09/01/2026
OPERASI BASARNAS RESMI DITUTUP
"Laut Menyimpan Raga, Ibu Menyimpan Rinduβ
LANGIT Labuan Bajo sore ini seolah ikut menunduk. Setelah 15 hari penuh harap dan doa, Basarnas resmi menutup operasi pencarian korban tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah.
Satu nama masih tertinggal di laut, satu jiwa yang tak pernah kembali ke daratan. Ia dinyatakan hilang, bukan karena tak dicari, tetapi karena samudra telah memeluknya terlalu dalam.
Satu per satu armada SAR bergerak pulang menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Mesin kapal meredup, bukan karena kelelahan semata, tetapi oleh beban batin yang tak terucap.
Laut yang selama dua pekan lebih disisir dengan sonar, penyelaman, dan mata yang nyaris tak terpejam akhirnya kembali sunyi. Tidak ada lagi teriakan aba-aba. Tidak ada lagi harapan yang menggantung di ujung cakrawala.
Di tepi pelabuhan, keluarga korban berdiri dengan dada yang penuh sesak. Mereka mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah melawan gelombang, angin, dan keterbatasan manusia demi satu tujuan: memulangkan yang hilang. Lima belas hari pencarian bukan sekadar angka, tetapi hari-hari yang menguras tenaga, keyakinan, dan air mata.
Sebagai tanda keikhlasan, keluarga menabur bunga di lokasi kejadian. Bunga-bunga itu hanyut perlahan, menjadi pesan terakhir kepada laut: cinta kami tak tenggelam, meski ragamu tak kembali. Di titik itu, doa dilepaskan, bukan untuk menemukan, melainkan untuk merelakan.
Seorang ibu melangkah pulang. Tangannya kosong. Ia pulang tanpa seorang anak, tetapi membawa kenangan, doa, dan kebanggaan atas perjuangan banyak tangan yang tak pernah berhenti mencari.
Laut mungkin menyimpan jasad, namun kisah ini akan tinggal sebagai luka, sebagai pengingat, dan sebagai pelajaran tentang batas manusia di hadapan alam.
Crdt : @ Cheluz Phun.