09/10/2026
Tampil di Lomba Tingkat Nasional, Delapan Inovasi Turida Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, mengandalkan delapan Aksi Nyata Inovasi untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong kemandirian warga. Berbagai inovasi tersebut dipaparkan langsung oleh Lurah Turida, Musaidi Azani, dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri. Pemaparan berlangsung secara daring dari Ruang Command Center Kota Mataram, Jumat (09/10/2026).
Delapan inovasi yang dikembangkan meliputi OMABAS, Kampung Lestari, NGOPI COI, JUWITA-ku, Rapor Bansos, SPINK, PIRAMID, dan Kampung Pekenan. Meski memiliki fokus berbeda, seluruh inovasi tersebut diarahkan pada satu tujuan, yakni menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
Dalam pemaparan yang turut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, Lurah Turida, Musaidi Azani, menjelaskan bahwa delapan inovasi yang dikembangkan tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaannya mengedepankan kolaborasi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk bersama-sama menjawab berbagai kebutuhan dan persoalan di lingkungan masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam pelayanan publik adalah PIRAMID (Pintu Informasi Administrasi Terintegrasi Turida). Melalui inovasi ini, masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan, menyampaikan pengaduan, memperoleh informasi bantuan sosial, hingga memanfaatkan perpustakaan digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempermudah akses pelayanan tanpa menghilangkan pentingnya interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Di bidang lingkungan, Kampung Lestari dikembangkan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, tangguh, dan berwawasan iklim. Upaya ini didukung dengan keberadaan 12 Tempah Dedoro, bank sampah, kelompok masyarakat, serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang turut berperan dalam mitigasi bencana.
Sementara itu, pendekatan pelayanan yang lebih partisipatif diwujudkan melalui NGOPI COI (Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia) dan JUWITA-ku (Jumpa Wilayah Tanggap Lingkunganku). Kedua inovasi ini mendorong pemerintah untuk hadir lebih dekat dengan warga, mendengarkan persoalan di lingkungan, serta membuka ruang dialog dalam mencari solusi bersama, termasuk terkait keamanan lingkungan, persoalan sosial, dan pendampingan hukum.
Pada sektor ekonomi, Kampung Pekenan bersama upaya digitalisasi UMKM Turida diarahkan untuk memperluas pemasaran produk lokal dan meningkatkan produktivitas pelaku usaha. Berbagai potensi masyarakat, mulai dari olahan kelor, makanan, kerajinan, hingga usaha logam, didorong agar memiliki nilai tambah melalui promosi, bazar, pameran, dan penguatan jejaring usaha.
Di bidang kesehatan, Kelurahan Turida menghadirkan OMABAS (Olahan Makanan Balita Atasi Stunting) dengan melibatkan Posyandu, kader, keluarga, dan pemanfaatan pangan lokal. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pemaparan, jumlah anak yang tercatat mengalami stunting menurun dari 54 anak pada 2024 menjadi 33 anak pada 2025. Upaya ini menjadi bagian dari perhatian kelurahan dalam memperkuat kesehatan keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak.
Perlindungan sosial juga menjadi perhatian melalui Rapor Bansos, yang diarahkan untuk memperkuat validasi data penerima bantuan dengan melibatkan perangkat wilayah, kader, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta perangkat daerah dan unsur terkait. Upaya tersebut dilengkapi dengan SPINK (Organisasi Pilantropi Dermawan Keluarga), yang mendorong kepedulian dan solidaritas masyarakat untuk membantu warga yang mengalami musibah, sakit, kelahiran, kematian, maupun membutuhkan dukungan pendidikan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Kelurahan Turida berupaya membangun ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pelayanan publik, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting agar setiap inovasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Ke depan, upaya tersebut akan terus diperkuat melalui semangat Turide Bangkit, dengan mendorong transformasi digital, pengembangan UMKM, penguatan Posyandu dan kelembagaan masyarakat, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai unsur masyarakat.
Melalui semangat tersebut, Kelurahan Turida ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat aktif sebagai pelaku pembangunan di lingkungannya.