09/04/2026
Dito terlihat ditangkap di sebuah konter HP di Magelang. Dalam video yang diunggah, Dito yang mengenakan jaket abu-abu tampak sudah diborgol tangannya dan dibawa pihak kepolisian.
"Eksekutor (yang bac*k korban) umur 25 th alamat Kuningan Semarang utara kota semarang yang merupakan Residivis (3 kali masuk penjara kasus curanmor dan jambret) berhasil ditangkap di Jl. Kaliangkrik-magelang kab. magelang," tulis akun , Rabu (8/4/2026).
Penangkapan itu dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polrestabes Semarang bersama Opsnal Sat PPA PPO Polrestabes Semarang, Selasa (7/4) pukul 10.25 WIB.
"Sedangkan 1 pelaku sebagai joki menyerahkan diri di unit Resmob. Kedua pelaku saat ini diamankan di Polrestabes Semarang untuk penyidikan lebih lanjut," lanjutnya.
Kapolrestabes Semarang, Brigjen Syahduddi mengatakan Dito sempat melarikan diri ke Kabupaten Magelang usai melakukan aksi pembacokan.
Hal itu diketahui dari tersangka DBS alias Weng (24), pengemudi motor yang sebelumnya ditangkap di rumah orang tuanya, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (6/4).
"Tersangka Dito ini melarikan diri kiri ke arah Magelang, berdasarkan informasi dari saudara Weng yang diamankan di rumah orang tuanya, di wilayah Mranggen," kata Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (8/4/2026).
"Dari si Weng inilah dapat informasi bahwa Dito melarikan diri ke arah Magelang. Jadi, penyidik melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan yang bersangkutan di wilayah Magelang," lanjutnya.
Ia mengatakan, Dito melarikan diri menggunakan motor PCX, yang juga digunakan untuk melakukan begal yang disertai pembacokan di Halmahera Raya, Minggu (5/4) lalu.
"Kaburnya naik motor," kata Syahduddi.
Dito yang sebelumnya sudah ditahan akibat melakukan pencurian dengan kekerasan, saat itu merupakan pengangguran. Sementara Weng mengelola tempat hiburan bersama orang tuanya.
"Dito pengangguran karena dia baru selesai menjalani proses hukum di Lapas. Kemudian si Weng ini tidak memiliki pekerjaan