Ka-Lam.Com

Ka-Lam.Com Komunitas Literasi Madrasah Ka-Lam beralamat di Dusun Dasan Tumbuh Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur.

KA-LAM merupakan merupakan akronim dari "Komunitas Literasi Madrasah" yang dibentuk dengan tujuan menumbuhkembangkan budi pekerti anggota melalui pembudayaan ekosistem literasi di madrasah yang diwujudkan dalam Komunitas literasi Madrasah (Ka-Lam) agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Ka~Lam, silakan kunjungi https://k-l-m.blogspot.com/

Surat kabar langka, berbahasa Belanda, terbit bulan Maret 1909.Salah satu informasi di dalamnya mengenai wabah penyakit ...
25/12/2025

Surat kabar langka, berbahasa Belanda, terbit bulan Maret 1909.
Salah satu informasi di dalamnya mengenai wabah penyakit kuda (kwade droes) dan penyakit sapi (kemungkinan antraks). Disebutkan secara spesifik lokasi di Soeralaga (Suralaga), Lombok Timur.

________________________________Kami mau cerita sedikit tentang beberapa Minggu yang lalu, ketika kami mengadakan Kemah ...
04/10/2025

________________________________
Kami mau cerita sedikit tentang beberapa Minggu yang lalu, ketika kami mengadakan Kemah Literasi di Ponpes Darul Iman Wattaqwa Desa Tumbuh Mulia.

Sore yang begitu indah melihat anak-anak MI/SD, Mts/SMP, MA sederajat, semua memegang buku dan membaca buku, bukan hanya dari anak yang sekolah melainkan guru-guru semuanya bahkan dari Kadus juga ikut serta memegang buku.

Hal menariknya membaca buku dan melihat orang yang asik membaca buku, ketika dipanggil oleh orang lain malah ga denger hhhaaa....

Itulah ketika kita benar-benar sudah masuk dalam bacaan kita temen-temen, seakan dunia dibuku itu kita menjadi karakter utama disana.... Ga percaya?? Coba aja duluu hhhee...

Mau lanjutannya? Kan saya sudah bilang mau cerita sedikit hhheee... Cukup dulu ya man-temen, admin mengantuk🗿.

______________________Matahari terbenam malam pun tiba. Suara tangis bergemuruh diberbagai penjuru yang tak henti. Suara...
03/10/2025

______________________
Matahari terbenam malam pun tiba. Suara tangis bergemuruh diberbagai penjuru yang tak henti. Suara tangis yang tak kunjung reda setiap malam hingga malam ketujuh tiba. Seluruh pengurus TBM dan Komunitas Literasi di Desa Tumbuh Mulia ikut hadir untuk mendoakan dua jiwa yang diangkat ke langit menghadap Tuhan. Allahummagfurlahuma warhamhuma wa'afihima wa'fu'anhuma🤲

Sepulang dari itu, kami berjalan ke rumah ketua TBM Nahdiyat untuk mendiskusikan terkait Kampung Literasi yang sudah kami rencanakan sejak lama yaitu Ustadz Zulkifli.

(Tiba dirumahnya)

“Paman... Apa bacaannya ini?” ucap anak laki-laki beliau yang masih berusia ± 3 th.

“Des-krip-si....” ucapku sambil mengeja.

“Terimakasih paman”

Kami pun lanjut untuk berdiskusi tentang perkembangan Literasi yang ada di Desa kami sambil nyemil Snack dzikiran hheee.....

Untuk mencapai tujuan yang mulia yaitu menjadi Kampung Literasi. Langkah awal kami yaitu membentuk TBM disetiap Dusun supaya lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Saat itu, Ketua TBM dan Ketua Perpustakaan masih dalam percakapan. Namun, dalam benakku terlintas “Jika kampung Literasi ini terealisasikan, gambarannya bagi generasi muda, akan seperti anak beliau, dikelilingi oleh buku, berteman buku, berbicara dengan bahasa buku”

“Uhhh kerennn sekaliii..!!” ucapku tiba-tiba.

“Ada apa ki...?”

“Ga ada Ustadz..” Sambil tersenyum tipis

Setelah mulai larut malam, kami pun tutup diskusi dengan Salam Literasi sambil ketawa gembira.

Kita belum terlambat temen-temen, mari bangun kampung kita menjadi lebih baik.

3 Oktober 2025

__________________Ngaji selesai Maghrib itu keren, Tapi lebih keren selesai ngaji langsung minjem buku:). Kami sebagai p...
02/10/2025

__________________
Ngaji selesai Maghrib itu keren, Tapi lebih keren selesai ngaji langsung minjem buku:). Kami sebagai pengurus KA-LAM tidak hanya mengajak baca buku tapi juga membaca kitab suci Al-Qur'an. Sekarang kami akan ceritakan bagaimana antusias nya adek-adek kami di TPQ Darul Jannah dalam membaca buku setelah pulang ngaji ba'da isya.

(Ketika sedang mengaji)

“Ustadz... Ku nyinggak buku Bareh sawek ngajino” Ucap salah satu santriwati dalam bahasa Sasak yang artinya “Ustadz.. saya mau minjem buku nanti selesai ngaji”

“Aku gise Ustadz!! aku gise!” ucap beberapa santri dan santriwati yang lain dalam bahasa Sasak yang artinya “Saya juga ustadz!! Saya juga!”

Kami pun mengangguk sambil tersenyum manis supaya suasana kondusif ketika mengaji.

(Setelah Pulang mengaji)

“Ustadz.. wah bacanta doang lapukna, yak ndarak buku lain wh?” (Ustadz.. sudah kita baca aja semuanya, apakah sudah tidak ada buku lain?) ucap salah seorang santriwati
“Aok, tetu ndekkk...?” (Iya, bener ya...?) ucap santriwati yang lain sambil mengangguk dan mengode temen-temennya.

Dan kami hanya bisa nyengir, senyum tipis-tipis pada saat itu.

“Jmak ta bukak ia ampok buku dalem kotakno diks” (Besok kita buka lagi buku yang didalam kotak itu dek) ucap kami saat itu.

Cerita ini, ketika kami baru mendapatkan 1000 buku dari PUSDA (Perpustakaan Daerah) sekitar ± 1 bulanan.
Bagi kami, kebahagiaan yang hakiki itu ketika melihat anak-anak mencari buku yang lain lagi untuk dibaca. Karena dengan kebiasaan itu, anak-anak akan menambahkan rasa penasaran dalam membaca buku.

1 Oktober 2025

Terlalu Asyik, Sampai Lupa Waktu==================Kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup gerah. Iklim tidak menentu. Kadang...
01/10/2025

Terlalu Asyik, Sampai Lupa Waktu
==================

Kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup gerah. Iklim tidak menentu. Kadang terik, tapi juga mendung. Di beberapa wilayah malah hujan. Padahal ini sudah memasuki bulan Oktober. Biasanya mulai musim panas.

Karena tidak tahan di rumah akhirnya aku keluar. Mencoba mencari angin atau rimbunnya pohon. Ingin mendengar kicau burung. Lalu gemercik anak sungai di Persawahan. Hmm. Aku tau tempat itu, yakni di Perpustakaan Ka-Lam

Sekira jam 4 sore aku pergi ke Perpustakaan Ka-Lam. Karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan rumah, maka cukup dengan berjalan kaki.

Di belakang tiba-tiba dua orang anak sedang mengejarku. Ia mengayuh sepedanya dengan cepat.

"Mau ke mana?" Teriaknya.

"Mau ke Perpus."

"Ikuuut!"

Akhirnya, Zahra dan Minna menemaniku ke Perpustakaan.

Sesampainya di sana mereka seperti tidak sabar ingin melahap buku. Tangan mereka terlihat beradu saat memilih buku. Seakan takut tidak kebagian. Padahal ada ribuan buku dari Perpusnas di sana. Ya, begitulah, namanya juga anak-anak.

Terlihat Minna seperti belum fasih membaca. Sementara Zahra sudah agak lancar. Tapi Minna tidak ingin kalah. Ia mengucapkan kata-kata sesuai gambar yang ada di dalam buku. Sesekali ia melirik ke samping karena tertarik dengan bacaan Zahra.

"Ayo, Zahra, ajari Minna membaca juga. Supaya sama-sama bisa membaca." Imbuhku.

Akhirnya Zahra membatu Minna membaca. Minna sangat senang.

Sementara aku sibuk membersihkan buku-buku di rak paling bawah. Rupanya sedikit berdebu.

Kubiarkan mereka bercengkrama dengan buku. Sampai tak terasa matahari tergelincir ke arah barat. Burung-burung pulang ke sarang. Satwa kembali ke kandang.

"Ayo! Sudah petang. Kita pulang!"

Buku memang kadang menghanyutkan. Terkadang membawa kita terbang jauh ke dunia lain.

Buat kamu yang belum pernah merasa hanyut dengan buku. Mari ke Perpustakaan Ka-Lam. Ada ribuan buku di sana, yang bakal bikin hanyut dan terbang ke angkasa. ☺️



Berebut Buku==============Paling bahagia ketika anak-anak mulai s**a rebutan buku. Meskipun buku yang diperebutkan belum...
30/09/2025

Berebut Buku
==============
Paling bahagia ketika anak-anak mulai s**a rebutan buku. Meskipun buku yang diperebutkan belum tentu dibaca. Mereka cuma tertarik dengan gambar sampulnya. Atau cuma saling beradu ego saja.

“Ini, buku mu! Isinya jelek!” Kata Sabil.

“Sini!” Sahut Vika sambil menyambar bukunya. Untung sampulnya tidak terlepas saking kuat tarikannya.

Kadang anak-anak juga s**a saling membangga-banggakan buku yang pernah dibacanya. Saat itu, ia merasa paling keren.

“Ini buku kes**aanku, wee,” Kata Dafa memamerkan buku bacaannya.

“Coba lihat!” Kata Zidan.

“Njiir, ini pernah kupinjam juga.”

Akhirnya yang lain jadi penasaran. Diambillah buku itu untuk dibaca juga. Dengan begitu, Si Dava semakin merasa bangga.

Ternyata anak-anak juga endosment yang sangat jago.

Bagi kami, ini adalah awal yang baik. Ketika ada anak-anak yang mulai melirik buku, membicarakan isi buku, walau dengan cara mereka sendiri, berarti ada secercah harapan di dalam sebuah komunitas literasi. Meskipun kadang harapan itu dihimpit oleh gempuran media sosial dan game online yang semakin merajai.



______________________Penikmat senja tanpa buku itu, hampa. Kami Punya cerita sedikit diwaktu senja, saat itu kami sedan...
29/09/2025

______________________
Penikmat senja tanpa buku itu, hampa. Kami Punya cerita sedikit diwaktu senja, saat itu kami sedang jalan-jalan dijalan baru sekitar jam 16.10 setelah solat ashar, tepat dijalan Perpustakaan KA-LAM yaitu Dusun Darul Iman. Ada anak laki-laki kelas 5 SD, namanya Dava dan Sabil, dia menyeru :

“Kak, piran ta mbaca buku ampok?” Ucapnya dalam bahasa Sasak yang artinya “Kak, kapan kita baca buku lagi?”.
“mele nengka?" Timpal ketua KA-LAM saat itu dalam bahasa Sasak yang artinya “Mau sekarang?”
“Aokkk aokk aokkkk!” ucapnya kembali dalam bahasa Sasak yang artinya ”Yaaa yaaa yaa!”

Singkat cerita, kami pun langsung buka lapak buku, dan mereka berdua mengajak teman-temannya untuk ikut membaca, ga sampe 2 menit teman-teman seusianya, sudah datang di Perpustakaan KA-LAM. Membaca dengan Rasa ingin itu berbeda dengan rasa keterpaksaan, tapi tanpa keterpaksaan kita tidak akan merasakan bagaimana Rasa keinginan membaca buku.

29 September 2025

______________________Pagi tadi, Kami mengutus Perwakilan Komunitas Literasi Madrasah (KA-LAM) Mengikuti Pelatihan Media...
28/09/2025

______________________
Pagi tadi, Kami mengutus Perwakilan Komunitas Literasi Madrasah (KA-LAM) Mengikuti Pelatihan Media Sosial, yang diadakan oleh AKALIRIS di Lesehan Purnama (Tanak Maik) Masbagik, ada 3 materi yang dibawa pulang oleh Muh. Ali Rizki selesai Pelatihan, yaitu Dasar-dasar Manajemen Media Sosial, Kekuatan Story telling, dan Membuat Konten StoryTelling. Selain mendapatkan materi, Muh. Ali Rizki juga mendapatkan Relasi-relasi baru di pelatihan kali ini, ada Mq. Fatah (Ketua Perpustakaan Lembah Ijo) dan Kak Fathul Rakhman. Sebagai pegiat Literasi, Relasi itu sangat penting bagi pengurus komunitas, bukan hanya itu, ada banyak teman-teman dari komunitas lain juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Muh. Ali Rizki pun mengikuti Kegiatan sampai tuntas, walaupun harus menahan rasa kantuk yang mendalam dan menahan diri untuk tidak merokok🗿. Itulah temen-temen pengembangan diri itu sangat penting supaya kampungmu tak membuangmu ke luar negeri.

28/09/2025Sedang mengikuti Pelatihan Media Sosial untuk Komunitas Literasi, dengan tema: Membangun narasi yang menggerak...
28/09/2025

28/09/2025
Sedang mengikuti Pelatihan Media Sosial untuk Komunitas Literasi, dengan tema: Membangun narasi yang menggerakkan".
Lokasi: di Lesehan Tanak Maik Masbagik

Penggerak Literasi Desa Tumbuh Mulia Adakan Kemah Literasi=======================ka-lam.com || Penggerak Literasi Desa T...
21/09/2025

Penggerak Literasi Desa Tumbuh Mulia Adakan Kemah Literasi
=======================

ka-lam.com || Penggerak Literasi Desa Tumbuh Mulia yang terdiri dari Komunitas Literasi Madrasah (Ka-Lam) dan TBM Nahdliat adakan kemah literasi tingkat kecamatan Suralaga.

Kemah literasi dalam rangka momentun Hari Aksara ini mengusung tema, "Menumbuhkan Literasi bagi Gen-Z untuk menyongsong Indonesia Emas.

Hari Aksara Internasional diperingati setiap tanggal 8 September. Namun karena terbentur kegiatan keagamaan di desa Tumbuh Mulia maka kemah literasi diundur sampai tanggal 20.

"Kami sudah merencanakan akan menggelar kemah literasi tepat pada tanggal 8 September, namun karena ada kegiatan PHBI maka kegiatan kemah kami undur. Meskipun demikian tentu tidak mengurangi kesakralan kegian ini." Ungkap Andika Pratama selaku ketua panitia di saat pidato sambutannya.

Adapun kegiatan yang didakan pada kemah literasi kali ini antara lain lapak buku, diskusi terbuka, talk show, dan pentas seni.

Kegiatan kemah literasi ini diikuti oleh 7 utusan dari berbagai sekolah/madrasah di kecamatan Suralaga. Masing-masing sekolah/madrasah mengirimkan 5 orang peserta.

Panitia juga mengundang Lalu Abdul Fatah (Relawan Literasi Masyarakat NTB) sebagai pengisi acara pada talk show. Beliau adalah seorang penulis yang sudah menerbiatkan lima buku. Beliau juga sebagai pemilik dan pengelola Perpustakaan Lembah Ijo di Lombok Timur.

Saat berbincang-bincang dengan salah seorang pengurus Ka-Lam, Lalu Abduh Fatah menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kalangan komunitas maupun TBM sangat membantu menumbuhkan ekosistem literasi di tengah-tengah masyarakat.




Dokumen Foto: penutupan kegiatan kemah literasi 2025

Penggerak Literasi Desa Tumbuh Mulia Adakan Kemah Literasi=======================ka-lam.com || Penggerak Literasi Desa T...
21/09/2025

Penggerak Literasi Desa Tumbuh Mulia Adakan Kemah Literasi
=======================

ka-lam.com || Penggerak Literasi Desa Tumbuh Mulia yang terdiri dari Komunitas Literasi Madrasah (Ka-Lam) dan TBM Nahdliat adakan kemah literasi tingkat kecamatan Suralaga.

Kemah literasi dalam rangka momentun Hari Aksara ini mengusung tema, "Menumbuhkan Literasi bagi Gen-Z untuk Indonesia Emas.

Hari Aksara Internasional diperingati setiap tanggal 8 September. Namun karena terbentur kegiatan keagamaan di desa Tumbuh Mulia maka kemah literasi diundur sampai tanggal 20.

"Kami sudah merencanakan akan menggelar kemah literasi tepat pada tanggal 8 September, namun karena ada kegiatan PHBI maka kegiatan kemah kami undur. Meskipun demikian tentu tidak mengurangi kesakralan kegian ini." Ungkap Andika Pratama, selaku ketua panitia di saat pidato sambutannya.

Adapun kegiatan yang didakan pada kemah literasi kali ini antara lain lapak buku, diskusi terbuka, talk show, dan pentas seni.

Kegiatan kemah literasi ini diikuti oleh 7 utusan dari berbagai sekolah/madrasah di kecamatan Suralaga. Masing-masing sekolah/madrasah mengirimkan 5 orang peserta.

Panitia juga mengundang Lalu Abdul Fatah (Relawan Literasi Masyarakat NTB) sebagai pengisi acara pada talk show. Beliau adalah seorang penulis yang sudah menerbiatkan lima buku. Beliau juga sebagai pemilik dan pengelola Perpustakaan Lembah Ijo di Lombok Timur.

Saat berbincang-bincang dengan salah seorang pengurus Ka-Lam, Lalu Abduh Fatah menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kalangan komunitas maupun TBM sangat membantu menumbuhkan ekosistem literasi di tengah-tengah masyarakat.




Dokumen Foto: kegiatan kemah literasi 2025

Address

Lombok
83652

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ka-Lam.Com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Ka-Lam.Com:

Shortcuts

Share