10/10/2026
Jarak terkadang masih menjadi tantangan dalam upaya menjangkau suatu layanan. Bukan hanya persoalan sulitnya transportasi, tetapi kebiasaan mabuk perjalanan juga dapat menjadi tantangan yang cukup serius dan terkadang memengaruhi semangat pasien maupun orang tua untuk mengakses layanan.
Seperti yang dialami oleh dua pasien kami hari ini, Minggu, 4 Oktober 2026, Akbar dan Ibnu. Pada awalnya, keduanya sempat menggunakan fasilitas transportasi mobil atau ambulans. Namun, selama perjalanan, pasien maupun orang tua beberapa kali mengalami muntah karena mabuk perjalanan. Sehingga saat ini mereka memilih menggunakan kendaraan roda dua, baik kendaraan pribadi maupun ojek, agar tetap dapat melanjutkan perjalanan untuk mendapatkan layanan.
Semangat kedua pasien dan orang tua terus terjaga karena selama proses penanganan mereka selalu kami dampingi dan berikan arahan. Terlebih lagi, mereka dapat melihat sendiri hasil penanganan yang menunjukkan progres baik pada kondisi kaki.
Ibnu, yang datang dari wilayah pegunungan Sembalun, hari ini menjalani gips ke-2. Sementara Akbar, yang datang dari Lombok Tengah, kondisinya sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hari ini, datang p**a adik Keyma, yang sudah menggunakan sepatu brace untuk melakukan kontrol dan pemeriksaan kondisi kaki sebagai bagian dari upaya pendampingan agar kondisi kakinya tetap terjaga.Mereka saling memotivasi dan menyemangati untuk terus melanjutkan proses penanganan.
Sebagai Pepadu Clubfoot, mari kita doakan Akbar dan Ibnu agar semakin membaik, selalu diberikan kesehatan, dan tetap memiliki semangat untuk melanjutkan penanganan hingga ke tahap-tahap berikutnya.