Santri semeru TQNS majlis al husaini lumajang

Santri semeru TQNS majlis al husaini lumajang santri Semeru merupakan tempat majlis TQNS cabang majlis al husaini cirebon

30/08/2024

Amalan Umum

Oleh Beliau:

Ini saya ijazahkan di baca setiap selesai sholat jum'at, tdk beranjak dari duduk, jadi selesai salam di baca.

ila khadroti nabiyil mustofa muhammadin saw alfatekhah (baca fatekhah 1)

ila jami'il ambiya' wal mursalin khususon ila nabi sulaiman bin dawud as, nabi balyan bin malkan as, alfatekhah..( baca surat fatekhah 1x)

tsuma ila jami'il auliya'illah khususon ila syaikh abdul qodir al-jailani ra alfatekhah. (baca s. fatekhah 1x)

tsuma ila jami'il ruhi ahli qubur minal muslimin wal muslimat, wal mu'minin wal mu'minat alfatekhah (baca s. fatekhah 1x)

ila umi wa abi (kalau mereka sudah meninggal, kalau belum meninggal gak usah di baca, atau misal sudah meninggal ibunya saja, ya berarti ila umi saja). alfatekhah (baca fatekhah 1x)

1. baca surat fatekhah 7x
2. surat ikhlas (qulhuwallahu ahad sampai selesai) 7x
3. surat al-falaq 7x
4. surat annas 7x
5. ayat kursi 7x

Kalau di istiqomahkan, nanti kamu akan di kenal oleh penghuni alam akherat, karena selalu aktif mendoakan mereka, doamu kapan saja, ke siapa saja di akherat akan sampai, sampai umpama bintang yang jatuh, dan jadi rebutan semua orang di akherat.

Baru nanti kamu akan menjadi orang yang punya kedudukan di langit/akherat/alam ruh, karena orang yang punya keoedulian kepada alam akherat/alam kangit/alam ruh.

Ada di dunia ini orang orang yang MERASA mulia, ingat MERASA SAJA, tapi merasanya itu sudah mendarah daging, sehingga ka...
15/08/2024

Ada di dunia ini orang orang yang MERASA mulia, ingat MERASA SAJA, tapi merasanya itu sudah mendarah daging, sehingga karena dia merasa mulia, maka dia akan merendahkan orang lain untuk mendukung rasa merasa mulianya itu, apa mulia beneran? Ya tidak, hanya merasa saja,
Orang itu bukan hanya akan merendahkan orang lain, tapi juga kelompok lain, selain dirinya dan kelompoknya maka di anggap hina, rendah, remeh, tak boleh mulia selain dirinya sendiri.
Bahkan jika orang orang ini mati, lalu di siksa oleh Allah, maka akan menyalahkan orang lain, yang jadi sebab dirinya di siksa, pokoke gak terima di siksa, apalagi masih hidup, wong sudah mati di siksa saja menyalahkan orang lain sebagai sebab dia di siksa, di siksa karena kesalahan orang lain.
Jika menemukan orang seperti itu, sebaiknya hindari, walau ulama'/orang yang berilmu, sebab orang itu adalah orang yang memakai bajunya iblis (ana khoirun minhu) saya lebih baik darinya. Saya lebih mulia darinya, saya lebih lebih lebih dan lebih.....

Semoga faham.

Sang kyai

semua orang di dunia itu UMPAMA orang yang sedang tidur, lalu dalam tidurnya itu bermimpi.mimpi punya istri cantik bak b...
10/06/2024

semua orang di dunia itu UMPAMA orang yang sedang tidur, lalu dalam tidurnya itu bermimpi.
mimpi punya istri cantik bak bidadari.
mimpi punya harta banyak berlimpah.
mimpi di hormati dan di muliakan banyak orang.
mimpi punya jabatan dan bisa melakukan apa saja.

ketika orang itu dalam mimpinya adalah yang indah indah, maka ketika di bangunkan tidak mau, malah menyalahkan yang membangunkan.
karena hal hal yang indah itu serasa nyata.

akhirnya banyak orang yang lebih memilih tenggelam dalam mimpi mimpinya.

ketika mati, semua manusia itu baru bangun dari mimpi nya selama ini, mimpi yang di alami di dunia itu ternyata hanya fatamorgana, gambar yang tak bisa di sentuh tangan, bisa di lihat, tapi ketika di sentuh tak terpegang, istri yang cantik, di sentuh, seperti menyentuh udara, di mulyakan, punya kekayaan, punya jabatan, semua tak bisa di pakai lagi.

jadi ketika orang itu mati, orang baru terbuka, bangun dari mimpi, di alam kenyataan, alam akhirat, semua yang di dunia ini sama sekali tak ada manfaatnya, uang trilyunan pun tak bisa di pegang walau selembar saja, rumah yang mewah juga tak bisa di tempati.

ketika orang masih di dunia ini, yang tidak tidur dan tidak bermimpi adalah orang yang sudah terbuka mata ruhaninya. sehingga melihat yang sebenarnya, melihat harta yang tidak bisa di gunakan di akhirat, melihat istri cantik yang bagaimana yang tak bisa di gunakan di akhirat, melihat jabatan dunia yang sama sekali tak ada guna dan nilainya, melihat semua kenyataan yang sebenarnya.
jadi orang yang sudah terbuka mata ruhaninya itu ketika mati umpama jalan jalan ke lain daerah, ya biasa saja, karena sudah terbiasa di lihat, umpama dari desa dunia ke desa akhirat.

yang di sayangkan, adalah orang yang masih terlelap dan masih terperangkap dalam mimpinya sendiri, di anggapnya alam mimpi itu alam nyata, ketika mati, ternyata yang di lakukan selama di dunia alam mimpi, yang selama ini di anggap benar, ternyata salah semua.
hari hari hanya menerima azab atas kesalahan. menyesal juga sudah tak ada guna lagi.

BAHAYA RIBASoal riba banyak yang bertanya, saya sedikit jelaskan dari unsur hakikatnya.Kita itu kan misal melakukan ibad...
07/04/2024

BAHAYA RIBA

Soal riba banyak yang bertanya, saya sedikit jelaskan dari unsur hakikatnya.

Kita itu kan misal melakukan ibadah, maksud dari ibadah adalah ibadah diterima oleh Allah. Misal sholat, maksud melakukan sholat itu agar diterima sholat kita oleh Allah, sedang sholat kita itu diterima oleh Allah salah satunya jika kita juga ketika melakukan sholat tidak dalam keadaan sedang juga melakukan dosa yang dilarang oleh Allah.

Nah, riba itu salah satunya yang menyebabkan sholat kita, doa kita tidak bisa diterima oleh Allah, sekecil-kecilnya nilai dosa riba itu Iebih berat daripada berbuat zina dengan ibu kandung sendiri.

Kenapa dosanya sebesar itu? Karena riba dimakan, sedang zina dengan ibu kandung sendiri kan tidak dimakan, ibunya tidak dimakan, dan jika dosa riba itu dilakukan, dimakan kan akan diperas sari makanannya, lalu menjadi darah, mengaliri hati dan pikiran, menjadi daging dan tubuh yang kita buat beramal sholat dll.

Lalu juga diambil saripatinya menjadi sperma, dimasukkan ke kandungan istri, lalu menjadi anak dari makanan riba, sulit untuk menjadi anak yang sholeh.

Allah melarang seorang muslim itu melakukan riba, bukan untuk kepentingan Allah, tapi untuk kepentingan manusia itu sendiri. Lalu kenapa bank, riba, itu mewabah di masyarakat? Sudah umum? Bahkan negara kita itu hutang ribanya ke bank dunia banyak?

Orang Israil itu mereka hampir-hampir yang menguasai perputaran uang dunia, mereka bekerja di bidang saham dan bekerja di keuangan dunia, dan mereka tau kalau doanya orang muslim itu ditolaknya karena apa, tau kalau ibadahnya orang muslim itu ditolaknya karena apa, salah satunya dari riba. Dan karena mereka tau, maka mereka berusaha menguasai orang muslim dari memberi hutang riba.

Bahkan kredit kredit dipermudah, diadakan pekerjaan yang menjurus ke sana, bahkan jika kita memakai kartu kredit, kita mengambil motor atau mobil dengan kredit, itu akan dipermudah, karena maksud di dalamnya menjebak kita dalam lubang hutang yang dalam, seperti menjebak binatang di dalam lubang galian, kalau sudah jatuh ke lubang akan mudah dikendalikan dan dijajah, tanpa orang yang dijajah merasa dirinya dijajah.

Dan nyatanya orang Islam kebanyakan itu banyak yang terjebak dan tak tau sama sekali, sudah dikendalikan dan dikuasai ekonominya masih juga tidak paham, mereka juga membayar ulama-ulama Islam agar memberi fatwa bahwa riba itu boleh, bahkan mengganti nama riba dengan nama yang lain agar seakan-akan tidak haram.

Perekonomian perorangan atau negara akan hancur jika semua rakyatnya jatuh dalam hutang riba, padahal dalam Islam itu, kalau ingin kaya bukan dengan hutang riba, tapi dengan banyak sedekah.

Lalu solusinya bagaimana?

Ya kalau bisa lunasi hutang riba, jual semua aset, untuk menutup semua hutang, walau harus gak punya apa-apa lagi, sebab kalau dibiarkan terus makan akan makin dalam hutang, bisa-bisa awalnya hutang cuma satu juta bisa sampai semilyar.

Kalau tidak punya aset, ya bertaubat, sampai 41 malam berturut-turut, mandi taubat.

Nasehat diriku:

Mumpung masih diberikan kesempatan Alloh nyawa masih melekat dgn jasad. Yg masih punya hutang riba segera dilunasi. Yg harta2 riba segera dibersihkan. Rumah kredit, mobil kredit, dsb.

Tinggalkan pekerjaan yg berhubungan dgn riba. Jika dipikir ya memang berat rasanya.
" Sekecil2nya dosa riba lebih besar dosanya dri berzina dgn ibu sendiri".

Hati2 dgn harta yg kita dapat jgn sampai ada unsur berbohong, menipu, atau ingkar janji, dsb. Atau melanggar sareat Islam.

Mumpung masih ada kesempatan. Ingat akhirat lebih lama dibanding dunia yg hanya" ibarat mampir minum"

Setelah itu bertaubatlah setiap malam "mandi taubat dan sholat taubat" sampai akhir hayat. Alloh itu mencintai hambanya yg bertaubat.

Macam bencana dan penyebabnya / dosa yang berkaitan dengan bencana.

Sebenarnya kalau kita teliti semua orang tau, bencana bencana dan kaitan dosa dosa yang menimbulkan bencana. karena semua bencana telah terjadi di jaman nabi nabi dulu.

1. angin badai dan puting beliung, sebabnya di situ banyak orang yang melakukan riba. kalau puting beliungnya kecil maka ribanya juga masih skala kecil.

2. banjir bandang, karena di situ banyak kemaksiatan, entah zina, pencurian, mengurangi timbangan.

3. gunung meletus karena banyaknya semua kemaksiatan apa saja.

4. gempa bumi, karena banyak kemaksiatan syirik, pesugihan, perdukunan ilmu hitam.

5. Tanah terbelah atau tanah memakan apa saja/eksavasi, karena banyak hubungan perzinahan dan hubungan lelaki dengan lelaki, wanita dengan wanita.

7. Hama tikus, karena banyaknya perzinahan antar saudara,

8. Hama belalang dan ulat, karena banyak riba dan perjudian.

9. tsunami, karena banyak pemerintah yang dzalim, dan banyak orang berbuat kerusakan berkedok agama.

10. Khususnya menyekutukan Allah.

πŸ™πŸ™πŸ™

β€”Sang Kyai

RENUNGAN DIRIKU #===================================================Di kisahkan dalam quran bahwa nabi Musa belajar hake...
06/04/2024

RENUNGAN DIRIKU
#=========================
==========================

Di kisahkan dalam quran bahwa nabi Musa belajar hakekat ke nabi Khidir, namun pada akhirnya nabi musa gagal menjadi muridnya nabi Khidir lantaran bertanya tiga kali kepada gurunya tentang sesuatu yang muskil saat itu.

Hal ini menjadi pedoman bagi salik (penempuh jalan ruhani) yang sedang ngaji hakekat untuk menahan diri dari bertanya. Sebagaimana nabi musa gagal dalam perjalanannya maka salik pun bisa jadi gagal p**a dalam perjalanannya..

Inilah yang di maksud oleh hadist Rosululloh SAW bahwa Allah membenci beberapa hal, salah satunya yaitu banyak tertawa dan banyak bertanya.

Konteks hadis tersebut adalah bertanya dalam hal hakekat, karena hakekat itu untuk di rasakan dan di praktekan, bukan di pertanyakan.

Jadi, jika belajar syareat kita banyak bertanya maka akan semakin banyak ilmu, sedangkan dalam belajar hakekat semakin banyak bertanya maka dia semakin tidak dapat apa-apa

Selain itu, saat ngaji hakekat kok banyak nanya, justru nanti malah menyulitkan si murid sendiri, di contohkan dalam quran dalam kisah bani isroil bagaimana saat Allah memerintahkan menyembelih sapi, kaum israel bertanya sapi jantan apa betina?, di jawab sapi betina, lalu bertanya lagi, sapi betina yang tua apa muda, di jawab oleh Allah, pertengahan (antara tua dan muda), dan bani isroil bertanya lagi, setelah mendapatkan jawaban, mereka bertanya lagi dan lagi, akhirnya malah menyusahkan diri mereka sendiri, padahal asal menyembelih sapi betina aja sudah cukup.

Demikian kita bagi para murid yang ngaji toreqoh, jika kita sebelumnya di ngaji syareat di ajarkan untuk bertanya, biar banyak ilmu dan pengetahuan, selanjutnya di jenjang ngaji hakekat (toreqoh) ini kita di ajarkan untuk lebih banyak diam dan menahan diri dari bertanya, semakin diam akan semakin banyak ilmunya dan semakin banyak bertanya makakan semakin menyulitkan diri sendiri dan tak memdapatkan apa-apa.

# SANG KYAI.

Thoreqoh itu metode yang di buat oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Salam, menempuh jalan menuju Allah dengan cepat da...
26/12/2023

Thoreqoh itu metode yang di buat oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Salam, menempuh jalan menuju Allah dengan cepat dan sistematis, di awal thoreqoh itu hanya di ajarkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Salam, lewat jalan Syaidina Ali dan Syaidina Abu Bakar As Syidiq, lalu turun ke bawah lewat jalur dua orang itu, ketika ke bawah dan di tahun tahun dan di wilayah yang berbeda maka berkembang pengajaran sesuai kebutuhan masa dan kondisi perjuangan, maka berkembang p**a sebuah metode pengajaran yang menyesuaikan kepada kejadian di daerah thoreqoh itu berkembang.

Dasarnya sama, akarnya amaliyahnya sama, sebagaimana orang yang bekerja di lain lain pekerjaan, kerja di laut, dan kerja di sawah atau kebun, sama akarnya yaitu menggunakan otot, kalau di laut otot untuk menebarkan jaring, kalau di sawah otot untuk mengayunkan cangkul. cangkul dan jaring berbeda, di laut untuk memperoleh ikan, di sawah untuk memanen padi, ikan di makan sama beras di satu piring, masuk ke dalam perut, ikan dari laut, beras dari sawah, bertemu dalam satu piring.

Itulah berbagai macam cara untuk menempuh jalan thoreqoh, intinya sama untuk mendapatkan ridho Allah, yang melenceng itu sesuatu apabila amaliyah yang di lakukan bukan untuk mencari ridho Allah, bukan Allah tujuannya, sebab thoreqoh itu kan jalan menuju Allah, kok tdk menuju Allah namanya sesat.
Ketika jalan berbeda, dan pentuk amaliyah berbeda, kerja di laut di namakan pelaut, kerja di sawah di namakan petani, thoreqoh kemudian juga nama namanya berbeda beda, nama berbeda tentu amaliyahnya berbeda.

Seperti Thoreqoh Qodiriyah yang mengajarkan Syaikh Abdul Qodir Jailani, dan tentu dengan cara Syaikh Abdul Qodir Jailani yang mengajarkan caranya, dan kalau orng menjalankan Thoreqoh Qodiriyah maka harus menjalankan sesuai pengajaran Syaikh Abdul Qodir Jailani, yaitu dengan adanya ngedan. dan juga menjalankan amaliyah dari Syaikh Abdul Qodir Jailani Thoreqoh Naqsyabandiyah yang mengajarkan Syaikh Baha'uddin Annaqsyabandi tentu amaliyah yang di pakai ajaran dari Syaikh Naqsyabandi, dan ajaran pokoknya kholwat. dzikirnya juga memakai dzikir Syaikh Naqsyabandi.
Jika yang di amalkan Thoreqoh Syatariyah maka yang di amalkan tentu amaliyah dari Syaikh Abdullah Assyatari, dan dzikirnya dari Syaikh Abdullah Assyatari. Jika menjalankn Thoreqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah wa Syatariyah, maka berarti menjalankan thoreqoh ketiga orang itu, berarti harus ngedan, harus kholwat, dn harus menjalankan dzikir ketiga orang tersebut. itu baru namanya menjalankan TQNS, kalau belum ya namanya belum murid.

Kalau orang menjalankan suatu thoreqoh, ya di jalankan saja amaliyahnya, tdk usah menyalahkan orang lain yang menjalankan thoreqoh lain yang berbeda, sebab setiap thoreqoh namanya beda, mursyidnya beda, maka cara dan metodenya juga amaliyahnya beda, saya contohkan seorang pelaut ya gak bisa kerja dengan gerakan orang macul dan jaring ikannya pakai cangkul, begitu juga petani, tidak bisa nyangkul pakai jaring, dan dengan gerakan nyangkulnya pakai gerakan menjaring.

Petani yang menyalahkan gerakan orang menebar jaring, tidak sesuai dengan gerakan dia mencangkul berarti petani bodoh. Begitu juga pelaut yang menyalahkan petani karena mencangkulnya tak pakai gerakan menjaring, maka itu nelayan bodoh. Orang thoreqoh itu juga begitu, yang menyalahkan thoreqoh lain, maka tandanya dia bodoh, tak tau menahu soal thoreqoh tapi mau bahas thoreqoh.

Seorang salik/penempuh jalan thoreqoh itu akan selalu berusaha semampunya sekuatnya menjalankn thoreqoh yang di jalankannya dan berusaha istiqomah, tak ada waktu mengoreksi dan ngomentari thoreqoh lain, itu tanda kepahaman dia soal thoreqoh, kalau masih ngomentari dan mencela itu tanda dia belum paham dengan yang dia jalani.
Amaliyah thoriqoh itu tidaklah rumit seperti orang perkirakan, yang kata kebanyakan orang itu berat.

Thoriqoh itu ya hanya menjalankan amaliyah syareat, cuma bedanya amaliyah hakikat dibawa beserta/bersamaan ketika mengamalkan syareat itu.

Sebagai contoh dalam sholat, ketika orang mengamalkan syareat maka syarat rukun perbuatan dan ucapan itu di kerjakan, sebagaimana orang itu mengerjakan sholat biasa, dan ketika orang itu menyertakan hakekat, maka fokus akal hati difokuskan mengingat Allah. Akal dan hati tidak kemana mana, tapi masuk ke dalam diri sendiri mengkonsentrasikan lafadz Allah di titik titik latifah.

Lalu apa itu titik latifah? titik latifah itu titik penghubung antara manusia dengan Allah melewati 7 pratala lapis langit, di titik latifah itu ada lubang, lubang itu mengarah ke dalam keghaiban ruhani, menuju alam ruh yaitu alam langit, dan melintasi pintu pintu langit. Makanya manusia harus mengetahui di mana tempat titik latifah robbaniyahnya, karena di titik latifah itu terdapat kotoran, dan kotoran itu yang menghalangi manusia untuk sampai kepada Allah.

Jika kotoran di titik latifah itu masih ada, maka manusia tidak bisa mencapai keikhlasan krn ikhlas itu murni, jika masih kotor maka namanya tidak murni/ikhlas.

Kotoran kotoran itu yang mengotori keikhlasan, seperti ujub, sombong, tidak bisa terima, riya, sum'ah, ghibah, dusta, khianat, dendam, marah, benci, ragu, was was, semua kotoran itu adanya di titik latifah, dan kita membersihkan kotoran itu namanya NADHOFAH, makanya kata kata nadhofah disangkut pautkan dengan iman, bukan dgn islam, annadhofatu minal iman, bukan annadhofatu minal islam, karena yang dimaksud di hadits itu adalah pembersihan titik latifah kita, makanya Rosulullah Shalallahu alaihi wa Salam mengisyaratkannya dengan iman bukan dg Islam.

Jika titik latifah kita belum bersih dari kotoran, maka pintu 7 langit belum bisa di lewati oleh amal ibadah kita, artinya, amal ibadah kita tak sampai pada Allah.

Bukan hanya amal ibadah kita tertolak, kalau tertolak itu artinya sudah sampai kepada Allah, sudah sampai lalu ditolak, klo ini malah belum melewati langit, ya jelas belum sampai. APALAGI amal ibadah kita bermanfaat atau ada manfaatnya, bermanfaat itu kalau sudah sampai kepada Allah, ini sampai saja tidak, bagaimana mau bermanfaat?
JIKA titik latifah kita bersih, bersih dari semua penyakit, baru amal ibadah kita akan melewati langit, dan sampai kepada Allah, dan akan bermanfaat atau ada manfaatnya. Jika kita menjalankan hanya syareat saja, ya tidak ada apa apa yang keluar dari tubuh kita ketika kita beribadah. Kita itu kalau sudah menggabungkan ibadah kita antara syareat dan hakekat sinkron bersama sama, maka akan keluar malaikat sebentuk cahaya yang akan ke langit menghadap kepada Allah sebagai perwujudan ibadah kita.

MALAIKAT serupa cahaya itu yang akan menghadap Allah. Makin serasi dan sejalan antara hakekat dan syareat, maka akan makin banyak cahaya yang keluar dari tubuh kita. Ini soal bisa menembus 7 langit, sekalipun ibadah kita sudah ada bentuk cahayanya, masalah menembus langit itu masih berhubungan dg kebersihan latifah kita dari kotoran ruhani. Selama latifah kita belum bersih dari kotoran, maka belum bisa cahaya yang keluar dari ibadah kita itu akan bisa menembus langit.

Makanya hanya ibadah yang ikhlas saja yang akan sampai kepada Allah.

Address

Jalan Batanghari No 19 Gang Carik Jogotrunan Lumajang
Lumajang
67314

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Santri semeru TQNS majlis al husaini lumajang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share