GAMKI NTT

GAMKI NTT Akun Resmi DPD GAMKI NTT
Ora Et Labora

Dikelola oleh Bidang Komunikasi Media dan Digital DPD GAMKI NTT

17/05/2026

DPD GAMKI NTT
Nonton Bareng Film "Pesta Babi"

Melihat Papua melalui film dan melihat gerakan Masyarakat sipil serta gerakan militer di tanah papua

Lorens Haba dan Martho Dilak Resmi Pimpin GAMKI Malaka : Wabup HMS dan Winston Rondo Beri Pesan Kuat Agar Bangun Kolabor...
17/05/2026

Lorens Haba dan Martho Dilak Resmi Pimpin GAMKI Malaka : Wabup HMS dan Winston Rondo Beri Pesan Kuat Agar Bangun Kolaborasi

Betun, GAMKINTT.com - Pelaksanaan Maperta dan Konfercab perdana DPC GAMKI Malaka dilaksanakan di Taman Eden, Pantai Motadikin, Kabupaten Malaka, hadir dalam kegiatan pembukaan Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo dan jajaran, Ketua Klasis Malaka Yusuf Bureni, Sekda Malaka Ferdinan Un Muti, Anggota DPRD NTT Agus Nahak serta jajaran pengurus Carteker GAMKI Malaka, Sabtu (16/5/2025).

Usai kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan kegitan maperta yang dipandu oleh Sekbid Komdigi DPD GAMKI NTT Fendi Bia dengan pemateri Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo yang menyampaikan materi mengenai sejarah dan identitas organisasi, sedangkan Anggota DPRD NTT Agus Nahak menyampaikan materi tentang semangat kepemudaan dalam kolaborasi membangun Kabupaten Malaka.

Usai kegiatan maperta dilanjutkan dengan pengukuhan calon anggota menjadi anggota GAMKI secara resmi berjumlah 50 orang lebih oleh Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo.

Agenda selanjutnya dalam momentum konfercab perdana dipandu oleh Wakil Sekretaris DPD GAMKI NTT Elfis Sabat, Ketua Carteker GAMKI Malaka Lorens Haba, dan Sekretaris Martho Dilak.

Setelah melalui agenda konfercab dan sampai pada momentum musyawarah untuk memilih Pengurus, maka disepakati dan disahkan Lorens Haba Sebagai Ketua DPC GAMKI Malaka dan Martho Dilak Sebagai Sekretaris DPC GAMKI Malaka.

Dalam momentum Pelantikan Pengurus DPC GAMKI Malaka, hadir p**a Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu sekaligus Dewan Penasihat DPC GAMKI Malaka.

Ketua DPC GAMKI Malaka Lorens Haba menyampaikan terima kasih atas kpercayaan yang diberikan untuk memimpin GAMKI Malaka dan ia mengajak para pengurus untuk menjadikan GAMKI sebagai rumah bersama bagi generasi muda Kristen tanpa membeda-bedakan latar belakang jemaat maupun kelompok tertentu.

"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan bagi saya dan teman-teman untuk melayani sebagai pengurus GAMKI Malaka, saya mengajak kita semua untuk menjadikan GAMKI Malaka sebagai rumah bersama untuk berkolaborasi dengan semua pihak baik gereja maupun pemerintah,"ujarnya.

Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu atau yang akrab disapa HMS dalam sambutannya menyampaikan bahwa GAMKI Malaka tidak boleh hidup dalam kegiatan seremonial semata, namun harus hidup dan bekerja untuk masyarakat.

"GAMKI Malaka harus hadir bersama masyarakat, bekerja keras, menjaga kebersamaan dan membangun kerja sama dengan pemerintah dalam membangun daerah, khususnya pembinaan generasi muda,"ucapnya.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo menegaskan dalam sambutannya bahwa GAMKI Malaka harus aktif dalam menyiapkan kader yang berkapasitas sehingga kader-kader muda bisa berkontribusi nyata.

"Saya ingin menegaskan bahwa GAMKI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang sibuk membuat kegiatan seremonial, GAMKI harus menjadi, sekolah kader,ruang pembentukan karakter,rumah perjuangan, laboratorium kepemimpinan,dan energi harapan baru bagi generasi muda,"bebernya.

Ia berpesan agar GAMKI Malaka bisa merangkul semua pihak baik pemerintah, gereja dan masyarakat agar bersama membangun Kabupaten Malaka dengan ssgala potensi yang dimiliki sehingga Kabupaten Malaka dapat maju dan berdaya saing.

"GAMKI harus mampu membangun kemitraan yang sehat dengan gereja dan pemerintah, bukan untuk kehilangan sikap kritis, tetapi untuk menghadirkan kolaborasi demi kepentingan rakyat dan masa depan generasi mud, saya percaya jika gereja, pemerintah, dan organisasi kepemudaan dapat berjalan bersama, maka akan lahir energi besar untuk membangun Malaka yang lebih maju, damai, dan bermartabat,"pungkasnya.(Fendi)

17/05/2026

"Untuk kamu yang sedang berjuang mati-matian dalam sepi: Ini bukan salahmu."

Menahan luka dalam diam adalah siksaan paling melelahkan. Tapi dengarkan ini: Apapun yang terjadi padamu, kamu tidak bersalah.

Mona Bria Seran, seorang penyintas, mengingatkan bahwa lembar kelam hidupmu hari ini adalah kekuatan yang akan menguatkan orang lain di masa depan.

Jangan biarkan sunyi memenjarakanmu. Patahkan keheningan. Kita hadapi ini bersama-sama, karena kamu tidak pernah sendiri.

🎬 Tonton pesan lengkap Mona di YouTube Orela TV - GAMKI NTT.

https://youtu.be/o_FDXFSZ53U

"Bicaralah. Karena suaramu adalah awal dari kesembuhanmu, dan tamparan keras bagi mereka yang ingin melihatmu hancur."


17/05/2026

Tidak semua orang yang ingin menyerah berkata ‘aku ingin mati. Kadang mereka hanya berkata, ‘aku capek… aku sakit… aku tidak kuat lagi.

Mereka mungkin tidak benar-benar ingin pergi.
Mereka hanya butuh seseorang yang melihat, mendengar, dan memahami.

Terkadang satu pelukan, satu percakapan, dan satu orang yang peduli… bisa menjadi alasan seseorang memilih bertahan hidup.

Jangan abaikan mereka yang diamnya terlalu dalam. Karena satu kepedulian kecil bisa menyelamatkan satu kehidupan.

Tonton selengkapnya di YouTube Orela TV Gamki NTT:
👇👇👇
https://youtu.be/o_FDXFSZ53U


​Mari belajar menjadi mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan hati yang mampu merasakan. Karena kepedulian kecil kita mungkin bisa menyelamatkan satu kehidupan


GAMKI Sumba Timur Rayakan Dies Natalis Serta Hari Kenaikan Yesus Kristus Dengan Menanam Mangrove di Pesisir Kamalaputi d...
16/05/2026

GAMKI Sumba Timur Rayakan Dies Natalis Serta Hari Kenaikan Yesus Kristus Dengan Menanam Mangrove di Pesisir Kamalaputi dan Padadita

Waingapu, GAMKINTT.com - DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumba Timur melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir pantai Kamalaputi dan Padadita sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 GAMKI dan Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian kaum muda Kristen terhadap pelestarian lingkungan sekaligus wujud syukur kepada Tuhan melalui aksi menjaga alam dan ekosistem pesisir.

Ketua DPC GAMKI Sumba Timur dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik bersama berbagai elemen masyarakat dan kader GAMKI.

“Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kegiatan penanaman mangrove hari ini boleh berjalan dengan baik. Kegiatan ini bukan tentang saya atau kami, tetapi tentang kita bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bagian dari upaya menanam harapan dan masa depan bagi generasi mendatang.

“Hari ini kita tidak hanya menanam bibit mangrove. Kita sedang menanam harapan, menanam masa depan, dan menanam komitmen untuk menjaga benteng alami pesisir kita,” katanya.

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi, gelombang pasang, hingga ancaman perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat.

“Mangrove adalah ciptaan Tuhan dan garda terdepan pelindung daratan dari abrasi, tsunami, dan dampak perubahan iklim. Karena itu, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Ia juga mengajak generasi muda agar tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi ikut terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi dan lingkungan hidup.

“Sebagai pemuda, kita harus menjadi agen perubahan. Aksi hari ini membuktikan bahwa pemuda peduli terhadap pelestarian lingkungan, bukan hanya pembangunan fisik semata,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan memulihkan ekosistem pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati lingkungan yang sehat dan lestari.

“Langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah langkah besar untuk bumi. Masa depan dimulai dari apa yang kita tanam hari ini. Mari bersama-sama menjaga alam dan merawat bumi,” pungkasnya.(*Fendi)

15/05/2026

"Rumah: Benteng terakhir atau justru tempat paling asing bagi mereka yang depresi?" 🏠💔

​Berhenti menutup mata. Bunuh diri bukan sekadar angka, tapi jeritan dari jiwa yang merasa tak lagi punya tempat aman bahkan di rumah sendiri.

​Mama Pendeta Emy Sahertian mengingatkan kita:
​Gereja & Komunitas: Jangan hanya menumpuk di kota.

Bergeraklah ke pelosok kep**auan NTT untuk menjumpai mereka yang terisolasi dalam luka.

​Keluarga: Jadilah ruang pemulihan, bukan sumber tekanan.

​Tugas Kita: Pasang telinga, buka mata, dan sediakan hati. Banyak orang hanya butuh didengarkan untuk bisa bertahan satu hari lagi.

​Mari bicara. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian dalam senyap.

​Tonton selengkapnya di YouTube Orela TV Gamki NTT:
👇👇👇
https://youtu.be/o_FDXFSZ53U

​"Jangan tunggu sampai sebuah kursi kosong di meja makan baru kita menyesal. Satu telinga yang mau mendengar hari ini, bisa menyelamatkan satu nyawa selamanya."

DPD GAMKI NTT Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi” Bersama Sejumlah Tokoh Dalam Momentum Refleksi 1 Tahun Pelayanan...
14/05/2026

DPD GAMKI NTT Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi” Bersama Sejumlah Tokoh Dalam Momentum Refleksi 1 Tahun Pelayanan

Kupang, GAMKINTT.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur menggelar doa syukur satu tahun pelayanan yang dirangkaikan dengan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi karya jurnalis Dandhy Laksono di Sekretariat DPD GAMKI NTT, Tofa Kupang, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya aktivis senior Gusti Brewon, Komisioner KPID NTT Kekson Salukh, Akademisi UKAW Kupang Dr. Zet Malelak, Akademisi Undana sekaligus Ketua Bidang Politik DPD GAMKI NTT Yefta Sabaat, Jurnalis senior yang juga Dewan Penasihat DPD GAMKI NTT, Ana Dju Kana, Sekretaris DPD GAMKI NTT Amos Lafu, Koorwil VII PP GMKI Mikdon Hede Patu, bersama pengurus dan kader GAMKI NTT.

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi GAMKI NTT tepat satu tahun setelah dilantik oleh DPP GAMKI. Dalam satu tahun pelayanan tersebut, DPD GAMKI NTT bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai DPD Berprestasi Nomor 1 Nasional dari DPP GAMKI.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo dalam pengantarnya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan yang menurutnya bukan sekadar hasil kerja organisasi, tetapi juga karena penyertaan Tuhan.

“Satu tahun lalu kami dilantik. Setelah 365 hari, kami mendapat penghargaan GAMKI Award sebagai DPD Berprestasi Nomor 1 Nasional. Ini bukan karena satu dua orang, tapi karena kerja keras semua pengurus dan sahabat yang melayani dengan caranya masing-masing,” ujar Winston disambut tepuk tangan peserta.

Ia mengungkapkan, salah satu alasan DPD GAMKI NTT mendapat perhatian khusus dari DPP GAMKI karena mayoritas program yang dilakukan langsung menyentuh masyarakat.

“Ketika panel juri melihat laporan kegiatan dari seluruh DPD, mereka melihat GAMKI NTT punya 18 kegiatan dan hampir semuanya dilakukan di tengah masyarakat, bukan hanya rapat di ruangan,” katanya.

Selain sebagai refleksi pelayanan, Winston menegaskan nobar film Pesta Babi sengaja digelar sebagai ruang belajar kader agar lebih peka terhadap isu kemanusiaan dan persoalan rakyat.

“Kita tidak hanya bicara iman dan doa, tetapi juga harus serius bekerja dan hadir di tengah persoalan masyarakat. Film ini mengingatkan kita bahwa pembangunan harus memanusiakan manusia,” tegasnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan kritis. Pengantar refleksi doa syukur dipimpin Wakil Ketua DPD GAMKI NTT Yomiani Radja yang mengajak seluruh kader memaknai satu tahun pelayanan sebagai perjalanan iman dan pengabdian.

Dalam refleksinya, Yomiani menyampaikan bahwa GAMKI NTT mungkin hanya berada di NTT, tetapi gaung pelayanannya telah menjangkau banyak orang melalui kerja-kerja nyata dan media sosial.

“Kita mungkin hanya di NTT, tapi pelayanan GAMKI sudah sampai ke banyak tempat. Semua ini bukan karena hebatnya kita, tetapi karena penyertaan Tuhan,” ungkapnya.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderasi oleh Ren Bonlae, akademisi UKAW Kupang Dr. Zet Malelak membedah film Pesta Babi dari perspektif teologi, hukum lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhitungkan dampak sosial dan ekologis.

“Pembangunan selalu punya efek. Persoalannya, apakah dampak lingkungan dan kemanusiaannya sudah dihitung secara serius? Jangan sampai eksploitasi dilakukan berlebihan dan akhirnya menghancurkan ruang hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan paradigma pembangunan pangan nasional yang terlalu bertumpu pada beras, sementara banyak masyarakat adat memiliki sistem pangan lokal sendiri yang justru terancam hilang.

Sementara itu, Yefta Sabaat menilai film Pesta Babi merupakan bentuk kebebasan berekspresi sekaligus kritik sosial yang sah dalam negara demokrasi.

“Film dokumenter seperti ini adalah medium untuk menyampaikan realitas dan suara masyarakat yang sering tidak terdengar. Kritik melalui karya seni dan jurnalistik dijamin oleh konstitusi,” tegasnya.

Menurut Yefta, perbedaan pandangan terhadap sebuah film seharusnya dijawab dengan diskusi dan dialog, bukan intimidasi atau pembubaran pemutaran film.

“Demokrasi tidak selesai di pemilu. Kritik melalui film adalah bagian dari partisipasi publik untuk mengawasi kebijakan negara,” katanya.

Senada dengan itu, Dewan Penasihat GAMKI sekaligus jurnalis senior Ana Dju Kana mengapresiasi keberanian DPD GAMKI NTT menggelar nobar di tengah maraknya intimidasi terhadap pemutaran film tersebut di sejumlah daerah.

“Saya justru melihat GAMKI mendahului banyak kelompok masyarakat sipil dalam membuka ruang diskusi ini. Film adalah karya jurnalistik dan karya seni yang sah. Tidak semua orang harus setuju, tetapi kebebasan berekspresi harus dihormati,” ujarnya.

Ana juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah bukan tindakan makar selama tidak mengandung ajakan kekerasan.

“Kalau ada pihak yang merasa dirugikan oleh karya jurnalistik atau film dokumenter, mekanismenya adalah hak jawab dan Dewan Pers, bukan pembubaran atau intimidasi,” tegasnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap Papua sebagai bagian dari nurani kebangsaan Indonesia. Para pembicara menilai pembangunan harus tetap menghormati masyarakat adat, tanah, budaya, dan ruang hidup masyarakat lokal.

Bagi GAMKI NTT, kegiatan tersebut bukan sekadar nobar film, tetapi ruang pembelajaran politik, kemanusiaan, dan kebangsaan bagi kader muda Kristen.

Menutup kegiatan, Winston Rondo kembali mengingatkan bahwa penghargaan nasional yang diterima GAMKI NTT bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi menjadi tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Pelayanan kita bukan hanya di altar gereja, tetapi juga di jalan, di pasar, dan di tengah penderitaan rakyat. Penghargaan ini adalah pengingat bahwa kita harus terus bekerja dan menjaga nurani kemanusiaan,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan malam kebersamaan bersama seluruh kader dan tamu undangan.

14/05/2026

“Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, bukan tempat seseorang merasa paling sendirian.” 🏠💔

Maraknya kasus bunuh diri adalah alarm bahwa banyak orang sedang berjuang diam-diam.

Irene Grace Madah mengingatkan: pencegahan terbaik dimulai dari keluarga.
Kadang mereka yang lelah hidup tidak butuh ceramah panjang—mereka hanya butuh didengar, ditemani, dan dipahami tanpa dihakimi.

Mari jadikan rumah sebagai ruang aman untuk saling menjaga.
Karena kehadiran sederhana kita bisa menjadi alasan seseorang tetap bertahan hidup.

Simak selengkapnya di Podcast Orela TV Gamki NTT:
👇👇👇
https://youtu.be/o_FDXFSZ53U

Kalau Yesus sudah naik ke surga, apakah Dia masih peduli dengan macetnya jalanan di Kupang, atau mahalnya harga sembako ...
14/05/2026

Kalau Yesus sudah naik ke surga, apakah Dia masih peduli dengan macetnya jalanan di Kupang, atau mahalnya harga sembako di Alor?”

Justru karena Dia naik, Dia tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Kenaikan-Nya adalah pengangkatan derajat kemanusiaan kita ke dalam kehidupan Allah sendiri. Artinya: setiap jeritan keadilan di NTT didengar langsung oleh takhta kasih karunia.

DPD GAMKI NTT mengajak saudara sekalian untuk tidak memperlakukan Kenaikan sebagai seremoni penutup Paskah, melainkan sebagai mandat misi: dari ketinggian iman, kita turun memberdayakan yang lemah. Naik dalam doa, turun dalam aksi.

Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus, 14 Mei 2026.

Ora Et Labora
DPD GAMKI NTT

"NOBAR PESTA BABI dan Ruang Belajar Kebangsaan""Belajar mencintai Indonesia berarti belajar mendengarkan suara-suara dar...
13/05/2026

"NOBAR PESTA BABI dan Ruang Belajar Kebangsaan"

"Belajar mencintai Indonesia berarti belajar mendengarkan suara-suara dari tepiannya yang paling sunyi.

Sudahkah kita benar-benar mendengar suara dari tanah Papua?"

Sebagai pemuda, tugas kita bukan hanya sekadar melihat, tapi memahami. Melalui dokumentasi "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita", kita diajak untuk menyelami realitas saudara-saudara kita di Papua yang sedang berjuang menjaga identitas dan tanah leluhurnya di tengah pusaran kepentingan besar.

Ini bukan sekadar acara menonton, melainkan sebuah Ruang Refleksi.

Kami mengajak seluruh kader untuk duduk melingkar, membuka pikiran, dan mengasah kepekaan nurani terhadap isu kemanusiaan serta keadilan sosial yang menjadi fondasi kebangsaan kita.

Mari kita jadikan momen ini sebagai jembatan empati untuk memahami Indonesia secara utuh.

3. Detail Acara
📅 Waktu: Kamis, 14 Mei 2026 | 17.00 WITA
📍 Lokasi: rumah bersama ORA ET LABORA Gamki Tofa
✨ Sifat Acara: Terbuka untuk seluruh kader GAMKI NTT dan penggerak kemanusiaan.

Pemantik diskusi
1. Zeth Malelak (dosen Unkris/ahli lingkungan).
2. Gadrida Djukana (WANHAT DPD GAMKI NTT)
3. Yefta Sabaat (dosen Ilmu Politik Undana).
4. Moderator: Naaman Bonlae (Sekbid Sosial Budaya dan Politik DPD gamki NTT)

"Karena pengetahuan yang tidak dibarengi dengan empati hanyalah sekadar informasi. Mari belajar bersama, tumbuh bersama."

, , , , ,

13/05/2026

"Keluarga adalah 'Care Giver' kunci, atau justru orang asing pertama yang mengabaikan tanda-tanda?" 🏠💔

​"Kenapa tidak saya tolong sejak awal?"

​Penyesalan selalu datang terlambat. Irene Grace Madah (Senior Project Officer Yayasan Peduli Masyarakat) mengungkap sebuah kenyataan pahit: banyak kasus fatal terjadi justru setelah percobaan pertama diketahui oleh orang terdekat, namun tidak ada tindakan nyata yang diambil.

​Pikiran untuk menyerah tidak pernah muncul secara tiba-tiba. Ia dimulai dari hal-hal yang sering kita anggap remeh:

* ​Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
* ​Perasaan bahwa diri tidak berguna.
* ​Suara di kepala yang mengatakan "dunia akan lebih baik tanpa saya."

​Di saat kritis itu, seringkali tidak ada satu orang pun yang hadir untuk mengatakan: "Kamu berharga."

​Kita harus sadar bahwa keluarga adalah benteng utama. Jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi ruang aman, malah menjadi tempat di mana seseorang merasa paling kesepian.

Mari belajar peka, mari belajar mendengar, sebelum tanda-tanda itu berubah menjadi duka.

​Simak ulasan mendalam tentang peran krusial keluarga di YouTube Orela TV Gamki NTT:
👇👇👇
https://youtu.be/o_FDXFSZ53U

​"Jangan biarkan orang yang paling kita cintai merasa asing di rumahnya sendiri.

Karena satu kalimat 'kamu berharga' bisa menjadi jangkar yang menahan seseorang untuk tidak hanyut dalam keputusasaan."




Address

Kupang
85000

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GAMKI NTT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share