07/07/2026
Artificial Intelligence terus berkembang dari sekadar menghasilkan respons menuju sistem yang mampu bertindak secara mandiri. Perkembangan ini melahirkan Agentic AI, sebuah arsitektur yang mengintegrasikan Goal Management, Planning, Reasoning, Memory, Tool Integration, Reflection, hingga Multi-Agent Collaboration untuk menyelesaikan tugas secara lebih adaptif dan otonom.
Berbeda dengan LLM yang berfokus pada menghasilkan teks, Agentic AI mampu memecah tujuan menjadi beberapa langkah, menyusun strategi, memanfaatkan tools eksternal, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki proses hingga tujuan tercapai. Pendekatan ini menjadi fondasi dalam membangun sistem AI yang tidak hanya mampu memberikan jawaban, tetapi juga dapat merencanakan dan menjalankan tindakan secara sistematis.
Melalui carousel ini, kita akan mengenal lebih dekat bagaimana setiap komponen dalam arsitektur Agentic AI bekerja dan saling terhubung untuk membentuk sistem AI yang lebih cerdas, adaptif, dan siap menangani berbagai tugas yang kompleks.
Bagian mana dari arsitektur Agentic AI yang menurut Anda paling menarik untuk dipelajari lebih lanjut?
Sumber:
Gupta, A., et al. (2026). Agentic AI: A Comprehensive Survey of Architectures, Applications, and Future Directions. Artificial Intelligence Review.
Temukan kami di platform lain:
Instagram:
Twitter/X: COCONUT Computer Club
LinkedIn: COCONUT Computer Club