Tercatat jutaan anak di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan, terlantar, atau hidup di jalan. Berdasarkan data Profil Anak Indonesia 2015 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), disebutkan bahwa pada tahun 2014 penduduk Indonesia yang berumur 0-17 tahun mencapai 82,8 juta atau sebesar 32,9 persen dari keseluruhan penduduk di Indonesia.
Dari angka itu bisa dipastikan terdapat jutaan anak yang terlantar atau hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka hidup di jalanan, atau jika beruntung mereka hidup di bawah pengasuhan panti yang dimiliki pemerintah pusat ataupun daerah. Jikalaupun ada yang hidup di bawah pengasuhan orangtua secara langsung, namun kemiskinan yang dialami orangtua pun harus dialami oleh anak-anak tersebut.
UNICEF Communication Specialist, Kinanti Pinta Karana mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki UNICEF ada sebanyak 13% anak-anak di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan nasional dengan perhitungan pendapatan Rp 10.000 perhari. (Sumber: Validnews, Rabu 19/7/2017)
Dari data ini saja, jika dihitung, 13% dari 82,8 juta anak, artinya ada 10.764.000 anak di Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Masih dari data UNICEF, juga diketahui bahwa 57% anak-anak di Indonesia hidup di bawah dua kali lipat garis kemiskinan. Tahun 2015 menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa terdapat setidaknya 4,1 juta anak terlantar di Indonesia dan diantaranya anak jalanan sebanyak 34 ribu orang.
Telah banyak upaya-upaya perlindungan sosial yang dilakukan oleh berbagai lembaga termasuk pemerintah agar anak-anak ini terayomi, seperti mempermudah Akses kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial untuk anak, termasuk universal health care (UHC). Namun semua upaya-upaya tersebut belum mampu secara maksimal menekan jumlah anak-anak yang terlantar di Indonesia dan tetap saja ditemukan berbagai kasus tindakan kejahatan yang menimpa mereka.
Khusus Anak-anak jalanan maka mereka lebih rentan menjadi korban kejahatan seperti kekerasan seksual, korban sindikat traficking, bahkan sangat rawan mereka pada akhirnya menjadi para pelaku kejahatan. Hal ini terjadi karena tidak adanya perlindungan sosial yang berkualitas tinggi dan mampu memastikan seluruh anak-anak ini terayomi. Disaat bersamaan mentalitas mereka melemah, lingkungan yang ‘keras’ dan rapuhnya pemahaman agama menjadikan kehidupan mereka sangat ‘buram’ dan jauh dari harapan masa depan yang cerah.
Padahal boleh jadi mereka hanyalah korban dari kondisi ekonomi negara dan tidak pernah menginginkan kehidupan seperti yang mereka jalani. Jadi mereka punya hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk ‘merangkul’ mereka serta mengulurkan tangan menyelematkan mereka.
Berangkat dari temuan fakta ini, maka kami dari Yayasan Cinta Abi Ummi --yang telah mendedikasikan diri menebarkan cinta kepada anak-anak Indonesia terutama mereka yang terlantar— akan menyelenggarakan berbagai program pembinaan dan perlindungan sosial kepada anak-anak dhuafa yang yatim atau terlantar. Beberapa program yang saat ini kami siapkan diantaranya:
- Bina Mental Spritual Anak Jalanan
- Dakwah Kemanusiaan untuk Anak Korban Perang
- Pondok Tahfidz dan Kreatif Anak Dhuafa
- Beasiswa pendidikan bagi anak terlantar yang berbakat/ berprestasi.
- Daurah Keluarga SAMARA (Sakinah Mawaddah Warahmah) khusus untuk Keluarga Dhuafa atau di daerah rawan konflik keluarga.
Oleh sebab itu, besar harapan kami dapat menyelenggarakan berbagai program di atas dan tentunya karena partisipasi dan sumbangsih dari masyarakat luas termasuk pemerintah. Sesungguhnya program ini hanya dapat berjalan dengan adanya 4 faktor, yaitu Azam yang kuat, Manajemen program yang tepat, Dana yang Cukup, dan Dukungan dari masyarakat.
Donasikan Infaq terbaik anda untuk anak-anak terlantar dengan mengisi Formulir Donatur Dermawan di Link ini:
https://goo.gl/forms/HPqhhlQVJdztDicC2
Atau berikan Infaq Terbaik Anda melalui:
Rekening Mandiri Syariah
a.n Yayasan CINTA ABI UMMI
💳 7300-720-182
HARAP KONFIRMASI SETIAP TRANSFER DENGAN KETIK:
Anak Terlantar # Jumlah Donasi # Nama Dermawan # Kota Asal # Alamat Email
Kirim Via SMS/ WA ke : 0895.8026.31187
Insya Allah setiap donasi yang masuk akan digunakan secara amanah dan dikelola seperti mengelola ‘harta anak yatim’ untuk membantu penyelenggaraan Program menyelamatkan anak-anak Terlantar. Untuk itu kami akan selalu update progres program di berbagai media sebagai pertanggungjawaban Program.
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rizki yang terbaik yang akan menggantinya” [QS. Saba/34 : 39]
Semoga Allah melipatgandakan pahala, rezeki dan berkah kepada para donatur dermawan, serta menyelamatkan puluhan juta anak-anak terlantar di dunia dan khususnya jutaan anak-anak terlantar di Indonesia. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.
‘Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.’” (Muttafaq ‘alaih. Shahiih al-Bukhari kitab az-Zakaah bab Qau-luhu Ta’ala: Fa Amma Man A’thaa wat Taqaa wa Shaddaqa bil Husnaa (III/304 no. 1442) dan Shahiih Muslim kitab az-Zakaah bab Fil Munfiq wal Mumsik (II/700 no: 1010 (57)).