SCF - Sulawesi Community Foundation

SCF - Sulawesi Community Foundation SCF telah berdiri sekitar dua dekade, dan mengantarai berbagai isu pengelolaan SDA berkelanjutan di Sulawesi.

Berkedudukan di Makassar, SCF mengusung visi agar masyarakat Sulawesi mandiri dan sejahtera dalam pengurusan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sulawesi Community Foundation adalah Organisasi Community Foundations (CFs) yang didirikan pada tahun 2006 oleh jaringan multipihak Sulawesi.

Belajar mengelola lahan, memahami air, dan menjaga kehidupan. Melalui permainan H2Ours, peserta diajak memahami bagaiman...
28/08/2026

Belajar mengelola lahan, memahami air, dan menjaga kehidupan. Melalui permainan H2Ours, peserta diajak memahami bagaimana setiap keputusan dalam pengelolaan lahan dapat memengaruhi perjalanan air, ketersediaan air, risiko banjir dan kekeringan, hingga kehidupan masyarakat. Bukan sekadar permainan, H2Ours menjadi ruang belajar bersama untuk melihat lanskap sebagai satu kesatuan yang saling terhubung, bahwa mengelola lahan bukan hanya tentang memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan kehidupan.

=================================

Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) berkonsorsium dengan YLPMI (Yayasan Lembaga Pengkajian Masyarakat Indonesia), melaksanakan program Peningkatan Penghidupan Berbasis Iklim dan Ketahanan Pangan bagi Masyarakat Marginal dan Kelompok Perempuan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini merupakan bagian dari penyebarluasan Program Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives), yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bone bersama ICRAF- World Agroforestry dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC).

Karhutla bukan semata-mata soal musim kemarau. Suhu yang semakin panas dan perubahan pola hujan dapat membuat hutan dan ...
26/08/2026

Karhutla bukan semata-mata soal musim kemarau. Suhu yang semakin panas dan perubahan pola hujan dapat membuat hutan dan lahan lebih rentan terbakar, sementara aktivitas manusia dan cara kita mengelola lahan turut menentukan besarnya risiko. Di Sulawesi Tenggara, ancaman ini sudah nyata dengan tujuh titik yang dipetakan berpotensi mengalami karhutla. Pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan melalui pemetaan wilayah rawan, pemantauan, edukasi masyarakat, deteksi dini, serta dukungan personel dan peralatan penanganan karhutla. Di tingkat tapak, Patroli MPA (Masyarakat Peduli Api) menjadi bagian penting untuk memantau kondisi lapangan, mengenali potensi kebakaran sejak dini, sekaligus mendorong masyarakat bersama-sama menjaga wilayahnya. Karena mencegah karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi tentang membangun kesiapsiagaan dan menjaga hutan serta lahan sejak dari tingkat tapak.

# PemdaSultra Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup

Air melimpah yang kita punya hari ini belum tentu cukup untuk esok. Saat pohon dan tutupan lahan hilang, air hujan lebih...
22/08/2026

Air melimpah yang kita punya hari ini belum tentu cukup untuk esok. Saat pohon dan tutupan lahan hilang, air hujan lebih mudah mengalir begitu saja, sementara tanah kehilangan kemampuannya menyimpan air. Menjaga pohon, merawat tanah, dan memberi ruang bagi air untuk meresap mungkin terlihat sederhana, tetapi dari situlah kita menjaga air, mencegah banjir dan kekeringan, serta memastikan kehidupan tetap punya ruang untuk tumbuh. 🌱💧

==========================

Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) berkonsorsium dengan YLPMI (Yayasan Lembaga Pengkajian Masyarakat Indonesia), melaksanakan program Peningkatan Penghidupan Berbasis Iklim dan Ketahanan Pangan bagi Masyarakat Marginal dan Kelompok Perempuan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini merupakan bagian dari penyebarluasan Program Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives), yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bone bersama ICRAF- World Agroforestry dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC).

KabupatenBone SCF SulawesiCiptaForum

16/08/2026

Perempuan adat memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Ketika mereka kehilangan akses dan otoritas, maka yang hilang bukan hanya hak individu, tetapi juga sistem pengetahuan dan nilai yang menopang keberlangsungan generasi mendatang. Masyarakat Adat perlu didorong untuk mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif dan sensitif gender. Pengakuan harus mencakup wilayah kelola perempuan, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi sebagai pengambil keputusan. Selain itu, partisipasi bermakna untuk perempuan adat juga harus terjamin. Negara juga perlu melihat perempuan adat sebagai penjaga keberlanjutan kehidupan secara utuh. Perjuangan untuk mengakui hak kolektif perempuan adat adalah pengakuan terhadap martabat, identitas, dan peran perempuan adat dalam komunitasnya masing-masing.

Menjaga kelestarian hutan membutuhkan pengelolaan yang bijaksana, keputusan yang tidak mudah, dan kerja sama banyak piha...
07/08/2026

Menjaga kelestarian hutan membutuhkan pengelolaan yang bijaksana, keputusan yang tidak mudah, dan kerja sama banyak pihak. 🌳

Menurut Ethan Tapper, masa depan hutan dibangun bukan hanya dengan niat baik, tetapi juga dengan ilmu, tindakan, dan keberanian menghadapi pilihan yang kompleks.

Sslamat Hari Hutan Indonesia, 7 Agustus 2026.

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup

Krisis iklim mungkin bukan semata-mata karena kurangnya teknologi, tetapi karena cara kita memandang alam.Arne Naess, me...
06/08/2026

Krisis iklim mungkin bukan semata-mata karena kurangnya teknologi, tetapi karena cara kita memandang alam.

Arne Naess, melalui konsep Deep Ecology, mengingatkan bahwa manusia bukan pusat dari seluruh kehidupan. Hutan, sungai, laut, dan seluruh makhluk hidup memiliki nilai karena keberadaannya, bukan hanya karena manfaatnya bagi manusia.

Mungkin, menyelamatkan bumi dimulai saat kita berhenti bertanya, “Apa yang bisa alam berikan kepada kita?” lalu mulai bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan agar alam tetap hidup?”

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup

Memperkuat Sinergi Menuju Implementasi REDD+ yang Lebih Efektif di Sulawesi BaratKoordinasi yang kuat menjadi kunci dala...
05/08/2026

Memperkuat Sinergi Menuju Implementasi REDD+ yang Lebih Efektif di Sulawesi Barat

Koordinasi yang kuat menjadi kunci dalam memastikan implementasi REDD+ berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Melalui Pertemuan Rutin POKJA REDD+ Provinsi Sulawesi Barat, para anggota POKJA REDD+, perangkat daerah, dan tim program bersama-sama mengevaluasi perkembangan pelaksanaan Program RBP REDD+ GCF Output 2 sekaligus merumuskan langkah strategis untuk mendukung agenda kegiatan pada periode berikutnya.

Berbagai agenda penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari persiapan Pertemuan POKJA REDD+, rencana pelaksanaan **Workshop RAD dan **Workshop MRV, penguatan substansi dokumen REDD+, penyesuaian nomenklatur perangkat daerah, hingga strategi pelibatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan kementerian terkait guna memperkuat implementasi REDD+ di daerah.

Melalui diskusi yang berlangsung aktif dan konstruktif, peserta menyepakati sejumlah tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kualitas dokumen REDD+, serta memastikan kesiapan teknis dan substansi menjelang rangkaian kegiatan pada bulan Agustus 2026.

Kolaborasi yang erat antara pemerintah, mitra pembangunan, dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola hutan yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca di Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) melalui Program RBP REDD+ GCF Output 2 sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi REDD+ di Provinsi Sulawesi Barat.

Pemetaan aktor merupakan langkah penting untuk memahami siapa saja yang terlibat, bagaimana peran, kepentingan, dan peng...
15/07/2026

Pemetaan aktor merupakan langkah penting untuk memahami siapa saja yang terlibat, bagaimana peran, kepentingan, dan pengaruhnya dalam pengelolaan hutan. Melalui pendekatan yang partisipatif, proses ini mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan lembaga pendamping sehingga setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kapasitasnya. Dengan demikian, pengambilan keputusan menjadi lebih inklusif, potensi konflik dapat diminimalkan, dan tata kelola hutan yang adil serta berkelanjutan dapat terwujud.

08/07/2026

Sekolah Adat bukan sekadar ruang belajar, tetapi ruang untuk merawat ingatan, pengetahuan, dan masa depan. Di Kalupini, langkah itu dimulai dari mendengar, berdiskusi, dan merancangnya bersama masyarakat adat.

06/07/2026

Bukan hanya seminar atau diskusi, permainan papan bernama H2Ours menjadi media edukasi menarik bagi masyarakat. H2ours adalah permainan papan (boardgame) edukasi yang dirancang untuk mensimulasikan dan mengajarkan pentingnya mengelola lingkungan, khususnya siklus hidrologi lahan gambut dan bentang lahan. Yuk, saksikan keseruan warga di 12 desa Kabupaten Bone dalam rekap kegiatan H2Ours ini.

==============

Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) berkonsorsium dengan YLPMI (Yayasan Lembaga Pengkajian Masyarakat Indonesia), melaksanakan program Peningkatan Penghidupan Berbasis Iklim dan Ketahanan Pangan bagi Masyarakat Marginal dan Kelompok Perempuan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini merupakan bagian dari penyebarluasan Program Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives), yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bone bersama ICRAF- World Agroforestry dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC).

Address

Jalan Taman Gosyen Raya I, Kassi-Kassi, Rappocini
Makassar
90221

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SCF - Sulawesi Community Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to SCF - Sulawesi Community Foundation:

Shortcuts

Share