Rijalul Ansor Majene

Rijalul Ansor Majene Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor,
PC GP Ansor Majene

01/01/2023
mari Bergabung
08/11/2022

mari Bergabung

Mungkinkah Bapak dan kakek Nabi itu Kafir? Dalam Kitab Barzanji terdapat sya'ir ini : سراة سرى نور النبوة في أساريرغرريه...
16/10/2021

Mungkinkah Bapak dan kakek Nabi itu Kafir?

Dalam Kitab Barzanji terdapat sya'ir ini :

سراة سرى نور النبوة في أساريرغرريهم البهية،
وبدر ربدره في جبين جده عبدالمطلب وابنه عبدالله.

Cahaya kenabiyyan Nabi Muhammad SAW berpindah pindah dari dahi kedahi nenek moyangnya dengan memancar cemerlang,

Dan terlihat jelas temaramnya pada dahi kakeknya yaitu 'Abdul muththolib dan Putranya 'Abdullah(Ayahanda Nabi Muhammad SAW).

Tentang cahaya yg memancar pada dahi Abdul Muththolib ini, Syekh Alhafidz Yusuf An-Nabhani dalam Kitabnya Al-Anwarul Muhammadiy menukil satu riwayat yg mengisahkan karomah Kakek Rasulullah SAW tersebut, bagamana ketika Tentara Gajah Abrahah merensek ingin menghancurkan Ka'bah. Ketika pristiwa itu terjadi, Abdul Muththolib berdiri diatas bukit dan menyerahkan Nasib Ka'bah kepada Allah. Namun yg terjadi diluar perkiraan, beberpa ejor gajah dan pasukan Abraha justru diam terpaku dihadapan Ka'bah oleh krna melihat cahaya temaram diatas bukit yg memancar dari dahi Abdul Muththolib. Ulama sirah Nabawi menjelaskan bahwa itu adlah Kromah Kakek Rasulullah yg menampung benih Rasulullah didalam tulang sulbinya.

Lalu apakah mungkin cikal bakal Rasulullah ditampung dalam sulbi orng kafir yg najis? Jangankan bakal kenabian, baju yg dijatuhi tahi cicak aja sudah tdk layak lagi dipakai untuk Sholat. Maka sungguh tak masuk akal jika ad yg berpendapat Bapak dan Kakek Rasulullah SAW itu kafir.

Sumber foto : Tirto.id

14/10/2021

Mari memperbanyak bacaan Sya'ir ini...
Bagi yg senang membaca Barzanji tentu tak asing lagi...

نسب تحسب العلا بحلاه
قلّدتها نجومها الجوزاء
حبذا عقد سوددوفخار
انت فيه اليتيمة العصماء

Nasab Beliau(Sayyidil anbiyaa SAW) terbilang nasab mulia,
Bagai sekump**an Bintang bintang,
Ibarat kalung mutiara yang tersusun megah
Didalamnya,Engkau berharga dan terpelihara

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita sangat berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Jasa almarhum sangat besar dalam d...
14/01/2021

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Kita sangat berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Jasa almarhum sangat besar dalam dakwah di Indonesia. Semoga almarhum senantiasa mendapat rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah SWT..

Husnul khatimah

اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه

Selamat hari lahir Gus Ketum Yaqut Cholil Qoumas  dipanjangkan umurnya,di sehatkan selalu, dimudahkan dalam menjalankan ...
03/01/2021

Selamat hari lahir Gus Ketum Yaqut Cholil Qoumas dipanjangkan umurnya,di sehatkan selalu, dimudahkan dalam menjalankan amanah, dijauhkan dari segala fitnah, selalu memberikan manfaat, hidup dalam keberkahan dan tentu selalu dalan lindungan Allah SWT dalam setiap aktifitas, alfatihah.. amiin


23/12/2020
23/12/2020

H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Agama Republik Indonesia yang baru menggantikan posisi Fachrul Razi.

Selamat kepada Ketua Umum PP. GP Ansor dan Panglima Tertinggi Banser KH. Yaqut Cholil Qoumas atas terpilihnya sebagai Me...
23/12/2020

Selamat kepada Ketua Umum PP. GP Ansor dan Panglima Tertinggi Banser KH. Yaqut Cholil Qoumas atas terpilihnya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia dalam Kabinet Jokowi-Ma,ruf.

Habib Luthfi Bin Yahya: Sang Mursyid Bela NegaraSeruan "Hubbul Wathon Minal Iman" (mencintai tanah air bagian dari iman)...
09/11/2020

Habib Luthfi Bin Yahya: Sang Mursyid Bela Negara

Seruan "Hubbul Wathon Minal Iman" (mencintai tanah air bagian dari iman) sudah dikumandangkan sejak lama oleh para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama. Namun baru Habib Luthfi bin Yahya, salah satu Mustasyar PBNU, yang menerjemahkan seruan tersebut dalam bentuk penyelenggaraan Konferensi Internasional Bela Negara pada 27-29 Juli 2016. Konferensi ini sekaligus menjadi forum mengonsolidasikan sejumlah ulama sufi dan mursyid tarekat dari berbagai negara di Timur Tengah dan belahan dunia lainnya.

Para mursyid tarekat tersebut mengungkapkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam di tengah ancaman konflik tiada henti yang menerpa dunia Islam, seperti ancaman ISIS maupun perang saudara di sejumlah negara Afrika dan Timur Tengah.

Habib Luthfi bin Yahya dalam beberapa kesempatan menegaskan betapa cinta tanah air menjadi sangat penting dan menjadi pilar utama dalam konsepsi bela negara. Kecintaan pada tanah air tidak bisa dipertentangkan dengan akidah, syariah, dan nilai-nilai keislaman. Sebaliknya, perpaduan antara kesungguhan mempraktikkan nilai dan ajaran Islam yang berpijak pada teladan Nabi Muhammad SAW dengan semangat cinta tanah air dan bela negara akan bermuara pada terciptanya perdamaian di muka bumi.

Pada Konferensi Internasional Bela Negara tahun 2016, Habib Luthfi menyampaikan pesan agar umat Islam mencintai tanah air dan membela negaranya dalam keseimbangan antara kewajiban dan hak warga negara, pemimpin dan umatnya, kecintaan pada agama dan bangsanya.

Bagi Habib Luthfi, kecintaan pada tanah air dan loyalitas pada bangsa, tidak serta merta boleh dijadikan alat legitimasi untuk mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Konferensi Internasional Bela Negara juga menegaskan bahwa bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara tanpa ada pengecualian. Bela negara memiliki dimensi beragam, tidak hanya mempertahankan negara dalam pertempuran sebagaimana sering dipersepsikan secara sempit oleh sebagian masyarakat. Implementasi bela negara yang konkret dan relevan dengan konteks kekinian adalah melaksanakan segala upaya memperjuangkan kesejahteraan ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, mewujudkan kemaslahatan bersama dan seterusnya.

Dalam konteks relasi agama dan negara, Habib Luthfi sering menegaskan bahwa antara mencintai Indonesia dan menjalankan ajaran Islam bisa dilakukan dalam satu tarikan nafas, tidak dapat dipisahkan apalagi dipertentangkan. Integrasi antara ajaran Islam dan negara sudah diimplementasikan dengan terbentuknya Kementerian Agama yang mengatur dan menjamin berlakunya syariat Islam dalam urusan muamalah umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga tepatlah bila dikatakan bahwa Republik Indonesia bukanlah negara agama, bukan p**a negara sekuler, melainkan "Negara Pancasila" yang mengakomodasi nilai dan ajaran Islam dalam bingkai Pancasila dan NKRI.

Bagi Gerakan Pemuda Ansor, Habib Luthfi bin Yahya adalah ulama, habib dan guru-mursyid. Beliau juga adalah pembela Banser (Barisan Ansor Serbaguna) yang kerap kali pasang badan saat Banser dicaci-maki, difitnah dan disudutkan oleh kelompok radikal dan intoleran karena komitmennya membela hak-hak warga negara dan memperjuangkan keutuhan bangsa.

Habib Luthfi adalah pengayom dan orangtua bagi jutaan kader GP Ansor dan Banser di seluruh dunia. Oleh karenanya, segenap keluarga besar GP Ansor dan Banser merasa bangga, bersyukur dan berterima kasih kepada Universitas Negeri Semarang (UNNES) atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Habib Luthfi bin Yahya.

Semoga penganugerahan Doktor Honoris Causa ini menjadi momentum yang menginspirasi kesadaran bela negara dalam semangat "Hubbul Wathon Minal Iman".

H. Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor/Panglima Tertinggi Banser

Address

Jalan Lanto Dg. Pasewang No. 25, Lipu, Banggae, Kabupaten Majene 91412
Majene
.

Telephone

+6282293482453

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rijalul Ansor Majene posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share