04/06/2026
Dalam webinar EstCrops_Corner #26 bertajuk "Strategi Pengelolaan Ganoderma Menuju Industri Sawit Nasional Berkelanjutan", Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Siti Hardiyanti, menjelaskan bahwa Ganoderma merupakan patogen utama penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot/BSR) dan Busuk Batang Atas (Upper Stem Rot/USR) pada kelapa sawit.
Penyakit ini menyerang sistem akar dan batang tanaman sehingga mengganggu penyerapan air dan unsur hara. Dampaknya tidak hanya menurunkan produktivitas tandan buah segar, tetapi juga dapat menyebabkan tanaman roboh dan mati pada fase serangan lanjut. Kondisi tersebut menjadikan Ganoderma sebagai salah satu penyebab kerugian ekonomi terbesar di sektor perkebunan kelapa sawit.
Menurut BRIN, salah satu tantangan utama dalam pengendalian Ganoderma adalah sulitnya mendeteksi infeksi pada tahap awal. Tanaman yang terinfeksi umumnya belum menunjukkan gejala visual yang jelas sehingga penanganan sering terlambat dilakukan. Padahal, patogen ini mampu bertahan lama di dalam tanah dan sisa tanaman terinfeksi, sehingga penyebarannya berlangsung secara perlahan namun terus-menerus.
Untuk mendukung pengendalian yang lebih efektif, BRIN melakukan isolasi dan karakterisasi Ganoderma secara makroskopis, mikroskopis, hingga identifikasi molekuler menggunakan penanda ITS. Langkah ini bertujuan memahami keragaman patogen di berbagai wilayah perkebunan sawit Indonesia sehingga strategi pengendalian dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing isolat.
Ke depan, BRIN juga mendorong pengembangan teknologi deteksi dini berbasis molekuler, biosensor, kecerdasan buatan (AI), penginderaan jauh (remote sensing), serta pendekatan omics. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi pemantauan penyakit sekaligus membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat di lapangan.
Penguatan riset dan inovasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan industri sawit nasional di tengah tantangan penyakit tanaman dan perubahan lingkungan global yang semakin kompleks.
Sumber: BRIN