Tanahindie

Tanahindie Halaman maya Tanahindie. Sekolah yang cocok untuk Anda. Serius! Ikut menyokong situs jurnalisme warga http://mks0km.id (2012-sekarang)

Tanahindie merupakan ruang mandiri berdiri sejak 1999 yang mengutamakan programnya pada kajian & diskusi, pameran, perisalahan, dan penerbitan bertopik beragam ekspresi dan perkembangan masyarakat kota mutakhir. Salah satu kegiatan tetap Tanahindie adalah gerobak bioskop Dewi Bulan, program dengan konsep layar tancap setiap bulan. Agenda kerja kolaborasi Tanahindie dan ruangrupa (Jakarta) ini dige

lar sejak April 2011 hingga sekarang. Beberapa pameran dan kerja kolaborasi berkaitan seni dan wacana kebudayaan dilaksanakan seperti True Color (pameran lukisan perca & drawing, 2007), Bom Benang (2012, 2013), Panggung dalam Bingkai (pameran fotografi, 2014), dan Lembaran Halaman yang Hilang (pameran fotografi, 2014)

Penelitian meliputi Makassar Nol Kilometer (Ininnawa, 2005), Pasar Terong Makassar: Dunia dalam Kota (Ininnawa, 2012), dan Chambers: Makassar Urban Culture Identity (Chambers Celebes, 2013).

Dewi Bulan turun ke bumi lagi!Kali ini, layar tancap Dewi Bulan mengantar film “Kuallea Tallanga Natowalia”, dokumenter ...
11/05/2026

Dewi Bulan turun ke bumi lagi!

Kali ini, layar tancap Dewi Bulan mengantar film “Kuallea Tallanga Natowalia”, dokumenter kolaborasi Louie Buana dan Agit Primaswara, pada Rabu
13 Mei 2026, pukul 19:00 Wita, di Galeri Tanahindie (lantai 1 Kampung Buku).

Kita akan ditemani Louie akan menemani pemutaran film yang menceritakan fenomena diaspora masyarakat Sulawesi Selatan dan Barat (Bugis, Makassar, Mandar, dan Bajau) di Kepulauan Nusantara.

Jika kajian selama ini didominasi oleh aspek sosial dan ekonomi, “Kuallea Tallanga Natowalia” yang merupakan hasil kolaborasi peneliti Louie Buana (Institute for History Leiden University & KITLV) dan Agit Primaswara ini hadir untuk menyoroti dimensi kesenian yang sering terabaikan.

Mengambil lokasi di Klungkung dan Serangan (Bali), Yogyakarta, serta Yirrkala (Australia), film ini membedah bagaimana identitas diaspora dinarasikan melalui kebudayaan lokal setempat. Alih-alih hanya berkutat pada data sosial-politik, film ini melacak jejak budaya yang tertinggal dalam ingatan bangsa lain. Melalui bahan pewarna lukisan Kamasan di Bali, gubahan wajah wayang kulit di Yogyakarta, hingga ritme tarian Suku Yolngu di Yirrkala, kita diajak melihat bagaimana sosok “Sang Perantau” dinarasikan oleh mereka yang menyambutnya. Inilah sebuah upaya melihat ulang identitas diaspora melalui lensa kesenian di tiga titik “dapur baru” tempat mereka mencari penghidupan.

Garis Wallacea: sebuah puisiJennifer MackenzieFarid Maruf Ibrahim -  (penerjemah)Cetakan 1, April 2026
xiv + 74 halaman ...
29/04/2026

Garis Wallacea: sebuah puisi
Jennifer Mackenzie
Farid Maruf Ibrahim - (penerjemah)
Cetakan 1, April 2026
xiv + 74 halaman / 14 x 21 cm
Tanahindie Press
Harga IDR 50,000

Sembari menelaah tragedi kolonialisme, eksplorasi serta penemuan yang seringkali penuh gejolak, “Garis Wallacea: Sebuah Puisi” menghormati koeksistensi, dunia perbatasan yang menyatu, di mana gambus dapat beresonansi dengan burung cendrawasih, pigmen biru dalam lukisan Titian dengan suara gamelan Jawa di bawah sinar rembulan. Dengan merayakan garis sebagai artefak, puisi-puisi ini menyerukan pentingnya keindahan dan belas kasih di dunia yang terbelah.

foto sampul: Aziziah Diah Aprilya
olah sampul: Fauzan Al-Ayyuby & TanahindieSign

Silakan kontak untuk pemesanan. Bukunya tersedia mulai awal Mei 2026.

07/11/2025

Area panggung The Heritage mengantarai dua panggung yang menggelegarkan musik di edisi ke-16 x IKLIM FEST.

Di panggung 50 cm ini tersaji 13 warisan tak benda Sulawesi Selatan; dari pakkarena, mappadendang, ganrang, kondo buleng, massure, kacaping, sinrilik, ma’raga, passure’, lipa’ sabbé, sampai sajian gantala jarang, barongko, dan lawa’ balé.

Terima kasih mempercayakan pengelolaan panggung ini pada tim kami.

Terima kasih kepada para pelestari kebudayaan, kawan-kawan komunitas kebudayaan yang membuka tangan menerima dan membantu tim, dan Rama, pak supir yang bantu kebut 800 km di dua hari tiga malam terakhir!

Setelah ribuan purnama, akhirnya Dewi Bulan kembali mengisi waktu tengah pekan dengan nonton bersama. Mari ramaikan nont...
30/09/2025

Setelah ribuan purnama, akhirnya Dewi Bulan kembali mengisi waktu tengah pekan dengan nonton bersama.

Mari ramaikan nonton bersama sambil seru-seruan, ngobrol dan ketemu teman baru di lantai 2.

Tiada kesan tanpa kehadiranmu 😉

Address

Jalan Abdullah Daeng Sirua 192 E, Panakkukang
Makassar
90231

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tanahindie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Tanahindie:

Share