22/07/2025
Sosialisasi Destana Inklusi dan Pembentukan Pokja Pengurangan Risiko Bencana [26 Juni - 3 Juli 2025]
SIAP SIAGA–Kemitraan antara Australia-Indonesia– Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah melaksanakan Kick-off Program Pengembangan Destana berbasis Inklusif pada 11 Juni 2025. Pada pelaksanaan kegiatan ini, Konsorsium Destana Inklusif (KONDUSIF) Jawa Timur yang terdiri dari LPKP Jawa Timur, Forum PRB Jawa Timur, dan YISI Kabupaten Pasuruan mendapatkan kesempatan sebagai pelaksana Program SIAP SIAGA untuk pengembangan Destana yang Inklusif di wilayah Jawa Timur.
Program SIAP SIAGA tahun 2025 di Jawa Timur melalui Konsorsium Destana Inklusif (KONDUSIF) mulai memasuki tahap implementasi awal. Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) Jawa Timur selaku Lead konsorsium bersama Forum PRB Jawa Timur dan YISI Kabupaten Pasuruan telah secara intensif melakukan “sosialisasi dan perekrutan anggota kelompok Kerja Pengurangan Risiko Bencana (Pokja PRB)”.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Juni - 3 Juli 2025, KONDUSIF telah mensosialisasikan Program Destana Inklusi ke 8 desa yang tersebar di 4 kabupaten yang ada di Jawa Timur. Adapun lokasi desa yang menjadi sasaran kegiatan, meliputi:
1. Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang
2. Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang
3. Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang
4. Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang
5. Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang
6. Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang
7. Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
8. Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan
Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan program Destana inklusif kepada stakeholder desa. Hal ini dilakukan juga sebagai sarana pembentukan awal Kelompok Kerja PRB di Desa terkait. Melalui pendekatan partisipatif dan memperhatikan prinsip APKM (Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat) bagi kelompok rentan, dengan mengarusutamakan GEDSI, KONDUSIF berusaha melibatkan berbagai pihak yang memiliki kapasitas untuk merepresentasikan kepentingan dari kelompok-kelompok yang ada di masyarakat seperti perangkat desa, kelompok profesi, kelompok rentan, Perempuan, Anak/ Remaja, dan kelompok penyandang disabilitas. Harapannya, melalui sosialisasi ini, KONDUSIF dan stakeholder desa mampu bersinergi untuk menciptakan Desa Tangguh Bencana yang berbasis Inklusif.