24/06/2026
"Nasib di Negeri Demokrasi Omon-omon"
Rangkuman Kajian Ranah Strategis #01
Oleh: Ahmad Tsiqqif 'Asyiqulloh (Koordinator Nasional Aktivis Peneleh)
Kita sudah terlalu lama percaya pada jargon yang tidak pernah benar-benar diuji. Demokrasi yang kita jalankan hari ini bukan Demokrasi Pancasila โ ia hanyalah Demokrasi Liberal berkedok lima sila.
Dan Liberal itu artinya satu hal: Segala suara dicampur rata. Tanpa dasar. Tanpa kualitas. One man, one vote โ selesai. Tidak peduli apakah suara itu lahir dari nalar atau sekadar ikut-ikutan.
Maka wajar kalau hasilnya selalu sama: Pemimpin yang tidak terkualifikasi secara serius, wakil rakyat yang tidak mewakili, sistem yang sibuk dengan bilik suara, bukan dengan kesejahteraan.
Bagaimana kalau ada sistem yang lebih tua, lebih teruji, dan lebih adil dari demokrasi liberal?
Bukan imajinasi. Bukan utopia. Ia pernah berjalan nyata โ di Madinah, 14 abad lalu. Dan HOS Tjokroaminoto, guru dari para founding fathers kita, pernah merekomendasikannya untuk Indonesia.
Sistem politik pemerintahan seperti apakah yang dimaksud? Selengkapnya bisa akses esai lengkapnya di aktivispeneleh.id