07/03/2026
MENGAKU ALLAH
Dalam sifat 20 WUJUD artinya "ADA" Yang ada
hanya Allah,, Makhluk tidak ada,, dengan kata lain:
1. Yang "ADA" itulah yang HIDUP, makhluk "mati"
2. Yang "ADA" itulah yang MELIHAT, makhluk
"buta".
3. Yang "ADA" itulah BERKATA-KATA, makhluk
"bisu".
4. Yang "ADA" itulah BERKEHENDAK, makhluk
"hampa"..
5. Yang "ADA" itulah BERILMU, makhluk "jahil".
6. Yang "ADA" itulah MENDENGAR, makhluk "tuli".
7. Yang "ADA" itulah BERKUASA, makhluk "lemah"..
Kenapa banyak ahli makrifat bila telah paham
mengaku Allah...? seperti al-hallaj, syekh siti jenar dan banyak lagi yang lain...?
Yang mengaku Allah itulah yang HIDUP pada batin
kita, la bukannya mengaku
berstatus sebagai manusia karena makhluk itu
pada hakikatnya "tiada".
Ada pun kita ini umpama bayang-bayang yang bergantung kepada pemilik yang punya bayang,
Oleh karena itu janganlah beraku-aku, jika tidak kenal siapa AKU.
Namun jika sudah mengerti siapa AKU, maka
beraku-akulah, karena yang beraku-aku itu adalah diriNya.
Perlukah beraku-aku..? Jawab: TIDAK PERLU..!!
Siapa yang telah "mengenal diri setiap waktu"
menyatakan Allah.
Namun jika mesti beraku-aku janganlah sekali-kali dilafadzkan (biarlah tidak berhuruf tidak bersuara..
Jika bersuara ia sudah berbentuk syareat Kepala
akan dipenggal seperti al-hallaj dIl..
Lantas siapa aku...?
AKU itulah "HAKIKAT INSAN" yakni diri sebenar diri, yakni ruh hayat yang hidup pada diri kita..
Pada hadis qudsi Allah berfirman: "Insan itu
rahasiaKu, Aku rahasiaNya".. Artinya, insan itu rahasiaku, rahasia itu sifatku, dan sifatku itu tidak lain dari pada AKU..
Jadi yang sebenar-benar insan itu manusia, yang sebenar-benar manusia itu muhammad, yang sebenar-benar muhammad itu Af'al Allah, yang sebenar-benar af'al itu Nurullah, yang sebenar-benar nurullah itu Sifat, dan sebenar-benar sifat itu Dzat, sebenar-benar Dzat itu adalah AKU (ALLAH).