26/06/2020
Pelantikan dan sekaligus pengukuhan Ikatan Keluaga Minang (IKM) Sulbar Malaqbi oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pada hari Sabtu 20 Juni 2020, bertempat di ruangan Auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar. Darmawel Aswar yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, didapuk sebagai Ketua Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sulbar Malaqbi.
IKM Sulbar Malaqbi ini merupakan organisasi pertama orang minang di Sulbar, karena sebelumnya belum ada organisasi yang menyatukan orang minang di Sulbar ini. Diharapkan organisasi IKM Sulbar Malaqbi ini, bisa mempersatukan orang Minang yang ada di 6 kabupaten di Sulawesi Barat, sehingga terjalin hubungan kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong dan kepedulian antarmasyarakat Minangkabau di wilayah Sulawesi Barat. Selain itu, adanya IKM Sulbar Malaqbi ini dapat memberikan konstribusi untuk kemajuan pembangunan berbagai sektor di Sulbar.
Falsafat IKM Sulbar Malaqbi mengacu kepada falsafat Minangkabau yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabbullah”.
Dalam Kesempatan ini Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, menyampaikan terima kasih kepada warga Minang yang selama ini turut berkontribusi menyukseskan pembangunan di Sulbar.
"Para sesepuh dan tokoh urang awak (orang Minang) di daerah ini sangat perhatian dan berperan aktif di profesi masing-masing, dalam berkontribusi menyukseskan pembangunan di Sulbar," ucap Ali Baal.
Ali Baal mengatakan, semangat kerja keras, kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan saling menghargai menjadi ciri warga Minang dan merupakan potensi diri untuk meraih sukses di perantauan. Ali Baal berharap, semangat para sesepuh serta anggota IKM Sulbar Malaqbiq dapat terpelihara sebagai potensi yang saling mengisi dan melengkapi bersama warga lain, yang juga merupakan amunisi percepatan pembangunan menuju kesejahteraan di provinsi tercinta ini. Ia menambahkan, kesinkronisasian dari Malaqbiq dan Minang memiliki makna yang artinya mulia, bermartabat yang tercermin pada tutur kata, sikap dan tingkah laku Malaqbi pau', Malaqbiq gau', Malaqbiq Kero'.
"Beberapa prinsip seperti “dimana bumi dipijak, disinan langik dijunjuang” kemampuan beradaptasi di setiap tempat dan menghargai masyarakat setempat, kemudian “adat basandi syarak - syarak basandi kitabullah, adat bersendi kitabullah”, ketataan pada agama dan hukum, serta menjunjung tinggi kejujuran, sangat relevan dengan moto malaqbiq yang diharapkan terus menyemangati dalam pembangunan Sulbar," tuturnya.
Dalam Kesempatan ini Ketua IKM Sulbar Malaqbi, Darmawel Azwar mengatakan tujuan dibentuknya IKM Sulbar Malaqbi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, peran ekonomi, dan memberi peran yang lebih banyak kepada masyarakat Minang yang ada di Sulbar yang sebagaian besar mempunyai toko, rumah makan dan usaha lainnya dan juga banyak pejabat ASN, Polisi, TNI serta Dokter.
Darmawel juga mengungkapkan, IKM Siap memberikan konstribusi untuk kemajuan wisata di Sulbar, karena antara Sumatera Barat dan Sulawesi Barat ternyata mempunyai hubungan yang kuat yaitu dari segi kebudayaannya, keseniannya, pakaian khas serta sarung mandar.
Di sela-sela acara pengukuhan dan pelantikan, Ketua IKM Sulbar Malaqbi dan Gubernur Sulbar saling memberi cendramata. Kegiatan ini dihadiri oleh Raja Mamuju, Andi Maksum Dai, Anggota DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal, Wakil Ketua II DPRD Sulbar, Abdul Halim, Bupati Mamuju Habsi Wahid, Wakil Bupati Majene, Lukman, jajaran Forkopimda, Pimpinan Instansi vertikal, sesepuh dan warga Minang, serta undangan lainnya.