05/01/2025
Hari Raya Epifani dirayakan oleh Gereja tepatnya tanggal 6 Januari. Namun, Gereja memperbolehkan Konferensi Uskup setempat untuk menggeser hari raya ini ke hari Minggu terdekat, antara tanggal 2-8 Januari. Alasannya, agar Epifani dapat dirayakan dengan meriah. Tahun ini, Hari Raya Epifani jatuh pada hari Minggu, 5 Januari 2025 dan dirayakan bersama dengan Hari Anak Misioner.
EPIFANI DAN PENAMPAKAN TUHAN
Hari Raya Epifani disebut juga Hari Raya Penampakan Tuhan. Karena Epifani berasal dari kata epiphaneia (Yunani) yang secara harafiah berarti penampakan yang mencolok. Kata โepifaniโ digunakan dalam Perjanjian Lama untuk merujuk pernyataan diri Allah (2Mak 15:27). Sedangkan dalam Perjanjian Baru, digunakan untuk merujuk kelahiran Kristus atau penampakan-Nya sesudah kebangkitan serta kedatangan-Nya yang kedua (2 Tim 1:10). Dengan demikian, kata โepifaniโ digunakan untuk merujuk pada penampakan keilahian Allah.
EPIFANI DAN TIGA MAJUS
Ketika kita mendengar kata Epifani, pikiran kita akan terarah pada tiga Majus dari Timur yang membawa persembahan kepada bayi Kanak-Kanak Yesus. Penampakan Tuhan melalui tiga orang Majus, mewakili seluruh umat manusia yang datang untuk menyembah Tuhan, Sang Raja Damai yang baru dilahirkan. Menurut tradisi, mereka bernama Baltasar (Persia), Melkior (Asia), dan Gaspar (Ethiopia); mereka mewakili ketiga ras besar bangsa manusia di dunia pada waktu itu. Dari tiga orang Majus ini hendak dinyatakan bahwa kehadiran Yesus itu bukan hanya untuk kalangan terbatas bangsa Yahudi, tetapi untuk seluruh bangsa di dunia.
TELADAN IMAN PARA MAJUS
Para Majus dari Timur datang ke Yerusalem dengan bimbingan bintang. Tentu semua itu dilandasi iman yang kokoh, iman yang mencari dengan sepenuh hati. Setelah berjumpa dengan Yesus, para Majus itu kemudian โsujud menyembah Dia โฆ dan mempersembahkan persembahan kepada Anak ituโ (Mat 2:11). Setelah itu, mereka pulang melalui jalan lain. Tidak melalui jalan lama, tetapi hidup di jalan yang baru.