04/08/2025
IPPMN Makassar_"Jumat, 01 Agustus Tahun 2025, Sebuah video yang merekam aksi kemarahan keluarga pasien di Puskesmas Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, viral di media sosial.
Dalam rekaman video amatir tersebut, keluarga pasien menyebut bahwa pasien sudah berada sekitar 15 menit di puskesmas, namun tidak ada satu pun petugas yang memberikan tindakan medis.
Pasien diketahui bernama Lina Limbong (45), warga Desa Batu Papan, Kecamatan Nosu, yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari Puskesmas Nosu.
PENJELASAN PIHAK PUSKESMAS
Kepala Puskesmas Nosu, Adolfina, mengakui pihaknya sedang kekurangan petugas medis. Namun, ia membantah tudingan bahwa pasien tidak ditangani. Ia Menjelaskan kalau kondisi Pasien memang sudah sangat Kritis.
Sesuai informasi,"Perawat PNS yang ada di Puskesmas Nosu Hanya 5 (4 Aktif, 1 Cuti Bersalin) bergantian sift setiap 6 jam, kadang sambung pagi sampai malam, sukarela, dan Puskesmas Nosu juga tidak Memiliki Dokter.
Bidan ada di lantai 2,saat pasien dtg dan smntra observasi pasien kebidanan,
Pasien di terima sesuai alur, di terima security, di arahkan ke UGD, dan langsung mnghubungi kontak darurat.
Petugas yg berdinas sore beberapa waktu yang lalu berangkat merujuk pasien yang gawat ke Polewali,sehingga saat itu perawat yg beganti shift di panggil u/ dtg melihat kondisi pasien tapi pasien sdh MD.
IPPMN MAKASSAR MENDESAK DINAS KESEHATAN KABUPATEN
Maka dari Insiden Terbut dan Klarifikasi dari Puskesmas Nosu, IPPMN Makassar menegaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Untuk Lebih bertanggungjawab atas Puskesmas Nosu.
Sebagaimana dalam Peraturan Menteri kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014, Setiap Puskesmas Yang ada di Indonesia Harus memiliki Dokter dan Perawat sebagai bagian dari standar Ketenagaan:
PUSKESMAS RAWAT INAP Harus memiliki Dokter atau Dokter Layanan Primer : 2 Orang dan Pegawai minimal 8 orang.Dan juga Dinas Kesehatan Harus lebih memperhatikan tugas dan tanggung jawab untuk melakukan Pembinaan dan Pengawasan terhadap Puskesmas, secara khusus Pembinaan dan Pengawasan Puskesmas Nosu.
Dalam Desakan tersebut Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Nosu (IPPMN) Makassar meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa agar menindak lanjuti persoalan tersebut.