05/08/2026
Mengenal DN Aidit, Dalang di Balik G30S/PKI
Tak terasa kita ketemu lagi 30 September. Setiap tanggal itu muncul, negeri ini selalu diingatkan dengan sosok fenomenal, DN Aidit. Katanya, dialah dalang di balik pembantaian para jenderal di Lubang Buaya. Mari kita ungkap sejarah ini dan mengenal Aidit sambil seruput kopi tanpa gula, wak!
Nama itu masih bergetar di telinga sejarah Indonesia, Dipa Nusantara Aidit. Nama lahirnya sebenarnya Achmad Aidit, dipanggil Amat di masa kecil, seorang bocah yang pernah menjadi muazin dan khatam Alquran di Tanjungpandan, Belitung. Ia lahir 30 Juli 1923, dari keluarga yang tampak sederhana tapi sarat dengan tradisi pendidikan dan agama. Ayahnya, Abdullah Aidit, seorang tokoh pendidikan Islam sekaligus mantri kehutanan, mendirikan organisasi Nurul Islam. Ibunya, Mailan, berasal dari keluarga ningrat Belitung, berakar Minangkabau. Dari rahim itu lahirlah seorang anak yang kelak menantang takdir sejarah.
Aidit kecil mengenyam HIS di Bangka, lalu hijrah ke Jawa. Ia sempat tinggal bersama Isa Anshari di Bandung, seorang tokoh Islam yang kelak justru menjadi lawan politiknya. Ia belajar di Sekolah Dagang (Handelsschool), lalu mendirikan usaha jahit “Antara” di Senen, Jakarta. Di tempat kecil itu, para aktivis dan seniman berkumpul, bertukar ide, menganyam cita-cita. Aidit, bocah Belitung yang khatam Quran, perlahan berubah menjadi pemuda haus ideologi.
Keluarga tetap melekat. Ia menikah dengan Soetanti pada 1948 dan dikaruniai lima anak. Adik tirinya, Sobron Aidit, kelak menulis catatan getir tentang sang abang. Buku-buku seperti Aidit Dua Wajah Dipa Nusantara atau Aidit: Abang, Sahabat, dan Guru di Masa Pergolakan mencoba menjelaskan paradoks itu, bagaimana anak alim yang mengumandangkan azan bisa bertransformasi menjadi pemimpin komunis.
Karier politiknya meledak cepat. Bergabung dengan Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda, yang kemudian menjadi cikal bakal PKI, ia naik menjadi Sekretaris Jenderal PKI sejak 1951 hingga 1965. Di bawah kepemimpinannya, PKI menjelma raksasa. Dengan jutaan anggota, PKI menjadi partai komunis terbesar di luar blok Soviet dan Tiongkok. Aidit pandai bermanuver, mendekatkan diri kepada Sukarno,....