09/10/2024
Rezeki Tak Pernah Salah Alamat
Hari ini, saya bertemu seseorang yang mengingatkan saya bahwa rezeki itu tidak selalu datang dari jalan yang kita duga. Bukan dari gaji bulanan, bukan dari usaha yang sudah kita rencanakan matang-matang. Pagi itu, sambil menunggu di sebuah warung kopi kecil di pinggir jalan, seorang ibu tua duduk di sebelah saya. Penampilannya sederhana, tapi senyumnya luas—senyum seseorang yang sepertinya tahu betul bahwa hidup ini adalah tentang syukur.
Kami pun berbincang. “Ibu jualan apa?” saya bertanya. Dia menunjuk gerobaknya, penuh dengan jajanan kecil yang, sejujurnya, tidak terlihat istimewa. Namun, yang membuat saya terkejut adalah ketika dia berkata, “Alhamdulillah, rezeki saya selalu cukup. Ada saja yang beli, kadang satu-dua, kadang lebih. Tapi yang penting, Allah Ta'ala selalu memberi.”
Saya terdiam. Kata-kata sederhana itu menohok hati saya. Di zaman yang serba instan ini, banyak orang berlomba mengejar rezeki, takut kekurangan, dan sering kali lupa bahwa sebenarnya rezeki itu bukan semata hasil kerja keras, tapi pemberian dari Sang Maha Pemberi.
Saya teringat satu ayat yang sering kali kita dengar:
"Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan semuanya dijamin rezekinya oleh Allah." (QS Hud: 6)
Rezeki itu tidak pernah salah alamat. Mungkin kita pernah merasa bahwa usaha kita tak sebanding dengan hasilnya. Tapi percayalah, Allah Ta'ala sudah mengatur semuanya dengan sempurna. Rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang, kadang dia hadir lewat kesehatan, lewat ketenangan hati, atau bahkan lewat senyum tulus seorang ibu tua yang kita temui di pinggir jalan.
Ketika saya meninggalkan warung kopi itu, hati saya terasa lebih ringan. Kadang kita hanya butuh diingatkan, bahwa semua yang kita miliki hari ini, dan segala yang akan datang esok, adalah jaminan dari Allah. Kita tinggal menjalani peran kita sebaik-baiknya, dan membiarkan Sang Pengatur Alam mengurus sisanya.