mempertimbangkan beralih ke komoditas lain yang lebih cepat menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, kebutuhan minyak sawit nasional diperkirakan terus meningkat, termasuk untuk mendukung implementasi B50 yang diproyeksikan membutuhkan tambahan sekitar 1 juta ton CPO per tahun dibandingkan saat penerapan B40. Karena itu, percepatan PSR dinilai penting untuk menjaga produktivitas kebun rakyat sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut terus meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya, pendampingan, serta mendorong kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan perkebunan guna menjaga produktivitas kebun dan keberlanjutan usaha.

Sumber: sumatra.bisnis.com

Saat memilih teh, banyak orang bertanya: jenis teh apa yang paling baik untuk kesehatan?Berbagai penelitian menunjukkan ...
03/08/2026

Saat memilih teh, banyak orang bertanya: jenis teh apa yang paling baik untuk kesehatan?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa teh hijau menjadi salah satu jenis teh dengan bukti ilmiah paling kuat. Kandungan antioksidannya membantu melawan radikal bebas, mendukung kesehatan otak, serta berpotensi menjaga kesehatan jantung melalui pengendalian kadar kolesterol.

Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan konsumsi yang bijak. Teh hijau masih mengandung kafein sehingga orang yang sensitif terhadap kafein, ibu hamil, atau individu dengan kondisi tertentu sebaiknya memperhatikan jumlah konsumsinya.

Pada akhirnya, pola hidup sehat tidak ditentukan oleh satu jenis minuman saja. Pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan.

Sudah rutin minum teh? Jenis teh apa yang paling sering Anda konsumsi? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

Sepanjang Semester I 2026, PTPN IV PalmCo membukukan laba bersih konsolidasian (unaudited) sebesar Rp3,23 triliun, menin...
28/07/2026

Sepanjang Semester I 2026, PTPN IV PalmCo membukukan laba bersih konsolidasian (unaudited) sebesar Rp3,23 triliun, meningkat 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan sebesar Rp23,41 triliun atau naik 11 persen secara tahunan, dengan penjualan Crude Palm Oil (CPO) tetap menjadi kontributor terbesar senilai Rp19,36 triliun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa lonjakan laba didorong oleh kenaikan harga rata-rata CPO hingga Rp15.034/kg, yang diperkuat pengendalian biaya, peningkatan produksi, serta optimalisasi proses bisnis di kebun dan pabrik kelapa sawit.

Perbaikan operasional terlihat dari produktivitas CPO yang mencapai 2,14 ton per hektare dengan rendemen kebun sendiri 23,48 persen. Di saat yang sama, PalmCo berhasil menekan cash cost komoditas sawit menjadi Rp3.707/kg, sehingga margin keuntungan tetap terjaga di tengah dinamika industri.

Kinerja keuangan perusahaan juga semakin kuat. EBITDA tercatat Rp6,05 triliun atau tumbuh 29 persen, sedangkan total aset meningkat 6 persen menjadi Rp81,57 triliun, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan aset melalui tata kelola yang baik.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, PalmCo terus memperluas ekspor. Pada periode 25 Mei–8 Juli 2026, perusahaan mengekspor 129.500 ton CPO ke berbagai negara, termasuk Tiongkok dan India. Di luar bisnis sawit, strategi menunda panen kopi demi menjaga kualitas specialty grade tetap menghasilkan laba bersih Rp2,49 miliar, menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip quality over quantity.

Memasuki Semester II 2026, PalmCo akan mempercepat program pemupukan, mendukung pengembangan renewable biogasoline, serta melanjutkan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas perkebunan nasional.

Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan informasi ini agar semakin banyak masyarakat mengenal perkembangan industri perkebunan Indonesia.

Sumber: ptpn4.co.id

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa sektor perkebunan menghadapi tantangan regenerasi tenaga kerja. Penelitian John McCart...
27/07/2026

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa sektor perkebunan menghadapi tantangan regenerasi tenaga kerja. Penelitian John McCarthy dari Australian National University (ANU) mengungkapkan banyak generasi muda di pedesaan mulai meninggalkan pekerjaan di sektor pertanian dan perkebunan karena dianggap berat secara fisik, kurang diminati, dan menawarkan prospek karier yang lebih terbatas dibanding sektor lain.

Fenomena ini telah dirasakan di Malaysia yang semakin bergantung pada tenaga kerja migran untuk menjaga operasional perkebunan. Sementara di Indonesia, kebutuhan tenaga kerja masih didominasi pekerja domestik dari berbagai daerah. Meski demikian, regenerasi tenaga kerja mulai menjadi tantangan seiring semakin beragamnya pilihan pekerjaan bagi generasi muda.

Di sisi lain, tuntutan terhadap praktik perkebunan berkelanjutan terus meningkat. Berbagai skema sertifikasi seperti RSPO pada kelapa sawit maupun sertifikasi kakao dan kopi mendorong perbaikan tata kelola, ketertelusuran, dan aspek lingkungan. Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja, jenjang karier, serta daya tarik profesi di sektor perkebunan juga perlu menjadi perhatian agar keberlanjutan dapat diwujudkan secara menyeluruh.

FAO menilai penciptaan lapangan kerja yang layak di pedesaan merupakan salah satu kunci keberlanjutan sistem pertanian. Karena itu, mekanisasi yang tepat guna, peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, lingkungan kerja yang aman, serta peluang pengembangan karier menjadi langkah penting untuk menarik talenta muda.

Ke depan, keberhasilan industri perkebunan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh kemampuannya menciptakan ekosistem kerja yang modern, profesional, dan mampu melahirkan generasi penerus yang siap mengelola perkebunan secara berkelanjutan.

Menurut Anda, langkah apa yang paling penting untuk meningkatkan minat generasi muda berkarier di sektor perkebunan? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan mari bersama mendorong lahirnya SDM perkebunan yang unggul untuk mendukung keberlanjutan komoditas Indonesia.

Sumber: Daily coffee news

Perkebunan sawit memiliki karakteristik lingkungan kerja yang unik. Pekerja perempuan dapat menjalankan aktivitas di lap...
24/07/2026

Perkebunan sawit memiliki karakteristik lingkungan kerja yang unik. Pekerja perempuan dapat menjalankan aktivitas di lapangan, pembibitan, laboratorium, gudang, kantor, pabrik kelapa sawit, hingga tinggal di emplasemen yang berada di dalam kawasan kebun. Oleh sebab itu, upaya pencegahan kekerasan seksual harus menjangkau seluruh area yang berkaitan dengan pekerjaan, bukan hanya ruang kantor.

Melalui Kepmenaker Nomor 88 Tahun 2023, perusahaan didorong membangun sistem pencegahan yang dimulai dari penyusunan kebijakan yang jelas, sosialisasi kepada seluruh pekerja, hingga memastikan setiap orang memahami bahwa segala bentuk pelecehan maupun kekerasan seksual tidak dapat ditoleransi. Budaya saling menghormati harus tumbuh mulai dari tingkat manajemen, asisten, mandor, hingga seluruh pekerja di lapangan.

Di lingkungan perkebunan, pencegahan juga diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung yang memadai, seperti penerangan di area kerja dan jalan menuju emplasemen, pemisahan toilet dan mess sesuai jenis kelamin, pengawasan pada lokasi yang berpotensi rawan, serta penyebaran pesan-pesan edukasi di kantor, afdeling, PKS, maupun fasilitas umum perusahaan. Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh pekerja.

Pada akhirnya, perlindungan pekerja perempuan bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi juga membangun budaya kerja yang saling menghargai. Ketika setiap pekerja merasa aman, perusahaan memperoleh lingkungan kerja yang lebih harmonis, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan industri sawit Indonesia semakin kuat.




Buku Potret Simalungun Tempoe Doeloe: Menafsir Kebudayaan Lewat Foto karya Sejarawan Erond L. Damanik mencatat bahwa hin...
23/07/2026

Buku Potret Simalungun Tempoe Doeloe: Menafsir Kebudayaan Lewat Foto karya Sejarawan Erond L. Damanik mencatat bahwa hingga tahun 1938, sekitar 120.000 hektare lahan di Simalungun telah diberikan sebagai tanah konsesi kepada 46 perusahaan perkebunan. Luasan tersebut mencakup sekitar sepertiga wilayah Simalungun saat itu dan menjadi salah satu pusat pengembangan perkebunan di Sumatera Timur.

Komoditas yang dibudidayakan meliputi teh, karet, kopi, dan kelapa sawit. Dalam arsip foto tahun 1920, terlihat hamparan kebun karet dan kopi Robusta di Siantar Estate yang menggambarkan sistem perkebunan kolonial yang telah dikelola secara terorganisasi. Damanik juga mencatat keberadaan 14 perkebunan teh, 20 perkebunan karet, serta 10 perkebunan campuran yang membudidayakan beberapa komoditas sekaligus.

Perkembangan industri perkebunan turut menjadikan kawasan Pematangsiantar sebagai pusat kegiatan ekonomi. Sejumlah perusahaan besar seperti HVA, Goodyear, dan Lonsum memperoleh hak konsesi dan membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari jalan raya, jalur kereta api, pabrik pengolahan, gudang, hingga permukiman pekerja.

Menurutnya, perkembangan tersebut ikut membentuk masyarakat Pematangsiantar yang majemuk melalui kedatangan tenaga kerja dari berbagai daerah di Nusantara. Namun, di sisi lain, sejarah perkebunan kolonial juga tidak dapat dilepaskan dari praktik ekonomi kolonial, sistem konsesi tanah, serta berbagai dinamika sosial yang menyertainya. Karena itu, jejak perkebunan perlu dipahami secara utuh sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Kini, kebun teh Sidamanik, kawasan perkebunan, serta sejumlah infrastruktur peninggalan masa kolonial masih menjadi saksi bagaimana sektor perkebunan pernah menjadi penggerak utama perkembangan wilayah Simalungun. Sejarah tersebut bukan hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan perkebunan modern perlu terus diarahkan pada prinsip keberlanjutan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia memiliki peluang besar mengembangkan biohidrokarbon berbas...
22/07/2026

Indonesia sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia memiliki peluang besar mengembangkan biohidrokarbon berbasis karet alam. Namun, selama ini proses pengembangannya masih memerlukan banyak uji coba untuk menemukan kondisi produksi yang paling optimal.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti Universitas Pertamina yang dipimpin Dr. Ir. Laksmi Dewi Kasmiarno mengembangkan model volatile-state kinetics yang mampu memprediksi hasil konversi karet alam menjadi biohidrokarbon pada berbagai kondisi pirolisis. Pendekatan ini membantu mengurangi proses trial and error, sehingga penelitian dan pengembangan teknologi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Dalam proses pirolisis, karet alam dipanaskan pada suhu 300–600 derajat Celsius dengan kondisi minim oksigen. Proses tersebut memecah rantai polimer karet menjadi senyawa yang lebih sederhana, kemudian menghasilkan minyak biohidrokarbon serta gas yang juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Hasil penelitian menunjukkan biohidrokarbon yang dihasilkan memiliki nilai kalor 43,8–45,3 MJ/kg atau mendekati bahan bakar diesel komersial. Pada kondisi optimum, sekitar 84,5 persen hasil pirolisis berupa produk cair yang juga mengandung senyawa bernilai ekonomi seperti limonene, toluena, dan xilena. Temuan ini menunjukkan bahwa karet alam tidak hanya berpotensi menjadi sumber energi terbarukan, tetapi juga bahan baku penting bagi industri kimia.

Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana riset dan teknologi dapat memperluas pemanfaatan komoditas perkebunan Indonesia. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, karet alam berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan energi, hilirisasi industri, dan peningkatan daya saing sektor perkebunan nasional.

PT Agrinas Palma Nusantara bersama Kementerian Koperasi mengembangkan model kemitraan berbasis koperasi yang menghubungk...
21/07/2026

PT Agrinas Palma Nusantara bersama Kementerian Koperasi mengembangkan model kemitraan berbasis koperasi yang menghubungkan petani, lembaga keuangan, mitra strategis, dan dunia usaha dalam satu ekosistem agribisnis yang saling mendukung. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan rantai usaha perkebunan yang lebih efisien dan berdaya saing.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Bapak Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah pemberdayaan petani, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di tingkat daerah. Penguatan kelembagaan koperasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, menciptakan nilai tambah, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Strategi tersebut mengusung konsep triple helix, yakni sinergi antara koperasi sebagai pengelola petani, Agrinas Palma sebagai lead integrator, dan mitra strategis yang menyediakan teknologi, akses pasar, serta dukungan pembiayaan. Skema ini diarahkan untuk mendukung pengembangan komoditas strategis seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan kedelai agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Selain memperkuat kepastian pasar dan akses pembiayaan, pendekatan ini juga mendorong penerapan benih unggul, mekanisasi, serta pendampingan agronomis guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Dengan ekosistem yang terintegrasi, koperasi diharapkan menjadi motor penggerak agribisnis perkebunan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Sumber: agrinaspalma.co.id

Menurut Anda, sejauh mana peran koperasi dapat menjadi penggerak utama transformasi agribisnis perkebunan Indonesia? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar

Address

Jalan Pemuda No. 2
Medan
20151

Opening Hours

Monday 09:00 - 14:00
Tuesday 09:00 - 14:00
Wednesday 09:00 - 14:00
Thursday 09:00 - 14:00
Friday 09:00 - 11:30
Saturday 09:00 - 11:30

Telephone

+62614514519

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera - Bkspps posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera - Bkspps:

Shortcuts

Share