27/01/2022
JANGAN SERANG JOKOWI
Ibarat pasak bumi yg menghujam untuk kekuatan sebuah bangunan, makin dipukul makin dalam menghujam, dan makin kokoh menjadi penyangga. Begitulah Jokowi.
Pria bersahaja yg sudah diulas ribuan kata oleh rakyatnya dan dunia, seolah hidup tanpa cela dalam ukuran pemimpin sebuah negara yg penuh liku dan cerita pilu juga lucu.
Nusantara ini pernah dihuni oleh 22 kerajaan dalam rentang waktu1.000 tahun, dari Kerajaan Kutai tahun 400 an Masehi sampai Kerajaan Banjar tahun 1.700 an.
Indonesia adalah negara terlama di jajah orang Eropa, totol 440 tahun sejak tahun 1.509 - 1949. Ada 4 penjajah yg bergantian menjajah dari mulai Portugis, Spanyol, Belanda dan Jepang.
Penjajah juga menyatroni Philipina 265 thn dan India 190. thn . Entah karakter apa yg dimiliki India sehingga bangsa ini lebih mentas duluan dari Indonesia dan Philipina, apa mungkin faktor agama, mungkin saja.
1.000 an tahun dibentuk budaya kerajaan yg saling serang, dibentuk dengan pola kasta, dari raja, panglima sampai abdi dalem. Kemudian dibentuk oleh budaya penjajah yg mengkerdilkan suku pribumi, dibiarkan bodoh tanpa ruang belajar yg berarti. Hanya kalangan yg dianggap bisa menjadi kaki tangan lah yg bisa sekolah.
Kasta juga dilanjutkan dengan memberi gelar Raja, Raden, Sultan sampai Haji. Agar mudah di kontrol siapa yg menonjol.
Inilah kerjaan penjajah Belanda yg terlama menjajah Indonesia dgn politilk Devide et impera. Politik pecah belah yg diiteruskan oleh orde baru dgn pola baru, kita sempat lama dibuat saling curiga saat G30S, sebagian kita hidup dalam tekanan, dan demokrasi dihabisi.
Hadirnya raja dalam rezim orba yaitu Soeharto dan kroninya yg dgn gampang menghisap sumsum kekayaan Indonesia, membuat gap ternganga antara yg semakin kaya dan miskin dgn design sempurna.
Saya ingat awal tahun 2.000an jalan ke Kaltim, mau ke Kutai Timur dari Samarinda butuh waktu 12 jam pada jarak 185 km, melewati jalan berlubang sebesar kubangan " kebo ". Padahal Kaltim penyumbang pendapatan ke pusat sebesar 90 Triliun per tahun. Kebayang bagaimana Papua, Sebagian Sulawesi, Rusak jamanku to..
Jadi sebenarnya sebagian dari Indonesia bagian Timur baru merdeka sejak ada Jokowi, khususnya Papua yg lama menderita. Sebelumnya namanya saja Indonesia, tapi tak pernah menikmati pemerataan pembangunan.
Begitu jelas dan nyata kerja Jokowi untuk Indonesia, tapi tetap menyisakan ketidak puasan dari sebagian rakyatnya yg kecewa karena junjungannya kalah pilpres terus menerus, mereka dendam atas sebuah kebenaran, mereka sampai amnesia bahwa hidupnya masih di bumi Indonesia. Inilah sebuah kebodohan yg diciptakan oleh monster bertopeng politisi dan ulama.
Mereka adalah aliansi orba yg masih tersisa dan berafiliasi kepada tujuan penghentian perubahan yg dilakukan Jokowi. Dan pada akhirnya Jokowi dianggap musuh dan perusuh atas rencana perampokan yg lama mereka kerjakan sekarang dikandaskan.
Kesadaran kita bernegara di " melekkan " Jokowi, sebagaimana dia bersikap, dia tak mau bermusuhan sesama saudara sebangsa, cacian dan hinaan dia diamkan, dan hal itulah yg membuat Jokowi makin elegan dimata rakyatnya.
Dia mengajarkan kesantunan berpolitik sekaligus tegas. Kenapa dia bisa ? ya karena sudah ratusan kali kita bahas, bahwa dia telah selesai dengan dirinya, Jokori adalah orang yg berakhlak tidak bisa diminta untuk saling menyuapi atas kepentingan pribadi. Tapi dia sangat bisa berdamai untuk urusan negeri yg dia cintai.
Dengan demikian harusnya yg lainnya melek malu kepada Jokowi, mau mantan presiden, mau wapres, ketua partai, atau apalah yg pura-pura Indonesia.
7 tahun Jokowi mengemban amanah dia kembalikan kedaulatan Indonesia dalam urusan harga diri, hak atas kekayaan, dan kedaulatan lainnya yg selama ini banyak dihisap juga oleh bangsa sendiri.
Mengambil 51% saham Freeport, mengambil kembali Block Mahakam, Block Masela, Block Rokan. Memperbaiki Kilang Minyak, Bendungan untuk ketahanan pangan, Mencabut dominasi mafia BBM Petral, membangun infrastruktur sudah kemana-mana jauhnya dibanding SBY yang memble, kebanyakan gaye.
Jadi kalau ada orang yg termehek-mehek merasa lebih berjasa atas Indonesia dengan menyebut ini dan itu adalah karena " saya ". Maka sebaiknya berkacalah ke bumi Indonesia, atau mendongak kelangit biru dan berkata bahwa hasil kerjanya bukan apa-apa.
Sekarang disaat pandemi, disaat kita harusnya bahu membahu, eh disana malah sibuk ngurus diri sendiri, ngerecoki Jokowi, padahal esensi waktu makan saja dia tak mengerti, terus ditambahi nanya ke Jokowi siapa komando kalau ada bencana, itu porsi LBP yg menjawab, tanpa menunggu air laut naik dan kita kelelep. Terus kelas seperti ini nafsu mau menggantikan Jokowi, Indonesia bisa mati berdiri.
Jadi tenang saja dulu waktunya Jokowi diganti sudah diatur UU yg kalian rancang untuk kekueh tak bisa di revisi bak kitab suci, karena memang nafsu tadi, hanya kepengen cepat gantian, emang kalian yakin bisa. Biar nanti rakyat membantu membawa kaca. kalau kalian lupa.
Jokowi yg sedang berjuang dengan kelelahan lahir batinnya dia dilindungi semesta dan YME, dia tetap berjalan lurus kedepan ditengah tekanan tanpa beban pribadi. Harapannya hanya bagaimana semua rakyat lepas dari penderitaan bukan dihempaskan oleh kepentingan para pemimpin picisan yg tampil bak negarawan dan bangun kesiangan.
Sekarang ada dua anak mami yg berusaha menyodok Jokowi di tengah pandemi, kelas dan modal abal-abal mau membangun citra dengan setengah maksa.
Kelas beginian mau jadi presiden, kelelep Indonesia, terulang kasus Jakarta, jangankan mengikuti hasil kerja Ahok, mengikuti bekas telapak kaki Ahok saja Anis jauh dari bisa. Terus kelas modal kemanjaan mau neruskan hasil kerja Jokowi, bisa kencing berdiri kalian. Jangan bicara cetak biru Indonesia dan Nawa Cita, membaca petanya saja kalian tak bisa membedakan Pulau Sipadan yg diambill Malayisia, dengan Batam yg didepan mata. jangan p**a kemudian Laut China Selatan juga kalian lepaskan... ah ngeri jadinya..
Agak gamang kami gusti, tapi kami yakin bahwa sepeninggal Jokowi pastilah ada ganti yg mumpuni agar kelak hasil kerja yg sudah kelihatan nyata tak sia-sia karena dirusak oleh manusia yg hanya bermodal nafsu berkuasa tanpa kapasitas bisa kerja.
Tuhan, munculkanlah pemimpin dari rakyat jelata yg mampu bekerja untuk rakyatnya, bukan anak manja yg cuma banyak gaya, karena kami pasti sengsara dibuatnya.