Selamatkan Yaki

Selamatkan Yaki Our programme aims to protect the Sulawesi crested black macaques and their native habitat.

Memperkuat upaya konservasi monyet yaki dan habitatnya di Sulawesi Utara, audiensi bersama Kementerian Kehutanan Republi...
25/04/2026

Memperkuat upaya konservasi monyet yaki dan habitatnya di Sulawesi Utara, audiensi bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Sekretariat Ditjen KSDAE, dan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik terlaksana dengan fasilitasi dari BKSDA Sulawesi Utara 🤝🌿

Dalam pertemuan ini, Selamatkan Yaki bersama BKSDA Sulawesi Utara mendapatkan arahan langsung dari Sekretaris Ditjen KSDAE, Bapak Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc., dan Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Bapak Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., untuk semakin memperkuat kerja sama di tingkat daerah guna mendorong implementasi program konservasi yang lebih efektif.

Ke depan, kolaborasi ini akan diterjemahkan dalam penyusunan kerja sama serta langkah-langkah nyata di lapangan melalui penguatan program berbasis masyarakat, edukasi konservasi, serta sinergi multipihak yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Dari daerah, untuk menjaga warisan alam kita 💚🐒

In memory of Birutė Galdikas (1946–2026)It is with great sadness that we reflect on the passing of Dr. Birutė Galdikas, ...
01/04/2026

In memory of Birutė Galdikas (1946–2026)

It is with great sadness that we reflect on the passing of Dr. Birutė Galdikas, a true pioneer in primatology and a lifelong champion for orangutans, Indonesia’s forests, and its extraordinary biodiversity.

Birutė was one of the first scientists to dedicate her life to studying orangutans in the wild. Her work at Camp Leakey in Tanjung Puting National Park laid the foundation for much of what we understand today about orangutan behaviour, ecology, and conservation. Through decades of commitment, she contributed to bringing global attention to Indonesia’s rainforests, not only as places of incredible beauty, but as ecosystems of global importance.

Her work helped highlight the richness of Indonesia’s natural heritage; from the peat swamp forests of Borneo to the unique biodiversity of Sulawesi, home to species found nowhere else on Earth. In doing so, she was part of a wider, ongoing effort and helped inspire many who continue to work alongside Indonesian scientists, communities, and government institutions to understand, value, and safeguard these landscapes for future generations.

We had the privilege of meeting Birutė briefly, and it was clear that her passion and dedication had already left a lasting mark across Indonesia and beyond. Her influence lives on in the people she inspired, the research she contributed to, and the forests and wildlife that continue to benefit from her life’s work.

At Selamatkan Yaki, we recognise that our work here in Indonesia, helping to protect species like the critically endangered Macaca nigra and supporting government and communities in their efforts to live alongside wildlife is part of a much wider, shared effort, built over time through the contributions of many, including Birutė.

We honour her legacy by continuing this work - supporting efforts to protect Indonesia’s forests, safeguard its biodiversity, and promote a future where both people and wildlife can thrive together.

Kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan alam. 🩺✨Di Hari Satwa Liar Sedunia 2026 ini, kita diingatkan kembali ...
03/03/2026

Kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan alam. 🩺✨Di Hari Satwa Liar Sedunia 2026 ini, kita diingatkan kembali bahwa hutan Sulawesi bukan hanya sekadar kumpulan pohon. Hutan adalah sumber udara bersih, air, dan tanaman obat yang tak ternilai harganya.

Yaki adalah spesies kunci yang memastikan ekosistem ini tetap seimbang. Jika populasi Yaki menurun, keseimbangan hutan terganggu, dan dampaknya akan kembali ke kita.

Ayo lebih peduli! Jangan biarkan kebanggaan Sulawesi ini hilang dari rumahnya sendiri.

Apa harapanmu untuk Yaki dan hutan Sulawesi di tahun 2026 ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇

Tidak semua yaki dan satwa liar beruntung tetap hidup bebas di hutan. Di PPS Tasikoki, peserta Yaki Youth Camp 2026 meny...
23/02/2026

Tidak semua yaki dan satwa liar beruntung tetap hidup bebas di hutan. Di PPS Tasikoki, peserta Yaki Youth Camp 2026 menyaksikan bagaimana satwa-satwa korban perdagangan satwa liar ilegal dirawat dengan penuh dedikasi.

Bagi banyak peserta, ini adalah pertama kalinya mereka melihat secara langsung konsekuensi dari perdagangan ilegal. Tim PPS Tasikoki menjelaskan bagaimana satwa bisa masuk ke rantai perdagangan, proses penyitaan, hingga tahapan rehabilitasi sebelum memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali.

Dari kunjungan ini, mereka pulang dengan perspektif baru yaitu menjaga satwa di habitat alaminya jauh lebih bermakna daripada melihatnya di kandang.

"Torang Jaga Yaki Karna Torang Peduli"

Salah satu sesi kunci dalam Yaki Youth Camp 2026 adalah observasi langsung Yaki di Taman Wisata Alam Batu Putih bersama ...
21/02/2026

Salah satu sesi kunci dalam Yaki Youth Camp 2026 adalah observasi langsung Yaki di Taman Wisata Alam Batu Putih bersama Kelompok Guide Tangkoko.

Sesi ini dirancang untuk memberi pengalaman nyata, bukan hanya pengetahuan teoritis. Melalui observasi ini, peserta memahami bahwa Yaki bukan hanya satwa yang “sangat terancam punah”, tetapi spesies dengan peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan hutan.

Melihat langsung yaki di alam juga membantu membangun koneksi yang lebih kuat dibandingkan pembelajaran di kelas. Ketika peserta menyaksikan Yaki hidup bebas di habitatnya, pesan konservasi menjadi lebih konkret dan relevan.

Pengalaman ini menjadi dasar diskusi lanjutan tentang pentingnya perlindungan habitat dan ancaman yang dihadapi Yaki dan alam di Minahasa Selatan. Karena kesadaran yang dibangun dari pengalaman langsung cenderung lebih bertahan dan berdampak pada tindakan.

"Torang Jaga Yaki Karna Torang Peduli"

Yaki Youth Camp 2026 bukan sekadar kegiatan kemah atau pelatihan. Ini adalah  rangkaian Kampanye Kebanggaan Yaki di Mina...
21/02/2026

Yaki Youth Camp 2026 bukan sekadar kegiatan kemah atau pelatihan. Ini adalah rangkaian Kampanye Kebanggaan Yaki di Minahasa Selatan, kolaborasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan Selamatkan Yaki.

Kampanye ini menargetkan tumbuhnya rasa bangga, kepedulian, dan komitmen nyata masyarakat terhadap perlindungan Yaki. Yaki Youth Camp menjadi salah satu strategi kunci untuk menjangkau generasi muda sebagai agen perubahan.

Sebanyak 48 pelajar perwakilan SMA, SMK, dan MA dari seluruh Kabupaten Minahasa Selatan mengikuti proses pembelajaran yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan. Mereka telah menjadi Duta Yaki!

Mereka berjumpa dengan Yaki dan satwa liar lain di habitatnya, memahami dampak nyata perdagangan satwa liar, melatih kemampuan berbicara, serta merancang aksi yang akan dibawa kembali ke sekolah dan masyarakat masing-masing.

Pendekatan ini bertujuan mendorong perubahan dari dalam komunitas sekolah, sehingga pesan konservasi tidak berhenti di camp, tetapi menyebar dan bertumbuh. Karena kebanggaan terhadap Yaki dan alam harus menjadi identitas bersama, bukan hanya slogan.

"Torang Jaga Yaki Karna Torang Peduli"

Happy weekend   😍
07/02/2026

Happy weekend 😍

POV: Hiding from mum because you took the last of her biscuits...👀🍪

Kami bangga Minahasa Selatan menunjukkan kepedulian nyata untuk Yaki dan alam. 💚🐒Dukungan langsung dari Bupati Minahasa ...
24/01/2026

Kami bangga Minahasa Selatan menunjukkan kepedulian nyata untuk Yaki dan alam. 💚🐒

Dukungan langsung dari Bupati Minahasa Selatan melalui Surat Instruksi tentang perlindungan Yaki dan habitatnya menjadi penguat bagi semua pihak. Ini bukan soal perintah, tapi tentang kebersamaan dan langkah yang searah demi alam yang kita cintai.

Di lapangan, Selamatkan Yaki bersama BKSDA Sulawesi Utara terus mendampingi kegiatan Kampanye Kebanggaan Yaki, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga edukasi masyarakat. Dukungan Bupati memberi semangat dan keyakinan bahwa upaya ini penting dan didukung bersama.

Kami bangga punya pemimpin daerah Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang peduli pada satwa endemik Sulawesi Utara. Yaki adalah bagian dari identitas kita. Menjaganya berarti menjaga warisan untuk anak cucu kita.

Terima kasih Minahasa Selatan. Mari terus jaga Yaki, kebanggaan kita bersama. 🌿💚

Orang Sulawesi Utara hidup berdampingan dengan alam dan satwa liar. Termasuk Yaki, monyet khas SULUT.Bakudapa deng Yaki ...
15/01/2026

Orang Sulawesi Utara hidup berdampingan dengan alam dan satwa liar. Termasuk Yaki, monyet khas SULUT.

Bakudapa deng Yaki di pinggir jalan atau dekat rumah?
✔️ Tetap tenang
✔️ Jaga jarak
✔️ Jangan memberi makan

Perlu mengusir? Gunakan payung atau sapu dengan gerakan seperti mengusir, arahkan menjauh tanpa mengejar dan tanpa melempar.

📸 Yaki terluka? Foto dari jarak aman & laporkan ke BKSDA Sulut.
Menjaga jarak adalah bentuk kepedulian.

This year reminded us that protecting the Yaki is never the work of one organisation alone. It happens through classroom...
29/12/2025

This year reminded us that protecting the Yaki is never the work of one organisation alone. It happens through classrooms, villages, forests, markets, and partnerships built on trust.

Our latest newsletter shares stories from the field, voices from our Yaki Ambassadors, and moments that show what collaboration can achieve.
Thank you for walking with us . 💚

📩 Read the newsletter here: https://tinyurl.com/5d4d6z6v
📷 Students from SD GMIM Kumu, Minahasa

✨ Yakisaver, minggu lalu Selamatkan Yaki turut berpartisipasi dalam LTC English League 2025 yang diselenggarakan oleh SD...
11/11/2025

✨ Yakisaver, minggu lalu Selamatkan Yaki turut berpartisipasi dalam LTC English League 2025 yang diselenggarakan oleh SD Katolik 01 Santa Theresia Manado, bersama LTC Education Group, Balai Bahasa, dan Pemerhati Budaya Minahasa & Bahasa Tombulu 🐒

Sebuah ajang inspiratif yang menggabungkan bahasa lokal dan internasional, menumbuhkan semangat belajar global tanpa melupakan budaya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap Yaki dan satwa langka Sulawesi Utara. 🌿💚

-

✨Yakisaver, last week Selamatkan Yaki took part in the LTC English League 2025, organized by St. Theresia Catholic Elementary School Manado with LTC Education Group, Balai Bahasa, and Minahasa & Tombulu Language and Culture Advocates 🐒

An inspiring event celebrating both local and international languages, encouraging global learning, cultural pride, and love for the Yaki and North Sulawesi’s wildlife. 🌿💚

Address

Jalan Babe Palar No 31
Manado
95117

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Selamatkan Yaki posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Selamatkan Yaki:

Share