Angkatan Muda Adonara - AMA maumere

Angkatan Muda Adonara - AMA maumere Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Angkatan Muda Adonara - AMA maumere, Community Organization, Maumere.

Selamat malam untuk Tite wahakae Salam Gelekat ✊🏼 🤝 Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini, dengan Tema  Diskusi:  Dari ...
21/04/2026

Selamat malam untuk Tite wahakae
Salam Gelekat ✊🏼 🤝
Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini, dengan Tema Diskusi: Dari dapur ke dunia.
Ijin Menyampaikan Hasil yang dapat di Simpulkan dalam Diskusi bersama:

Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara Jawa Tengah. Ia berasal dari kalangan
bangsawan jawa, yang membuatnya memiliki akses terhadap pendidikan dasar disekolah
belanda, ELS (Europeesche Lagere School. Namun, ketika menginjak usia remaja, ia
harus menjalin masa pingitan, sesuai ada jawa yang berlaku kala itu. Meski berada dalam
keterbatasan fisik, Kartini tidak membiarkan pikirannya terkungkung. Ia belajar secara
otodidak dalam menjalin korespondensi (aktivitas surat menyurat yang dilakukan antara
dua pihak maupun organisasi untuk menyampaikan informasi), dengan teman-temannya
di Belanda. Korespondensi inilah yang menjadi jalan bagi Kartini untuk menyuarakan
pikirannya tentang pentingnya pendidikan bagi peremupan, kesetaraan hak serta kritik
terhadap sistem feodalisme (struktur sosial politik dan ekonomi yang berpusat pada
penguasa) dan kolonialisme (sistem dimana sebuah negara kuat menguasai atau menjajah
dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, politik dan perluasan wilayah)
yang menindas.

R. A Kartini dikenal sebgai pelopor emansipasi (pembebasan dari
perbudakan atau persamaan hak) wanita indonesia yang gigih memperjuangkan kesetaraan hak,
terutama pendidikan bagi perempuan pribumi dimasa penjajahan. Beliau terkenal melalui
kumpulan surat-suratnya yang diterbitkan menjadi buku ‘’ Habis Gelap Terbitlah Terang” yang
menyoroti ketidakadilan sosial dan pendidikan. Kartini berkeyakinan bahwa perempuan harus memiliki hak belajar yang sama untuk meningkatkan kecerdasan dan martabat bangsa. Beliau
memperjuangkan agar perempuan tidak hanya terbatas pada peran domestik (dapur),tetapi juga
aktif dalam bidang sosial kemasyarakatan. Dengan tema yang menjadi acuana kita adalah “Dari Dapur, ke Dunia. Kiprah Perempuan Dalam Peran Ganda.”Perempuan Modern Dan Peran Ganda, saat ini perempuan mejalin peran ganda. Didapur
perempuan sebagai seorang Ibu, istri dan pengelolah rumah tangga, sedangkan didunia
perempuan bisa sebgai pemimpin, pengusaha, pendidik dan lainya.

Perempuan modern tidak lagi
harus memilih satu, tetapi sering menjalankan keduanya secara bersamaan. Misalnya seorang ibu
bisa menjadi guru, bidan dan lainnya sambil mengurus keluarga.
Meskipun kebebasan sudh terbuka luas, akan tetapi masih memiliki tantangan yang tidak selalu
mudah. Peran rumah tangga masih dibebankan pada perempuan, perempuan dituntun harus bisa
di kerja diluar rumah harus punya penghasilan, di tempat kerja sekalipun perempuan masih
mengalami ketimpangan dari gaji maupun jabatan. Yang menjadi pertanyaan apakah perjuangan Kartini saat ini sudah selesai atau hanya berubah bentuk saja?
Dengan pertanyaan diatas muncul kesimpulan bawah agar tidak ada peran ganda perempuan maka adanya kesadaran pada kaum laki-laki.Oleh karena itu, mewujudkan kesetaraan bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dari kaum laki-laki. Laki-laki perlu mengambil peran aktif dalam membangun kemitraan yang setara, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan kerja. Dukungan, penghargaan, serta pembagian peran yang adil akan menciptakanmu keseimbangan yang sehat antara kehidupan domestik dan publik.
Dengan demikian, semangat “Dari Dapur ke Dunia” bukan lagi tentang beban peran ganda yang harus dipikul sendiri oleh perempuan, melainkan tentang kolaborasi yang harmonis antara laki-laki dan perempuan. Ketika keduanya berjalan beriringan, maka cita-cita Kartini akan benar-benar terwujud: sebuah masyarakat yang adil, setara, dan saling menguatkan demi masa depan yang lebih baik.

Terimakasih 🙏🏼🤝

Salam Gelekat..!‎Salam Gelekat..!‎Salam Gelekat..!‎‎Keluarga besar ANGKATAN MUDA ADONARA-MAUMERE, mengucapkan selamat ul...
19/03/2026

Salam Gelekat..!
‎Salam Gelekat..!
‎Salam Gelekat..!

‎Keluarga besar ANGKATAN MUDA ADONARA-MAUMERE, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum Adrianus Beda Watan, semoga panjang umur, sukses selalu dalam studinya dan juga tetap tabah dalam menjalankan tugasnya, sehat selalu dalam lindungan Tuhan dan Leluhur lewo tanah, Amin🙏🙏🙏

Organisasi Angkatan Muda Adonara- Maumere(AMA- MAUMERE) melakukan kegiatan gotong royong bersama di Pasar Senja Maumere ...
14/03/2026

Organisasi Angkatan Muda Adonara- Maumere(AMA- MAUMERE) melakukan kegiatan gotong royong bersama di Pasar Senja Maumere Kab. Sikka. Kegiatan ini merupakan inisiasi Bidang Humas dan Publikasi organisasi AMA- MAUMERE. Kegiatan ini (Baksos) merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan alam terutama ruang kota yang bersih dan sehat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa Organisasi AMA- MAUMERE yang juga merupakan Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir untuk memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan, kami percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan yang besar.

Salam Gelekat ✊🏻

Diskusi bersama  tentang  " Peran Public Speaking Dalam Generasi Muda AMA- MAUMERE, Diskusinya  di bawahkan dari Bidang ...
08/03/2026

Diskusi bersama tentang " Peran Public Speaking Dalam Generasi Muda AMA- MAUMERE, Diskusinya di bawahkan dari Bidang Pendidikan dan Pelatihan
pada:
🗓️Hari/ tgl: Sabtu 07- Maret 2026
📍Tempat: Di Sekertariat AMA- MAUMERE

Pemantik: Apolonaris Rianghepat, dengan Simon Petrus Beda Ola
Moderator : Wilfridus Aldino Menehat
Tema Diskusi: Peran Public Speaking Dalam Membangun Kepercayaan Diri Generasi Muda AMA- MAUMERE.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, anggota organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA- Maumere)dituntut untuk tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas dan percaya diri. Di sinilah peran "public speaking"menjadi sangat penting, khususnya bagi anggota organisasi Angkatan Muda Adonara–Maumere (AMA-Maumere). Kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, keberanian, dan kemampuan kepemimpinan.

Banyak anak muda sebenarnya memiliki ide dan potensi yang besar. Namun sering kali rasa takut, ragu, atau kurang percaya diri membuat mereka enggan untuk menyampaikan pendapatnya. Melalui diskusi dan latihan dalam "public speaking", anggota organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA-Maumere) belajar mengatasi rasa gugup, menyusun kalimat secara terstruktur, serta menyampaikan pesan dengan jelas kepada orang lain. Proses ini secara perlahan membentuk keberanian dan rasa percaya diri yang kuat.

Di lingkungan organisasi Angkatan Muda Adonara–Maumere (AMA- Maumere), kegiatan yang melibatkan "public speaking" seperti diskusi, presentasi, seminar, atau pelatihan kepemimpinan dapat menjadi wadah yang sangat efektif untuk melatih anggota. Ketika mereka diberi kesempatan untuk berbicara, menyampaikan gagasan, atau bahkan memimpin sebuah forum, mereka belajar bahwa suara mereka memiliki nilai dan dapat memberikan pengaruh positif bagi orang lain.

Selain itu, "public speaking" juga membantu anggota organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA-Maumere) mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal. Mereka belajar mendengarkan, merespons pendapat orang lain, serta menyampaikan ide dengan cara yang menghargai perbedaan. Hal ini penting untuk membentuk anggota organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere
(AMA-Maumere) yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga mampu bekerja sama dan membangun relasi yang baik dalam lingkungan sosial.

Dengan demikian, "public speaking" memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kepercayaan diri anggota Angkatan Muda Adonara–Maumere (AMA-Maumere). Melalui latihan yang berkelanjutan dan dukungan dari lingkungan sekitar, sehingga anggota organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA- Maumere), dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa perubahan.

Intimidasi terhadap ketua BEM UGM (Orde baru jilid II)Dugaan pengancaman terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM...
14/02/2026

Intimidasi terhadap ketua BEM UGM
(Orde baru jilid II)

Dugaan pengancaman terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah ia menyoroti tragedi bunuh diri seorang bocah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan pertanyaan besar: apakah ruang kritik di negeri ini semakin menyempit?

Peristiwa tragis di NTT yang dikaitkan dengan ketidakmampuan membeli buku sekolah bukan sekadar kabar duka. Ia adalah cermin retak dari persoalan struktural: kemiskinan, ketimpangan akses pendidikan, dan lemahnya jaring pengaman sosial. Ketika seorang pemimpin mahasiswa menyuarakan kritik atas kondisi tersebut, yang ia lakukan sejatinya adalah menjalankan fungsi moral dan intelektualnya sebagai bagian dari komunitas akademik.

Namun jika kritik itu dijawab dengan intimidasi, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan satu orang mahasiswa. Yang dipertaruhkan adalah komitmen terhadap demokrasi itu sendiri. Kampus seharusnya menjadi benteng terakhir kebebasan berpikir ruang di mana gagasan diuji dengan argumen, bukan ditekan dengan ancaman.

Jika kita melihat ke belakang, praktik semacam ini mengingatkan pada strategi pembungkaman kritik di era Soeharto pada masa Orde Baru. Kala itu, stabilitas politik dijadikan dalih utama untuk membatasi kebebasan berekspresi. Kritik mahasiswa sering dicap sebagai ancaman terhadap keamanan negara. Negara menggunakan berbagai instrumen: pengawasan ketat kampus, pembredelan media, hingga intimidasi langsung atau tidak langsung terhadap aktivis.

Strategi pembungkaman Orde Baru umumnya memiliki tiga pola. Pertama, delegitimasi: kritik dilabeli sebagai hoaks, provokasi, atau ditunggangi kepentingan politik. Kedua, intimidasi: tekanan psikologis, ancaman hukum, atau tekanan sosial untuk membuat pengkritik mundur. Ketiga, normalisasi ketakutan: menciptakan efek jera agar publik lain enggan bersuara.

Meski konteks hari ini berbeda Indonesia hidup dalam sistem demokrasi pasca-1998 refleks kekuasaan untuk merespons kritik secara defensif tampaknya belum sepenuhnya hilang. Ancaman terhadap mahasiswa yang menyuarakan isu kemiskinan pendidikan menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi masih rentan ketika menyentuh titik sensitif kekuasaan.

Yang perlu ditegaskan: menyuarakan ketidakadilan bukanlah tindakan subversif. Justru dalam negara demokrasi, kritik adalah mekanisme koreksi. Jika respons terhadap kritik adalah ancaman, maka yang terancam bukan hanya individu mahasiswa tersebut, melainkan kualitas demokrasi itu sendiri.

Sejarah Orde Baru memberi pelajaran bahwa pembungkaman mungkin menciptakan ketenangan semu, tetapi tidak pernah menyelesaikan akar persoalan. Ketimpangan, kemiskinan, dan krisis kepercayaan publik justru menumpuk di bawah permukaan. Reformasi 1998 lahir dari akumulasi suara yang lama ditekan.

Intimidasi terhadap aktivis mahasiswa menciptakan efek jera yang berbahaya. Mahasiswa lain bisa memilih diam, bukan karena tidak peduli, tetapi karena takut. Dalam jangka panjang, ketakutan semacam ini melahirkan budaya apatis dan mematikan tradisi kritik. Demokrasi tanpa kritik hanyalah formalitas tanpa substansi.

Lebih dari itu, respons represif terhadap kritik sering kali justru memperkuat dugaan bahwa ada persoalan yang tak ingin dibicarakan secara terbuka. Padahal, tragedi di NTT seharusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan, bukan ajang pembungkaman suara.

Kritik sosial bukanlah tindakan permusuhan. Ia adalah bentuk kepedulian. Ia lahir dari keyakinan bahwa keadaan bisa dan harus diperbaiki. Jika setiap kritik dipersepsikan sebagai ancaman, maka yang terjadi adalah delegitimasi terhadap partisipasi warga negara, termasuk mahasiswa.

Peristiwa ini menjadi ujian: apakah kita masih menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagai nilai dasar demokrasi? Ataukah kita mulai menganggap suara kritis sebagai gangguan yang harus dibungkam?

Kampus, negara, dan masyarakat perlu menunjukkan keberpihakan yang jelas bukan pada individu semata, tetapi pada prinsip. Sebab hari ini yang diancam mungkin seorang Ketua BEM. Esok hari, bisa jadi siapa saja yang berani bersuara.

Keluarga besar Angkatan Muda Adonara-Maumere menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada Apolonaris Rianghepat, K...
03/12/2025

Keluarga besar Angkatan Muda Adonara-Maumere menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada Apolonaris Rianghepat, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Organisasi AMA-Maumere dan juga merupakan Mahasiswa aktif Universitas Nusa Nipa Maumere, yang saat ini sedang mengikuti program internasional Indonesia Youth Excursion Network IYEN angkatan ke-19 Chapter Kuala Lumpur, Malaysia. Selain mengikuti rangkaian kegiatan utama, Apolonaris juga berpartisipasi aktif dalam forum kepemudaan internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Program Indonesia Youth Excursion Network merupakan agenda pengembangan kapasitas pemuda yang bertujuan memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, serta membuka ruang pertukaran budaya dan kolaborasi internasional. Program ini memberikan pengalaman pembelajaran lintas negara yang relevan dengan dinamika pengembangan pemuda di era global saat ini.
Dalam penyelenggaraan IYEN angkatan ke-19 di Kuala Lumpur, peserta menjalani sejumlah agenda inti yang mencakup presentasi proyek kepemudaan, kegiatan pengayaan akademik, eksplorasi budaya, dan kolaborasi antar peserta. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi, jejaring internasional, dan sensitivitas budaya.
Keterlibatan Apolonaris Rianghepat dalam program ini menjadi kebanggaan bagi Organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere dan diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan pemuda, baik dalam lingkup organisasi maupun di daerah.

Gelekat ✊

Keluarga Besar Organisasi AMA- Maumere.mengucapkanSelamat dan Sukses kepada Saudara Apolonaris Rianghepat atas amanah ya...
25/11/2025

Keluarga Besar Organisasi AMA- Maumere.
mengucapkan
Selamat dan Sukses kepada Saudara Apolonaris Rianghepat
atas amanah yang diterima.
Semoga tanggung jawab ini dijalankan ,dengan penuh integritas, komitmen, semangat Serta untuk memajukan lewo tanah dan organisasi Ama- Maumere di Nian Tanah Sikka ini.🙏🏻
Langkahmu hari ini bukan hanya tentang keberanian untuk keluar dari zona nyaman, tetapi juga bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat organisasi benar-benar membuahkan hasil.
Kami bangga punya sosok sepertimu—yang tak hanya membawa nama diri sendiri, tetapi juga membawa harapan dan nama baik organisasi ke tempat yang lebih tinggi.
Semoga pengalaman berharga ini membuka pintu kesempatan yang lebih luas, mempertemukanmu dengan orang-orang hebat, dan semakin menguatkan tekadmu untuk terus melangkah dan menginspirasi.
Tetaplah bersinar, tetap rendah hati, dan teruslah membawa energi positif bagi kita semua.
Perjalananmu adalah motivasi bagi kami✊✊✊

Diskusi bersama Mingguan atau Malming Ilmiah. yang terjadi:🗓️Hari/ Tgl: Sabtu,22 Nov 2025📍Lokasi: Di Sekretari AMA - MAU...
22/11/2025

Diskusi bersama Mingguan atau Malming Ilmiah.
yang terjadi:

🗓️Hari/ Tgl: Sabtu,22 Nov 2025
📍Lokasi: Di Sekretari AMA - MAUMERE.
Pemantik: Kaka Elin
Moderator: Anfrida
Materi: ,, MAHASISWA DAN TANGGUNGJAWAB SEBAGAI,ORANG MUDA.

Menjadi MahaSiswa bukan hanya tentang Hadir Di Kelas, mengerjakan Tugas, atau mengejar nilai terbaik. Lebih dari itu, menjadi MahaSiswa berarti memasuki tahap kehidupan yang menuntut kedewasaan, kemandirian, serta rasa tanggung jawab yang lebih besar. Di usia muda inilah seseorang belajar memahami bahwa masa depan tidak sekadar datang begitu saja—melainkan di bangun dari pilihan dan tindakan yang dilakukan hari ini.
Sebagai orang muda, MahaSiswa memegang peranan penting dalam Perkembangan Bangsa. Mereka memiliki energi besar, pemikiran yang segar, dan keberanian untuk berubah dan mengubah. Namun, semua potensi itu hanya dapat berkembang jika dibarengi dengan sikap bertanggung jawab. Tanggung Jawab itu terlihat dari cara MahaSiswa mengatur waktu, menghargai proses belajar, menjaga integritas, serta berkontribusi pada lingkungan sekitar.
MahaSiswa yang bertanggung jawab tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa ilmu yang ia pelajari suatu hari harus bermanfaat bagi banyak orang. Ia peka terhadap masalah sosial, peduli terhadap sesama, dan berani mengambil peran—baik sebagai agen perubahan maupun sebagai teladan bagi Adik-adik Generasi berikutnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, tanggung jawab itu tercermin dari hal-hal sederhana: datang tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan Jujur, Aktif Berdiskusi, atau ikut terlibat dalam kegiatan positif di kampus. Dari tindakan-tindakan kecil itulah, tumbuh karakter besar yang kelak akan membentuk pribadi yang matang.
Pada akhirnya, MahaSiswa Adalah Simbol Harapan. Menjadi Orang Muda adalah ,kesempatan sekaligus Amanah. Ketika keduanya dipadukan—semangat muda dan tanggung jawab—maka hadir sosok mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter; tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mampu memberi dampak bagi Masa Depan.

Maumere, 15 November 2025 bertempat di kantor Lurah Kelurahan Kota Uneng, Kabupaten Sikka. Telah dilaksanakan kegiatan P...
15/11/2025

Maumere, 15 November 2025 bertempat di kantor Lurah Kelurahan Kota Uneng, Kabupaten Sikka. Telah dilaksanakan kegiatan Pelantikan Calon Anggota Baru Angkatan VI Organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA-Maumere). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Semangat Berorganisasi serta Melestarikan Budaya Lokal dalam Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter dan Inovatif.”
Acara pelantikan berlangsung hangat dan penuh makna, ditandai dengan hadirnya berbagai organisasi kepemudaan baik tingkat nasional maupun lokal. Turut hadir OKP nasional GMNI Sikka dan OKP lokal Himala (Himpunan Mahasiswa Lamaholot) sebagai bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Organisasi Angkatan Muda Adonara Maumere (AMA-Maumere) menyampaikan pesan penting kepada para anggota baru. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari proses pembentukan karakter dan komitmen berorganisasi.
“Berproses lah dengan baik, karena sesungguhnya ini adalah langkah awal, bukan akhir dari sebuah proses seleksi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum Organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA-Maumere) menekankan bahwa berorganisasi tidak hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang tanggung jawab sebagai orang muda dalam upaya memajukan bangsa Indonesia, terkhususnya Lewo Tana. Organisasi Angkatan Muda Adonara-Maumere (AMA-Maumere) hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan potensi generasi muda, membangun karakter, serta mendorong inovasi.
Para anggota baru diingatkan untuk menjadi generasi yang mampu menjaga warisan Adonara mulai dari adat, tarian, hingga nilai-nilai budaya sekaligus berani melangkah maju dengan kreativitas dan pemikiran yang visioner. Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi mereka untuk mengabdi dengan ketangguhan, kerendahan hati, dan semangat berkarya bagi daerah dan masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyampaikan salam persaudaraan dan salam budaya sebagai simbol komitmen bersama untuk tetap bersatu dalam menjaga identitas dan keberagaman budaya.

Taan tou taan gelekat lewo
Salam Gelekat ✊🏻

Masa Penerimaan Anggota Baru, Organisasi ANGKATAN MUDA ADONARA  -  MAUMERE (AMA - Maumere) Hari ke dua.Minggu, 2 Novembe...
03/11/2025

Masa Penerimaan Anggota Baru, Organisasi ANGKATAN MUDA ADONARA - MAUMERE (AMA - Maumere) Hari ke dua.
Minggu, 2 November 2025

Hari ini, kita berdiri di satu ruang yang menyatukan tekad, cinta akan budaya, dan semangat persaudaraan. ANGKATAN MUDA ADONARA - MAUMERE (AMA - Maumere), bukan hanya sebuah organisasi. Kita adalah rumah bagi generasi muda yang ingin belajar, berkarya, dan menjaga warisan daerah kita, terutama nilai-nilai kearifan lokal.
Di sini kita tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga menumbuhkan karakter. Kita belajar tentang identitas, menghargai adat, serta menghidupi semangat Taan Tou Taan Gelekat Lewo. Sebagai mahasiswa dan pemuda, kita memikul tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai leluhur, namun tetap berpikir modern, kreatif, dan visioner.
Melalui AMA - Maumere, kita akan menemukan saudara, bukan sekadar teman tetapi kita, akan menemukan ilmu, bukan hanya sekadar aktivitas dan yang terpenting kita ,akan menemukan tempat untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan siap berkarya bagi masyarakat, serta Lewo Tanah.

Selamat bergabung dalam perjalanan ini. Jadilah bagian dari kisah besar, jadilah generasi yang menjaga, mencintai, dan memajukan budaya
AMA - Maumere. Kita bersaudara, berbudaya, dan berkarya untuk Lewo Tanah.

Taa,Tou,Taa Gelekat Lewo
Salam Gelekat ✊🏻🔥

Masa penerimaan anggota baru     Organisasi Angkatan Muda  Adonara - Maumere (AMA-Maumere), hari pertama Dibuka dengan g...
01/11/2025

Masa penerimaan anggota baru
Organisasi Angkatan Muda Adonara - Maumere (AMA-Maumere), hari pertama

Dibuka dengan gambaran budaya daerah dengan segalah bentuk pandangan. Ada yang menganggap itu sebagai ancaman tapi ada yang menganggap itu sebagai sebuah perlindungan. Dalam perkembangan teknologi, banyak sekali budaya- budaya baru yang datang dan tanpa kita sadari mengikis budaya asli kita. Sebagai seseorang yang berorganisasi bagaimana peran kita dalam melestarikan budaya.
Beranjak dari daerah yang jauh datang untuk menimbah ilmu. Namun keputusan untuk berorganisasi adalah orang - yang tau dan mau untuk belajar, bertanggung jawab, belajar mengambil keputusan.
Motivasi yang menjadikan orang untuk tetap teguh pada pendirian dan untuk mencapai tujuan mulianya.

Selamat datang teman - teman calon anggota baru.👐

Salam gelekat ✊🔥

Salam Gelekat! Seorang sastrawan realis Rusia bernama Leo Tolstoy pernah berkata "Tanpa Mengetahui Apa yang pernah terja...
20/09/2025

Salam Gelekat!

Seorang sastrawan realis Rusia bernama Leo Tolstoy pernah berkata "Tanpa Mengetahui Apa yang pernah terjadi pada masa lalu, kita tidak bisa memahami masa kini". Pernyataan ini sebenarnya mau menegaskan kepada kita bahwa manusia adalah Mahkluk sejarah. Untuk melangkah ke masa depan manusia harus kembali merefleksikan perjalanan masa lalu.

Dalam Dies Natalis ANGKATAN MUDA ADONARA- Maumere yang ke V, kami pengurus mengadakan diskusi dengan tema besar refleksi perjalanan organisasi selama lima tahun ini. Kami percaya dengan refleksi kita bisa melihat segala persoalan, baik itu kekurangan dan kelebihan; sehingga kita bisa memperbaiki dan meningkatkan kerja- kerja keorganisasian.

Oleh karena itu kami pengurus Mengundang kita semua (Alumni- Anggota) AMA- Maumere) untuk terlibat dalam diskusi (baca poster)

Address

Maumere

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Angkatan Muda Adonara - AMA maumere posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share