Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan

Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan Official Fanpage Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan Pada perhelatan tersebut telah terpilih Ketua dan Sekretaris beserta Formatur 13.

Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan telah melaksanakan Musyawarah Wilayah XVI pada tanggal 1-3 Mei 2015 di Bantaeng. Perjalanan menuju terpilihnya PW PM SS Periode 2014-2018 melalui proses panjang, dimulai sejak Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Padang hingga pelaksanaan Musywil Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Bantaeng. Salah satu hal yang menjadi fokus pembahasan di arena Musywil adalah da

ta pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah se Sulawesi Selatan yang belum akurat, sehingga masih mengacu pada data Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Sulawesi Selatan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan Periode 2014-2018 bertekad mengupayakan tertib administrasi diantaranya adanya data akurat Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se Sulawesi Selatan. Hal ini didasari pemikiran bahwa data pimpinan yang akurat merupakan hal utama yang menguatkan kepemimpinan. Pada periode ini Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan mendorong pengembangan peran-peran strategis Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam berbagai bidang dan lembaga, baik secara mandiri maupun di lembaga kepemudaan dan pemerintahan.

Kunjungan PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel di Kota Makassar hari ini membahas penguatan organisasi dan sinergi struktural h...
14/06/2026

Kunjungan PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel di Kota Makassar hari ini membahas penguatan organisasi dan sinergi struktural hingga tingkat ranting. Langkah nyata demi memperkokoh pergerakan.

​Fastabiqul Khairat!

​ &Mengakar

20/03/2026

Muhammadiyah itu sering ditolak
bukan karena salah
tapi karena terlalu cepat

Tahun 1912, Muhammadiyah lahir.
Mereka datang bawa dua senjata:
kembali ke Quran–Sunnah, dan pakai akal sehat.

Dan kita tahu…
akal sehat sering bikin orang tidak nyaman.

1920–1930an: Kiblat tidak lagi “asal ke barat”
Muhammadiyah bilang:
“Kiblat itu bukan kira-kira. Harus dihitung.”
Pakai ilmu falak. Pakai sudut. Pakai matahari.
Reaksi?
“Wah, ngeraguin ulama dulu!”
Sekarang?
Semua orang buka aplikasi kiblat.
Masjid pakai arah presisi.
Yang dulu ditolak… sekarang jadi standar.

Salat Id di lapangan
Muhammadiyah bilang:
“Salat Id itu di lapangan. Itu sunnah Nabi.”
Dulu dianggap aneh.
Sekarang?
Lapangan penuh. Stadion penuh. Jalan ditutup.
Yang dulu asing… sekarang jadi tradisi nasional.

Ucapan Lebaran:
Dulu orang bilang:
“Minal aidin wal faizin.”
Kedengarannya islami. Tapi:
bukan hadis
bukan doa lengkap
sering cuma jadi slogan
Muhammadiyah dorong:
“Taqabbalallahu minna wa minkum.”
Artinya:
“Semoga Allah menerima amal kita.”
Dulu terasa kaku.
Sekarang?
WhatsApp, khutbah, caption—semua pakai itu.

Pendidikan modern: meja-kursi itu “bid’ah”?
Awal abad 20, Muhammadiyah bikin sekolah:
pakai bangku
pakai papan tulis
ada matematika, sains, bukan cuma ngaji
Reaksi?
“Ini meniru Belanda!”
“Kristen alus!”
“Sekolah kafir!”
Sekarang?
Semua sekolah Islam:
pakai kelas
pakai kurikulum umum + agama
Yang dulu dianggap penjajah… sekarang jadi standar pendidikan umat.

Zakat: dari personal ke sistem
Dulu:
zakat langsung ke kyai
tidak terstruktur
Muhammadiyah bikin:
lembaga amil zakat
sistem transparan
program sosial
Reaksi?
“Ibadah kok dibirokrasi?”
“Terlalu administratif!”
Sekarang?
Ada:
LAZISMU
BAZNAS
lembaga zakat profesional
Yang dulu dianggap aneh… sekarang jadi tulang punggung ekonomi umat.

1923: PKO – agama turun ke jalan
Muhammadiyah bikin:
rumah sakit
panti asuhan
layanan sosial
Nama awalnya:
PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem)
Terinspirasi dari Surah Al-Ma’un.
Reaksi?
“Ini meniru misionaris Kristen!”
“Ulama kok jadi pekerja sosial?”
Sekarang?
Dakwah tanpa:
rumah sakit
santunan yatim
terasa kosong.

Khutbah pakai bahasa Indonesia
Dulu khutbah:
full bahasa Arab
jamaah tidak paham
Muhammadiyah bilang:
“Agama itu harus dimengerti, bukan cuma didengar.”
Reaksi?
“Tidak sah!”
“Mengurangi kesakralan!”
Sekarang?
Hampir semua khutbah:
pakai bahasa Indonesia
komunikatif
Dari yang dianggap tidak sah… jadi standar nasional.

Sekarang: Kalender Global
Dan hari ini… mereka bikin “masalah baru”.
Muhammadiyah bilang:
“Satu dunia Islam, satu kalender.”
Kalender Hijriah Global Tunggal.
Logikanya sederhana:
bumi satu
bulan satu
kenapa lebaran beda?
Reaksi?
“Dalilnya mana?”
“Gak nyunnah”

Kalau lihat pola sejarah:

Ditolak
Dituduh aneh
Diperdebatkan
Dipakai diam-diam
Jadi standar
Maka kemungkinan besar:
KHGT akan mulai dari komunitas
lalu regional
lalu sebagian negara ikut
dan pelan-pelan jadi konsensus global
Karena dunia sudah terkoneksi.
Dan beda hari… makin terasa tidak masuk akal.

Apakah semua akan Muhammadiyah pada waktunya?

Bulan yang penuh keberkahan telah tiba. Saatnya kita kembali menata niat, memperkuat ukhuwah, dan melangitkan doa-doa te...
18/02/2026

Bulan yang penuh keberkahan telah tiba. Saatnya kita kembali menata niat, memperkuat ukhuwah, dan melangitkan doa-doa terbaik. 🌙✨

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengucapkan: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H / 2026 M.

Mari jadikan madrasah Ramadhan ini sebagai sarana untuk menempa diri menjadi pribadi yang bertaqwa dan bermanfaat bagi sesama. Fastabiqul Khairat! ✊🔥

Address

Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Lantai II, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10 No. 38
Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share