Zona Ufuk Timur

Zona Ufuk Timur Sesuai perkataan dan perbuatan

Di sebuah sudut ruang yang sunyi, hidup seorang ayah yang hanya memiliki putri kecilnya sebagai satu-satunya alasan untu...
27/07/2026

Di sebuah sudut ruang yang sunyi, hidup seorang ayah yang hanya memiliki putri kecilnya sebagai satu-satunya alasan untuk bertahan hidup. Suatu hari, sebuah kalimat lirih terlontar dari bibir pucat sang anak. Kalimat yang sederhana, namun menyayat hati sang ayah lebih tajam dari sebilah belati:

"Yah, aku lapar..."

Sambil menelan kepedihan yang mencekik dada, sang ayah mengusap lembut kepala putrinya. Ia memaksakan sebuah senyum getir dan berbisik, "Tunggu sebentar ya, Nak. Ayah keluar cari uang dulu."

Namun, realitas di luar pintu rumah sangatlah kejam. Tak ada satu pun pekerjaan yang menyambutnya hari itu, dan tak ada sepeser upah pun yang bisa diraih. Di tengah keputusasaan yang memuncak, bayangan wajah putrinya yang menahan lapar mengalahkan akal sehatnya. Cinta seorang ayah memaksanya menabrak batas moral—ia melakukan hal yang bahkan tak pernah ia benarkan di dalam nuraninya: mencuri seekor ayam. Bukan untuk memperkaya diri, melainkan sekadar penyambung napas darah dagingnya.

Beberapa jam kemudian, ia "pulang". Ada begitu banyak rezeki dan makanan yang akhirnya tiba di rumah itu. Namun, bukan senyum bahagia yang menyambut, melainkan jerit tangis histeris sang putri yang memecah keheningan. Sang ayah memang tidak ingkar janji, ia membawa pulang makanan untuk putrinya. Sayangnya, seporsi pengganjal perut itu harus dibayar dengan harga yang tak terbayangkan mahalnya—nyawanya sendiri. Ia pulang tanpa nyawa, meninggalkan putrinya sendirian menatap dunia yang dingin.

Mungkin jika lapangan pekerjaan yang dijanjikan pemerintah itu benar-benar terealisasi tidak ada yang namanya maling ayam.

Siapa yang paling bertanggung jawab dalam hal ini?

18/02/2026

Pemimpin yang lupa daratan
ia tumbuh dari tepuk tangan,
dari sorak sorai yang mudah terpesona,
dari ingatan yang pendek setiap lima tahun.

Kekuasaan yang bejat
memakai jas dan senyum palsu,
mengutip ayat dan data,
mengemas janji dalam baliho raksasa
yang lebih besar dari nuraninya.

Namun rakyat pun lelah—
lelah berpikir, lelah membedakan mana suara tulus
mana gema pengeras suara.

15/02/2026

Setiap saat CEO MBG ini memoles narasi, seolah setiap proyeknya adalah bingkisan istimewa untuk rakyat. klaimnya berkilau dibawah lampu sorot istana, seakan tepuk tangan mampu menghapus kenyataan pahit dinegeri ini. Faktanya, yang benar-benar diuntungkan dari setiap kebijakannya adalah para elit yang ada dalam lingkaran politik, sedang rakyat kecil tetap menjadi penonton setia-menyaksikan retorika yang lantang tapi wujudnya kosong.

Address

Majene
91452

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Zona Ufuk Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Zona Ufuk Timur:

Shortcuts

Share