29/03/2022
Umar Bin Khattab vs Malaikat Munkar Nakir
Ketika Rasulullah berbicara kepada para sahabat perihal Munkar dan Nakir. Digambarkan malaikat Munkar dan Nakir akan mendatangi mayit di kuburan dalam bentuk yang begitu menyeramkan; berkulit hitam, bengis, keras, dan menakutkan. Lalu kedua malaikat itu akan menanyai si mayit.
Mendengar penuturan Rasulullah itu, Umar bin Khattab yang di juluki singanya Allah bertanya, “Rasul, apakah saat di kuburan nanti aku sebagaimana sekarang ini?”
“Ya,” jawab Rasul.
“Kalau begitu,” timpal Umar kemudian, “demi Allah akan aku lawan kedua malaikat itu!”
Sewaktu Umar wafat dan jasadnya sudah dikuburkan, orang-orang pun meninggalkan pemakaman. Hanya Ali bin Abi Thalib yang berada di area pemakaman.
Ali saat itu merasa penasaran ingin mengetahui bagaimana dialog yang akan terjadi antara dua makhluk yang sama-sama menyeramkan itu.
"Suatu saat Ali agak kesal dengan Umar karena begitu galaknya umar yang hampir setiap orang pernah dibentaknya, “Apa dia berani membentak munkar nakir?", pikir Ali ”.
Ali meminta kepada Allah SWT agar mukasyafah (dibukakan tabir) oleh Allah SWT permintaan Ali tersebut dipenuhi.
Tidak lama kemudian, Umar didatangi Munkar Nakir dengan mata yang sangat menyeramkan, mengetahui hal tersebut Ali berfikir Umar pasti takut.
"Man rabbuka", "Siapa tuhanmu",
bentak malaikat kepada Umar.
"Tuhanku Allah SWT", jawab umar
Lalu umar bertanya kepada 2 malaikat ini, "siapa Tuhanmu?"
Mendapat pertanyaan itu kedua malaikat saling berpandangan
"Hai malaikat! Engkau mendatangi aku, sahabat Rasulullah dan bertanya siapa tuhanku?", jawab Umar sambil membentak malaikat,
"Aku peringatkan kepadamu, jangan lagi menakut-nakuti orang-orang beriman dengan penampilan dan wajah sangarmu itu. Ganti wajahmu yang menyeramkan dengan wajah yang lain agar tidak menakut-nakuti orang-orang muslim", tambah Umar.
Umar justru membentak dan meminta malaikat agar tidak menakut-nakuti dirinya dan orang-orang muslim pada saat menanyai di dalam alam kubur. Kedua malaikat ini pun pergi meninggalkan Umar.
Wallahu a'lam
Kitab Nurud Dholam karya Syekh Nawawi Al-Bantani
Referensi
Gus baha dan habib alwi alhabsyi
(instagram)