Pesona Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat

Call Directions Website Contact the organization

Pesona Gunung  Rinjani Nusa Tenggara Barat Rinjani Itu Indah

PETISI FORUM RINJANI BAGUSCabut Ornamen di Danau Segara Anak! Jangan Ulangi Kesalahan yang SamaMATARAM โ€” Seakan sebuah d...
18/09/2026

PETISI FORUM RINJANI BAGUS

Cabut Ornamen di Danau Segara Anak! Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama

MATARAM โ€” Seakan sebuah dejavu, Danau Segara Anak kembali menghadapi persoalan yang sama: ketika keindahan alam dipertaruhkan atas nama pembangunan dan estetika.

Sepuluh tahun lalu, pada 2016, sebuah letter board besar bertuliskan โ€œDanau Segara Anakโ€ berdiri di tepian danau, seolah menjadi penanda kehadiran manusia di tengah kemegahan alam Rinjani. Reaksi keras pun bermunculan. Ribuan pencinta alam dan penggiat lingkungan dari berbagai daerah, bahkan pemerhati lingkungan dunia, menyuarakan penolakan dan mendesak agar papan tersebut dibongkar. Kehadirannya dinilai merusak bentang alam, mengganggu keindahan danau, serta tidak pantas berada di kawasan konservasi.

Kini, pada 2026, sejarah itu seakan berulang.

Sebuah ornamen berukuran besar berbentuk lumbung dengan motif Gerbang Selatan Sangkareang, yang identik dengan Kota Mataram, kembali berdiri di tepian Danau Segara Anak. Konon, ornamen tersebut dibuat sebagai papan petunjuk.

Namun, apa pun nama dan tujuannya, keberadaan bangunan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah kawasan konservasi harus dihiasi ornamen buatan manusia untuk menunjukkan keindahannya?

Danau Segara Anak tidak membutuhkan ornamen untuk menjadi indah. Keindahannya telah hadir secara alami, terbentuk dari bentang pegunungan, air danau, serta ekosistem yang menjadi bagian penting dari kekayaan Rinjani.

Kami menolak keberadaan ornamen tersebut. Alih-alih memperindah, kehadirannya justru mengganggu lanskap alami dan merusak keutuhan visual kawasan. Lebih jauh, pembangunan fasilitas di kawasan konservasi harus tunduk pada ketentuan perlindungan lingkungan, kesesuaian zonasi, serta peruntukan pemanfaatan kawasan.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, yang menegaskan pentingnya perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.

Pengelolaan kawasan pelestarian alam juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011, sebagaimana diubah dengan PP Nomor 108 Tahun 2015, yang menempatkan pengelolaan kawasan dalam kerangka konservasi dan sistem zonasi.

Karena itu, kami dari Forum Rinjani Bagus mendesak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani untuk menjelaskan dasar kebijakan, perizinan, kesesuaian zonasi, serta kajian lingkungan atas pembangunan ornamen tersebut. Kepatuhan terhadap aturan konservasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas.

Kami juga menegaskan bahwa setiap kebijakan di kawasan Rinjani harus dibangun melalui koordinasi, komunikasi, dan diskusi terbuka dengan para penggiat alam, Trekking Organizer, masyarakat lokal, pemerhati lingkungan, serta pemangku kepentingan lainnya. Konservasi bukan ruang bagi keputusan sepihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Atas dasar itu, Forum Rinjani Bagus menyatakan MENOLAK keberadaan ornamen tersebut dan MENUNTUT agar ornamen di tepian Danau Segara Anak segera dibongkar dan diturunkan dari kawasan danau Segara anak. Dan hal serupa tidak diulangi kembali di seluruh kawasan Rinjani dengan dalih apa pun.

Rinjani bukan ruang untuk memaksakan estetika buatan. Rinjani adalah warisan alam yang harus dijaga, bukan dihias hingga kehilangan wajah aslinya.

Biarkan Segara Anak tetap menjadi dirinya sendiri.

-FORUM RINJANI BAGUS-

31/05/2026

Ayo kita Kemon....
, Lari Renang dan Kayuh Sepeda

26/05/2026

Gerak Cepat Evakuasi Pendaki Warga Negara Malaysia di Gunung Rinjani

Selasa, 26 Mei 2026 menjadi bukti nyata bagaimana sinergi, kepedulian, dan kerja kemanusiaan bergerak tanpa henti di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Berawal dari laporan petugas piket TNGR di Pelawangan pada pukul 06.45 WITA yang menyampaikan kondisi cuaca cerah, proses evakuasi udara segera dipersiapkan demi keselamatan korban pendaki warga negara Malaysia yang mengalami kecelakaan saat pendakian.

Korban dipindahkan ke tandu pada pukul 07.15 WITA untuk mempermudah proses air evacuation. Helikopter kemudian take off menuju Pelawangan 2 pada pukul 07.18 WITA.

Setelah sempat mendarat di Sembalun untuk menurunkan tenaga medis guna mengurangi beban pesawat, helikopter akhirnya berhasil mendarat di helipad Pelawangan 2 pada pukul 08.15 WITA dan langsung mengevakuasi korban menuju Sembalun.

Pukul 08.29 WITA, korban diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali. Tepat pukul 09.10 WITA, korban tiba di RS Inmedika Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Evakuasi Udara adalah salah satu bentuk klaim pada Asuransi Premium yang ada di TNGR .

Balai TNGR mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini :
Basarnas Mataram, EMHC, Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, para relawan, serta seluruh petugas TNGR yang bekerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi.

Di balik indahnya Rinjani, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Semoga korban segera pulih dan seluruh tim yang bertugas selalu diberikan keselamatan dalam setiap langkah pengabdian. ๐Ÿ™

โ€œCintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Careโ€

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~












k


01/04/2026

selamat menadaki dengan aman dan nyaman buat yang mendaki hari ini.

tetaplah utamakan keselamatan dan perjalanan, semoga Rinjani ramah buat pengunjung dan pengunjung pun ramah dan peduli terhadap Rinjani dengan cara membawa turun kembali sampah nya.

05/03/2026

Semeton Rinjani,
Aktivitas pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani akan kembali dibuka mulai 1 April 2026. Pemesanan Tiket Pendakian melalui Aplikasi dapat dilakukan mulai :

๐Ÿ“… 6 Maret 2026
โฐ Pukul 08.00 WITA
๐Ÿ“ฑ Melalui Aplikasi eRinjani

Selain platform Android kini Aplikasi eRinjani kini juga sudah tersedia di platform iOS.

Pastikan update aplikasi eRinjaninya dan melakukan pemesanan melalui aplikasi, tidak perlu buru-buru pesan pastikan tanggalnya. Apabila kuota full masih bisa di tanggal yang lain. Rinjani tidak kemana-mana dan akan menantikan kehadiran semeton Rinjani semua.

Persiapkan pendakian dengan baik, serta tetap menjaga kelestarian alam Rinjani.

"Cintai Rinjani dengan Peduli.
Love Rinjani With Care"

Salam Lestari!
Salam Konservasi!
~Rinjani The Beauty of Nature and Culture ~










k




https://www.instagram.com/reel/DVfmwf6k8O5/?igsh=cHJwOWR4NGwwaGl0

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi membuka kembali jalur pendakian Gunung Rinjani mulai 28 Maret 2026 sete...
25/02/2026

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi membuka kembali jalur pendakian Gunung Rinjani mulai 28 Maret 2026 setelah penutupan sementara akibat cuaca ekstrem.

Pembukaan dilakukan usai evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kawasan, fasilitas pendukung, serta kesiapan sumber daya manusia. Pengelolaan pendakian diperkuat melalui peningkatan standar keselamatan, konservasi, dan pelibatan pemerintah daerah serta masyarakat sekitar.

Dalam operasional terbaru, TNGR menerapkan sistem berstandar global seperti gelang RFID, perangkat pemantau posisi pendaki, pusat komando terpadu, integrasi komunikasi radio, dan kebijakan zero waste digital. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan arah pengelolaan Rinjani bukan pariwisata massal, melainkan pendakian eksklusif dan berkualitas berbasis konservasi, seiring tingginya minat kunjungan yang tercatat lebih dari 80 ribu pendaki dan 52 ribu wisatawan nonpendakian.

๐†๐ฎ๐›๐ž๐ซ๐ง๐ฎ๐ซ ๐ˆ๐ช๐›๐š๐ฅ ๐ˆ๐ง๐ ๐ข๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฅ๐จ๐ฅ๐š๐š๐ง ๐“๐๐†๐‘ ๐‹๐ž๐›๐ข๐ก ๐ˆ๐ง๐ค๐ฅ๐ฎ๐ฌ๐ข๐ŸMataram, Senin, 23 Februari 2026 - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr ...
24/02/2026

๐†๐ฎ๐›๐ž๐ซ๐ง๐ฎ๐ซ ๐ˆ๐ช๐›๐š๐ฅ ๐ˆ๐ง๐ ๐ข๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฅ๐จ๐ฅ๐š๐š๐ง ๐“๐๐†๐‘ ๐‹๐ž๐›๐ข๐ก ๐ˆ๐ง๐ค๐ฅ๐ฎ๐ฌ๐ข๐Ÿ

Mataram, Senin, 23 Februari 2026 - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr L Muhamad Iqbal menegaskan keinginan pemerintah provinsi agar pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) lebih inklusif dengan mengajak semua pihak dan melibatkan masyarakat.

Hal itu dikatakan Gubernur saat menerima audiensi Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan dan General Manager Geopark Rinjani, Qwadru P Wicaksono dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di ruang kerja, Senin (23/02/2026) dengan penegasan bahwa pemerintah provinsi siap bekerjasama dan mendukung penuh program kegiatan Balai TNGR.

"Akhirnya, apapun yang terjadi dalam prngelolaan Gunung Rinjani, kami (pemerintah provinsi) orang pertama yang menghadapi situasi itu sehingga kami merasa TNGR tidak akan mampu menghadapi sendiri semua masalah," tegas Gubernur.

Gubernur menjelaskan, pengelolaan eksklusif yang dimaksud karena selama ini TNGR belum maksimal berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemkab Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah maupun masyarakat dalam hal konservasi dan pengelolaan destinasi wisata yang telah mendunia ini.
Menurut dirinya, pola pola kerjasama pengelolaan bersama TNGR harus dicarikan best practice terbaiknya sesuai dengan karakteristik lokal. Gubernur mencontohkan saat terjadi kecelakaan wisatawan beberapa waktu lalu, inisiatif vertical rescue yang digagas mandiri Pemprov NTB bersama beberapa stakeholder dalam hal keamanan pendakian dan penyelamatan menjadi contoh pentingnya kerjasama yang baik antara TNGR, pemerintah provinsi dan kabupaten serta masyarakat dalam pengelolaan agar tidak berjalan sendiri sendiri.
Begitupula dalam hal konservasi seperti penanganan sampah, potensi lokal desa penyangga, infrastruktur pendukung maupun wisata pendakian sebagai pendapatan.

"Saya mendorong kalau perlu tiket pendakian dibuat mahal dan bersertifikat serta berasuransi sebagai pendakian eksklusif khusus bagi pendaki mancanegara bukan mass tourism asalkan manfaat ekonominya untuk pengembangan masyarakat sekitar melalui badan layanan usaha daerah,"" sebut Gubernur.

Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan Gunung Rinjani sebagai simbol kehidupan masyarakat dan berharap inovasi TNGR dalam tata kelola lingkungan dan pariwisata segera diwujudkan.

"Perlu dilakukan konferensi pers dengan media media termasuk internasional untuk memberikan informasi perubahan perubahan yang sudah kita lakukan. Termasuk kesalahan terbesar kita kemarin karena promosinya trekking bukan mountaineering sehingga orang menganggap Rinjani seperti bukit Teletubbies", tambahnya.

Sejalan dengan hal itu, pihak TNGR dalam pertemuan tersebut memaparkan beberapa program pemberdayaan potensi dan konservasi di tahun ini. Diantaranya, potensi desa penyangga, sistem pengelolaan sampah, fasilitas keamanan, merchandise dan souvenir khas wisata dan geopark.

"Rencana pembukaan pendakian 28 Maret mendatang", ujar Budhy. (jmy/her/kominfotikntb)

22/02/2026

Lombok Dengan Semua keindahanya

21/02/2026

Selamat siang sahabat pesona Gunung Rinjani.

Kira" apa harapan teman" pendaki sebelum di buka nya jalur pendakian ?

TETAP KHUSUQ DALAM SHOLATMU ....
22/01/2026

TETAP KHUSUQ DALAM SHOLATMU ....

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

Address

Dinas Pariwisata NTB Jalan Langko NO 7
Mataram

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesona Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pesona Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat:

Shortcuts

Share