Lestari Bumi Hijau

Lestari Bumi Hijau antisampah

11.05.2026Lestari Bumi Hijau bersama perwakilan Dinas Kehutanan KPH VI kab.Minahasa Utara, mendampingi kegiatan pengumpu...
16/05/2026

11.05.2026
Lestari Bumi Hijau bersama perwakilan Dinas Kehutanan KPH VI kab.Minahasa Utara, mendampingi kegiatan pengumpulan data informasi potensi wilayah penetapan regulasi Area Preservasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara pada lokasi yang berpotensi tinggi keanekaragaman hayati.
Lokasi kegiatan ini adalah wilayah penanaman berbasis kemasyarakatan (konservasi wilayah hak milik) berbatasan langsung dengan Kawasan hutan lindung Gn.Klabat dan merupakan salah satu program AQUA MINUT LESTARI oleh PT.Tirta Investama (AQUA) Airmadidi melalui anggaran CSR (Corporate Social Responsibility) yang dikelola Ngo Lestari Bumi Hijau.
Kegiatan Ini oleh BKSDA merupakan tindak lanjut dari penemuan hewan endemik Maleo oleh tim pengelola lahan, pada akhir tahun 2025.
Wilayah berkepemilikan ini menjadi penting karena keanekaragaman hayati yang terbilang tinggi, bukan hanya endemik Maleo, bahkan hewan endemik lainnya seperti Tarsius, yaki, burung rangkong atau Julang sulawesi dan Kus Kus beruang sulawesi sempat terpantau di wilayah ini.
Ini sekaligus menegaskan bahwa penemuan ini penting karena menjadi gerbang baru penelitian di provinsi Sulawesi Utara dan merupakan kebanggaan kabupaten Minahasa Utara. Ini adalah Laboratorium hidup pada koridor Gunung Klabat, maka perlu ada perlindungan, kontrol serta intervensi yang ketat untuk menjamin keberlangsungan ekosistem keanekaragaman hayati didalamnya.

06/05/2026

JAGA MALEO DI HUTAN GUNUNG KLABAT

​Gunung Klabat bukan hanya puncak tertinggi di Minahasa, tapi juga rumah bagi Maleo (Macrocephalon maleo). Saat Anda mendaki, Anda adalah tamu di habitat mereka. Mari menjadi pendaki yang bertanggung jawab dengan mengikuti panduan:
​1. Jaga Ketenangan di Jalur Pendakian
​Maleo adalah burung yang sangat pemalu dan mudah stres. Suara musik yang keras (speaker portable) atau teriakan yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas mereka, terutama di area hutan penyangga.
​2. Jangan Mengambil Apa Pun Kecuali Foto
​Jika Anda beruntung menemukan sarang atau telur Maleo di area tanah berpasir/hangat:
​Jangan menyentuh atau memindahkan telur tersebut.
​Jangan merusak vegetasi di sekitar area yang terlihat seperti gundukan tanah sarang.
​Cukup ambil foto dari jarak jauh tanpa menggunakan flash.
​3. Manajemen Sampah yang Ketat
​Sampah makanan dapat mengundang predator alami seperti tikus hutan atau anjing liar yang berpotensi memangsa telur atau anakan Maleo.
​Bawa pulang semua sampah Anda.
​Jangan meninggalkan sisa makanan di area camp.
​4. Hindari Membuat Api Unggun Sembarangan
​Maleo sangat bergantung pada suhu tanah yang stabil. Api unggun yang tidak terkontrol atau pembukaan lahan dengan cara membakar dapat merusak mikro-ekosistem tempat mereka bertelur.

​"Puncak Klabat tidak akan lari dikejar, namun Maleo bisa hilang selamanya jika kita tidak peduli. Biarkan mereka tetap menjadi penghuni abadi hutan Gunung Klabat."

​Informasi Tambahan :
​Jika Anda melihat aktivitas perburuan atau perdagangan telur Maleo di sekitar kaki Gunung Klabat, mohon segera informasikan kepada:
Lestari Bumi Hijau
​Pos Jaga Pendakian Klabat
​BKSDA Sulawesi Utara
​Mari kita pastikan bahwa setiap langkah kaki kita di Gunung Klabat tidak meninggalkan jejak kerusakan bagi satwa endemik kebanggaan kita.

05/05/2026

Kegiatan Camping and Biodiversity Exploration.
''HARMONI DI KAKI DIAN"
02-03 MEI 2026 telah usai, namun semangat konservasi yang kita bangun bersama di Kaki Dian akan terus tumbuh.
Kami ingin menyampaikan TERIMAKASIH ,apresiasi setinggi-tingginya kepada:
Peserta yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan antusiasme luar biasa. Kehadiran kalian bukan sekadar berkemah, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap keanekaragaman hayati. Semoga data dan pengalaman yang didapat menjadi bekal berharga untuk masa depan lingkungan kita.
_Narasumber Ahli Biodiversitas
Terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan kesabarannya dalam memandu sesi eksplorasi. Berkat Anda , kami tidak hanya melihat alam, tetapi belajar memahami bahasa alam melalui setiap flora dan fauna yang kita temui.
_Sponsor & Mitra Kerja Sama
Terima kasih telah menjadi bagian dari solusi. Dukungan materiil maupun moril dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian adalah energi kegiatan ini berjalan dengan lancar dan berdampak.
_Seluruh Panitia Pelaksana, setiap keringat dan waktu yang dikorbankan di balik layar. Kerja keras kalian memastikan harmoni ini tidak hanya sekadar nama, tapi sebuah kenyataan yang manis.
"Alam memberikan segala yang kita butuhkan, dan hari ini kita memberikan sedikit waktu kita untuk mengenalnya kembali."
Sampai jumpa di kegiatan berikutnya. Mari terus menjaga harmoni, karena setiap jejak kecil kita sangat berarti bagi Pelestarian.🙏

ELEGI HIJAU PESISIR SULAWESI UTARA:Sebuah Catatan Observasi*. Memasuki Labirin AkarPagi itu , air laut sedang surut perl...
04/04/2026

ELEGI HIJAU PESISIR SULAWESI UTARA:
Sebuah Catatan Observasi

*. Memasuki Labirin Akar
Pagi itu , air laut sedang surut perlahan. Bau sedimen yang khas—campuran antara garam, lumpur, dan sulfur—mulai tercium saat kaki melangkah masuk ke area hutan bakau. Di sini, pandangan mata langsung tertuju pada arsitektur alam yang rumit.
Jenis Rhizophora mendominasi pemandangan dengan akar tunjangnya yang melengkung kuat ke dalam lumpur hitam, tampak seperti kaki-kaki laba-laba raksasa yang menopang batang pohon agar tetap tegak melawan pasang surut. Sementara itu, di sela-selanya, nampak Avicennia (api-api) dengan akar napas yang mencuat vertikal dari permukaan tanah seperti ribuan pensil yang mencari udara.
*. Simfoni Kehidupan Kecil
Hutan mangrove Sulawesi Utara adalah kota yang tidak pernah tidur. Dalam observasi ini, permukaan lumpur menjadi panggung utama:
Kepiting Biola (Uca): Dengan capit satu sisi yang besar dan berwarna cerah, mereka tampak seperti sedang memberi isyarat atau menari di depan lubang-lubang kecil.
Ikan Gelodok (Mudskipper): Ikan unik yang lebih memilih "berjalan" dengan sirip dadanya daripada berenang. Mereka melompat di antara akar, menunjukkan betapa adaptifnya kehidupan di zona transisi ini.
Avifauna: Dari kejauhan, sayap putih Burung Kuntul seringkali terlihat melintas rendah, mencari makan di antara rimbunnya deduaun hijau pekat yang kontras dengan langit biru Sulawesi.
*. Fungsi yang Tak Terlihat
Di balik keindahannya, observasi ini menyadarkan kita pada peran krusial mangrove sebagai bio-filter. Air yang mengalir dari daratan menuju terumbu karang di lepas pantai disaring di sini. Partikel sedimen dijebak oleh rapatnya akar, mencegah polusi menutupi polip karang yang sensitif.
Selain itu, hutan ini adalah "pabrik karbon" yang sangat efisien. Tanah berlumpur di bawah pohon-pohon ini menyimpan karbon jauh lebih banyak dibandingkan hutan tropis di daratan, menjadikannya salah satu aset terpenting Sulawesi Utara dalam menghadapi perubahan iklim global.
*. Tantangan dan Harapan
Namun, ini tidak selalu tentang keasrian. Di beberapa titik, terlihat sampah plastik yang tersangkut di akar-akar mangrove—sebuah pengingat bahwa ekosistem ini adalah yang pertama menerima dampak dari kelalaian manusia di daratan.
Beruntungnya, di banyak desa pesisir Sulawesi Utara, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Melalui ekowisata dan penanaman kembali, "benteng hijau" ini perlahan dipulihkan. Mangrove bukan lagi dianggap sebagai lahan rawa yang tak berguna, melainkan warisan hidup yang melindungi pemukiman dari abrasi dan badai laut.
Kami menarik esimpulan :
Mangrove Sulawesi Utara adalah perpaduan antara ketangguhan dan kerentanan. Ia adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang unik sekaligus pelindung bagi ekosistem laut yang lebih luas. Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan pesisir Sulawesi itu sendiri.
"MANGROVE LESTARI, RAKYAT SEJAHTERA "

MALEO DI ATAP SULAWESIUTARA : Perlindungan Burung Maleo di Hutan Klabat Adalah Keharusan​Burung Maleo (Macrocephalon mal...
03/12/2025

MALEO DI ATAP SULAWESIUTARA :
Perlindungan Burung Maleo di Hutan Klabat
Adalah Keharusan

​Burung Maleo (Macrocephalon maleo) adalah salah satu keajaiban hayati yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sulawesi. Di tengah hijaunya Hutan Klabat, Sulawesi Utara, burung endemik ini berjuang mempertahankan keberadaannya. Dengan status Terancam Punah (Endangered) dalam Daftar Merah IUCN, upaya perlindungan Maleo di kawasan vital seperti Hutan Klabat bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan mendesak.

​Keunikan tak Tertandingi.
​Maleo dikenal karena perilaku bersarangnya yang luar biasa unik. Berbeda dengan burung lain yang mengerami telurnya, Maleo betina mengubur di dalam tanah berpasir atau tanah yang hangat secara geotermal.
​Di Hutan Klabat, area peneluran Maleo menjadi indikator penting. Kehadiran Maleo menunjukkan bahwa ekosistem di sana masih sehat dan memiliki kondisi tanah yang ideal untuk penetasan alami. Anak Maleo yang menetas akan langsung menggali jalan keluar dari timbunan pasir dan secara mandiri terbang mencari makan. Kemampuan bertahan hidup yang instan ini adalah adaptasi evolusioner yang menakjubkan.

​Maleo sebagai Penjaga Keseimbangan Ekosistem.
​Peran Maleo dalam ekosistem Hutan Klabat sangat penting:
• ​Penyebar Benih Alami (Natural Seed Disperser): Burung besar seperti Maleo berperan dalam memakan buah dan menyebarkan biji-bijian, membantu regenerasi hutan.
• ​Indikator Kesehatan Lingkungan: Situs peneluran Maleo menjadi titik fokus keanekaragaman hayati. Perlindungan situs ini secara otomatis ikut melindungi flora dan fauna lain di sekitarnya.
• ​Harta Endemik Sulawesi: Sebagai satwa endemik, Maleo adalah aset genetik dan warisan dunia yang tak ternilai harganya. Kepunahannya berarti hilangnya spesies unik selamanya dari muka bumi.

​Sinar Harapan Baru:
Penemuan dan Konservasi Maleo di Klabat.
​Upaya perlindungan di Gunung Klabat menunjukkan hasil yang menjanjikan, didorong oleh kolaborasi aktif antara sektor swasta dan komunitas konservasi.

​Penemuan Populasi Baru pada Oktober 2025
​Pada bulan Oktober 2025, sebuah kabar gembira datang dari Tim Konservasi Lestari Bumi Hijau yang menjalankan program konservasi di lereng Gunung Klabat. Tim yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. TIRTA INVESTAMA AIRMADIDI ini berhasil mengabadikan hewan endemik maleo dewasa lewat foto serta video .
Penemuan ini menjadi indikasi kuat bahwa Maleo masih menggunakan koridor hutan primer dan sekunder di Klabat sebagai habitat bersarang. Temuan ini menegaskan Hutan Klabat sebagai benteng Maleo yang harus dipertahankan.

​Upaya Pelestarian di Gunung Klabat
​Organisasi Konservasi Lestari Bumi Hijau, dengan dukungan PT. Tirta Investama Airmadidi, berfokus pada pendekatan pelestarian yang terintegrasi dan berkelanjutan di sekitar kaki Gunung Klabat sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem flora dan fauna maupun sebagai upaya memitigasi bencana akibat perubahan iklim (Hidrometeorology).

Ancaman di Hutan Klabat
​Meski ada upaya konservasi, Maleo terus menghadapi tekanan yang serius:

• ​Kehilangan Habitat: Pembukaan lahan yang bisa saja memutus koridor Maleo dari hutan menuju lokasi peneluran.
• ​Perburuan Telur: Pengambilan telur Maleo yang besar masih menjadi ancaman terbesar, menghentikan kelahiran generasi baru.
• ​Predator: Gangguan oleh predator alami dan hewan peliharaan (seperti anjing) di sekitar perbatasan hutan.

​Aksi Perlindungan: Tanggung Jawab Bersama
​Keberhasilan Konservasi hewan endemik di hutan Gunung Klabat membutuhkan sinergi antara korporasi peduli lingkungan dan komunitas konservasi adalah kunci. Melindungi Maleo membutuhkan:

• ​Penguatan Konservasi Berbasis Masyarakat: Menggandeng masyarakat lokal sebagai penjaga habitat.
• ​Penegakan Hukum: Tindakan tegas terhadap pelaku illegal logging dan perburuan.
• ​Edukasi dan Kesadaran: Program edukasi yang berkelanjutan tentang keunikan Maleo.
• ​Dukungan Swasta: Mendorong lebih banyak perusahaan mencontoh PT. Tirta Investama untuk mendukung konservasi spesies endemik di wilayah operasional mereka.

​Maleo adalah simbol kesetiaan dan ketahanan alam Sulawesi. Melestarikan Maleo di Hutan Klabat berarti menjaga hutan kita, melestarikan warisan kita, dan menjamin keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.

(Lestari Bumi Hijau )

AYO TANAM POHON..!

Address

Jalan Maruasey-Minanga
Manado
95163

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 13:00

Telephone

+81342794532

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lestari Bumi Hijau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share