Dakwah Remaja Islam Indonesia - DRII

Dakwah Remaja Islam Indonesia - DRII Fanpage ini adalah merupakan ajang untuk silaturahmi dan merupakan sarana dakwah antar remaja untuk akun sharing berbagi info

Di antara gemuruh pabrik yang gagah berdiri dan dunia digital yang tak lagi punya rem, manusia modern makin pandai bicar...
20/10/2025

Di antara gemuruh pabrik yang gagah berdiri dan dunia digital yang tak lagi punya rem, manusia modern makin pandai bicara—tapi makin jarang mendengar.
Kemarin yang ramai bukan soal iman, tapi soal gengsi. Tayangan Trans7 vs Kyai Lirboyo tiba-tiba seperti menguji: siapa sebenarnya yang lebih peka—media yang katanya melek, atau santri yang katanya kolot?

Lalu kita lupa, bahwa perdebatan tentang kebenaran sering kali gagal karena dua pihak sama-sama ingin terdengar benar, bukan ingin mencari kebenaran.

Aku tersenyum getir melihat linimasa:
ada yang bilang “jangan sakralin kyai”,
ada p**a yang membalas “jangan lecehkan guru kami.”
Padahal keduanya sedang bicara cinta, tapi dengan bahasa yang berbeda.
Yang satu bicara dengan mikrofon, yang lain dengan air mata.

Cak Nun pernah bilang, “Jangan cepat-cepat menilai siapa yang salah. Kadang yang salah hanya belum paham, dan yang benar belum sempat menjelaskan.”
Sedang Joko Pinurbo mungkin akan menulis begini:

“Televisi menyorot pesantren, tapi lupa menyorot dirinya sendiri.”

Aku sendiri percaya,
bahwa pesantren bukan menara gading suci tanpa cacat,
dan media bukan iblis yang selalu ingin membakar.
Keduanya sama-sama butuh cermin—agar tahu apakah cahaya yang mereka bawa masih murni atau sudah menyilaukan.

Kepada para santri, jangan marah terlalu lama.
Kemarahan yang tak diolah hanya melahirkan dendam, bukan hikmah.
Kepada media, jangan merasa paling tercerahkan.
Kadang yang kalian sebut “fakta” hanyalah opini yang dibungkus halus oleh algoritma.

Inilah zaman di mana dakwah harus cerdas,
bukan sekadar lantang.
Karena musuh terbesar hari ini bukan orang yang berbeda keyakinan,
tapi orang yang kehilangan kemampuan untuk mendengar dengan hati.

Mungkin inilah ujian kita sebagai umat yang katanya rahmatan lil ‘alamin:
apakah kita bisa berdakwah dengan akhlak,
bukan hanya dengan amarah?

Sebab seperti kata Gus Baha’,
“Orang yang benar tapi tidak sabar, bisa jadi lebih berbahaya dari orang yang salah tapi sabar.”

Dan kalaupun pesantren disalahpahami,
biarlah waktu yang menjawab.
Karena cahaya tidak perlu membalas kegelapan—ia cukup terus menyala.

Address

Jalan Teluk Pelabuhan Ratu Arjosari
Malang
65126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dakwah Remaja Islam Indonesia - DRII posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Dakwah Remaja Islam Indonesia - DRII:

Share