18/07/2024
KUDA PRABOWO & KIM MAN-DEOK UTUSAN ISTANA UNTUK NTB ???
Dalam sejarah Korea, Dinasti Joseon (1392 -1910 ) adalah satu dinasti terpenting . Masa Joseon dianggap sebagai tonggak Pembentukan Identitas Nasional Korea modern & diikuti Reformasi Administrasi untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan. Pada tahun 1795 Krisis kelaparan parah luar biasa yang catat sebaga sebagai "Kelaparan Besar Jeju" atau "Kelaparan Man Deok" (Kim Man Deok Famine) yang melanda pulau eksotis nan kaya Jeju Bu" atau "Jeju-do", sebuah pulau terbesar dan paling selatan di Korea Selatan saat ini (Bu adalah istilah Korea yang dapat diterjemahkan sebagai "kota" atau "provinsi administratif" yang dikelola oleh pejabat yang ditunjuk oleh pemerintahan pusat, semacam Gubernur kalau kita di Indonesia). Hari ini, Jeju menjadi detinasi wisata favorit dengan andalan gunung berapi yang terkenal, Gunung Hallasan yang merupakan puncak tertinggi di Korea Selatan yang sekarang seperti Gunung Rinjani ditetapkan jadi Taman Nasional Bersama Taman Laut Hyeopjae. Kelaparan Jeju ini disebabkan oleh sejumlah faktor kompleks yang nyaris tak bisa di intervensi manusia karena menyangkut alam ; Cuaca buruk berujung gagal panen , ditambah Gangguan politik & ketegangan sosial di beberapa wilayah Joseon pada masa sehingga tidak bisa mengharapkan bantuan pangan dari luar. Bagaimana mau minta nasi atau lauk sama tetangga yang setiap pagi rajin kita ajak bertengkar ?. Akibatnya kematian busung lapar Dimana-mana ?. Lalu Apa yang dilakukan oleh pemerintah Pusat Joseung yang saat itu berpusat Hanyang atau Hanseong (Seoul saat ini) ?.
Banyak pihak saat itu marah, kecewa, ragu, merasa pesimistis bahkan memastikan jika Jeju Bu akan segera berubah jadi kuburan massal oleh mereka yang mati kelaparan, Kenapa begitu ?. Raja Jeongjo berkuasa 1776 -1800) menunjuk seseorang yang tidak poluer sama sekali, bukan kelompok politik yang berpengaruh saat itu bernama Kim Man Deok. Lalu Siapa Kim Man Deok ?.
Pertama, Kim Man Deok bukan dari Hanyang/Seoul, dia bukan orang ibu kota. Secara kekerabatan , Ia tidak memiliki hubungan darah ataupun kemiripin gen dengan Raja. Kim Man Deok adalah orang Jeju, produk local tulen lahir & besar di Jeju. Kedua. Kim Man Deok Perempuan gaess netizen rohimakumulloh. Kim Man-deok (1739–1812) lahir dengan nama Kim Eok-nyo, Ia dikenal sebagai seorang gisaeng (perempuan geisha kalau tradisi Jepang). Menjadi Perempuan saja, dalam budaya patriarchal kental merupakan kutukan tersendiri, anda tak punya posisi dan hak bersuara. Posisi anda jelas ; sumur, dapur, Kasur. Ditambah lagi menjadi Gisaeng, strukutr yang dianggap aib, kotor secara moral masyarat. Dalam Konteks hari ini, Gisaeng diletakkan sebagai seniman profesional yang terlatih dalam seni tradisional seperti menyanyi, menari, bermain musik, dan menghibur tamu dengan percakapan yang menyenangkan.Dimasa lampau, inia dalah profesi semi prostitusi , setelah menghibur pria kaya hidung belang, mereka bisa saja menjadi selir. Berangkat dari Banckground yang tidak menguntungkan ini, Kim Man Deok merangkak membangun kompetensi & kecakapan dirinya, ia berkembang menajdi seorang pedagang kaya yang memiliki koneksi dan akses politik ke istana. Raja mengakui kontribusi pertumbuhan ekonomi yang dilahirkan dari aktivitas dagangnya. Terlepas dari Akses & loby Politiknya kepada Raja, Kim Man Deok memang telah memiliki popularitas & kedekatan dengan Masyarakatnya sendiri di Jeju. Ia tahu apa itu penderitaan, ia mengerti wajah hina dari kelaparan, ia sangat mengenal bagaimana kejamnya tatapan sinis si kaya Ketika harus mengemis karena lapar. Kim Man Deok bukan kacang lupa kulitnya, setelah kaya, ia tetaplah sosok yang bersahaja, kekayaannya ia gunakan untuk membantu sesama. Reputasi inilah yang membuat raja tak bergeming dengan kritik para oposisi yang mempertanyakan kemampuan Kim Man Deok .
Tak seperti film Bollywood yang kebanyakan sad ending, Kiprah Kim Man Deok berkahir indah seperti genre film Hollywood. Dengan Kemandirian , inisiatif , dukungan penuh rakytanya sendiri & kepercayaan serta mandat dari Istana berhasil mengubah Jeju Bu menjadi provinsi yang gemah ripah loh jinawi. Kisah inspiratif from zero to hero Kim Man Deok ini telah banyak di ulas dalam buku-buku Sejarah korea, beberapa diantaranya adalah babad yang ditulis oleh Kim Man S*k berjudiul “ The Great Story of Kim Man-deok" , jika tidak "Virtuous Women of the Choson Dynasty" oleh Young-Key Kim-Renaud.
Lalu. Apa Hubungan Kim Man Deok dengan DR. Lalu Muhammad Iqbal ?. Sudah saya duga & antisipasi pertanyaan ini “Yaa Ayyuhal Netizen rohimakumulloh” . sabar dikit kenape , kata Bang Mandra. Adapun Lalu Iqbal, kita Tarik setahun yang lalu, katakanlah per Agustus tahun 2023 lalu, tak banyak yang mengenalnya, dia hanya dikenal oleh sekelompok kecil Masyarakat NTB dari kalangan elite class ; pejabat, mahasiswa, aktivis pekerja migrant & tentu circle keluarganya saja. Dan para elite class ini tak tahu banyak, tak ide apapun tentang Lalu Iqbal, selain dia PUTRA SASAK yang jadi ORANG HEBAT, DIPLOMAT Man !!!. Bahkan Ketika Agustus 2023 itu, Lalu Iqbal di wawancarai banyak media, apakah akan mencalonkan diri sebagai gubernur NTB ?. Ia menjawab tak tahu, alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menjawab ingin mengalir saja seperti air, membiarkan Sungai takdir mengarahkannya kemana, persis seperti takdirnya jadi Dubes Indonesia yang ke -17 dengan kewenangan penuh di Turki (7 Januari 2019 – 26 Juni 2023), ia tak pernah memimpikan jabatan itu, karena mimpi saat Iqbal kecil adalah jadi Sopir Bus Malam (itu terlihat kerena katanya dalam sebuah Podcast) . Barulah , September 2023 secara public dan terbuka kita mencium aroma & desas desus putra praya yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Assalam Surakarta ini ingin mencalonkan diri.
Seperti Kemunculan Kim Man Deok. Banyak public, termasuk saya yang pesimis dan menganggap berita ini sebagai bunga-bunga yang memperindah warna dunia politik daerah saat itu. Meskipun secara pribadi, sebagai sesorang yang telah 20 tahun lebih konsern pada issue perlindungan pekerja Migrant & anti trafficking Bersama ADBMI mengetahui sedikit kiprhanya dalam issue terkait. Namun modal itu dalam pandanagan saya dan banyak orang tak cukup besar untuk NTB 1 ; Dia birokrat, tak punya partai, besar di luar daerah, tak dikenal grass root & “miskin” prestasi yang berhubungan langsung dengan Masyarakat local.
Hari ini. 18 Juli 2024. Setahun dari Keraguan say aitu. Lalu Iqbal sepertinya telah menjelma menjadi setengah dari Kim Man Deok sang utusan Raja dari ibu kota Hanseong. Selain PAN yang sudah mendahului. Dalam acara Konsolidasi Partai Gerindra di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Rabu (17/7/2024), Partai Gerindra resmi mengusung mantan Duta Besar Turkiye, Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri (Dinda), Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan bahwa Prabowo Subianto (calon Presiden terpilih) “menyadari betul bahwa NTB adalah provinsi yang banyak memberikan kepercayaan kepada beliau, sehingga beliau ingin mencari sosok yang bisa membawa NTB lebih baik lagi,"
Apakah konfigurasi suara pada pemilu presiden yang memenangkan Prabowo pada pemilu lalu akan berulang ke pasangan ini, Apakah Prabowo akan menerjunkan tim khusus untuk memenangkan calon ini untuk memastikan bahwa Jakarta memiliki Kim Man Deok di NTB . Kita sama-sama nantikan di bioskop politik kita di hari-hari mendatang ini . satu yang pasti, Prabowo mencintai kudanya, Kuda yang lepas dari istal hambalang tak kan dibiarkan berlari tanpa pengawalan.
Aquwlu Quoli Hadza Ayyuhal Netizen, Astaghfiurllah Al Adziem Li Walakum . Fastghfiruhu innahu huwal ghofuru arrahiem